Cita-cita saya ingin jadi profesor
Sekarang saya sudah hampir menemukan alat elektronik
Saya juga hampir berhasil menciptakan obat-obatan
Saya punya laboratorium yang berada di tempat rahasia
Tempat rahasia itu adalah RUMAH POHON
Rumah pohon itu saya buat sendiri
Teman saya membantu membelikan bahannya
By Ghazan
Friday, August 31, 2007
HAMPIR DICULIK ORANG
By Ghina
Hari Jumat lalu Rini pergi ke Samarinda. Bersama keluarga dan pembantunya. Sepulang sekolah mereka langsung berkemas untuk berangkat. Jam 4 tepat terdengar suara mobil ayah Rini masuk ke halaman rumah. Setelah sholat ashar mereka semua berangkat. Tak lupa ayah menitipkan rumah pada Om Dek. Mereka sudah tak sabar ingin segera sampai di Samarinda. Mereka ingin cepat bertemu Kak Ogi dan Kak Ori anak Pak Jali. Kak Ogi adalah teman Roni saudara kembar Rini. Dan kak Ori adalah teman Rini.
Sampai di Samarinda Ayah Rini langsung memesan kamar hotel. Mereka mendapat kamar nomor 705 dan 703. Malam ini mereka istirahat. Keesokan harinya mereka baru pergi ke Pulau Kumala bersama teman ibu. Seru, di Pulau Kumala banyak permainan. Ada alat yang bisa berputar dan naik turun. Rini naik alat itu. Ada juga candi seperti di Jawa. Setelah capek bermain-main, mereka makan lalu menuju rumah bu Taryono teman ibu Rini. Sore itu mereka sudah kembali ke hotel lagi. Mandi, sholat maghrib, makan dan istirahat.
Besoknya, sebelum pulang mereka singgah dulu ke mall untuk belanja dan main-main. Oh ya, waktu mereka main, Rini sempat hampir hilang gara-gara Rini membiarkan orang tak di kenal berkenalan dengannya. Takuut.
Teman-teman kalau ketemu orang tak di kenal hati-hati ya. Bukanya curiga, tapi waspada aja...
Hari Jumat lalu Rini pergi ke Samarinda. Bersama keluarga dan pembantunya. Sepulang sekolah mereka langsung berkemas untuk berangkat. Jam 4 tepat terdengar suara mobil ayah Rini masuk ke halaman rumah. Setelah sholat ashar mereka semua berangkat. Tak lupa ayah menitipkan rumah pada Om Dek. Mereka sudah tak sabar ingin segera sampai di Samarinda. Mereka ingin cepat bertemu Kak Ogi dan Kak Ori anak Pak Jali. Kak Ogi adalah teman Roni saudara kembar Rini. Dan kak Ori adalah teman Rini.
Sampai di Samarinda Ayah Rini langsung memesan kamar hotel. Mereka mendapat kamar nomor 705 dan 703. Malam ini mereka istirahat. Keesokan harinya mereka baru pergi ke Pulau Kumala bersama teman ibu. Seru, di Pulau Kumala banyak permainan. Ada alat yang bisa berputar dan naik turun. Rini naik alat itu. Ada juga candi seperti di Jawa. Setelah capek bermain-main, mereka makan lalu menuju rumah bu Taryono teman ibu Rini. Sore itu mereka sudah kembali ke hotel lagi. Mandi, sholat maghrib, makan dan istirahat.
Besoknya, sebelum pulang mereka singgah dulu ke mall untuk belanja dan main-main. Oh ya, waktu mereka main, Rini sempat hampir hilang gara-gara Rini membiarkan orang tak di kenal berkenalan dengannya. Takuut.
Teman-teman kalau ketemu orang tak di kenal hati-hati ya. Bukanya curiga, tapi waspada aja...
Tetangga Baru
By Hani
Kemarin ada tetangga baru yang tinggal di samping rumah Ririn. Ternyata tetangga baru Ririn adalah lisa teman lama Ririn. Ririn sangat senang. Tetapi, entah mengapa Lisa seperti tidak mengenal Ririn.
Contohnya kemarin, Lisa bertemu Ririn di taman dekat rumah teman Lisa. Ririn berkata “Hallo Lisa, apa kabar? Gimana rumahnya, nyaman ngak?” Tetapi lisa tidak menjawab pertanyaan Ririn. Lisa diam sejenak lalu pergi berlalu begitu saja. Ririn sangat sedih karena lisa pergi dan meninggalkan Ririn sendirian.
Sampai di rumah Ririn curhat kepada bundanya “Bunda kenapa sih Lisa nggak mau ngomong sama Ririn?”. Bunda menjawab ”Ririn anak bunda yang manis, kamu cari tahu aja kenapa Lisa tidak mau berbicara sama Ririn”. “Iya dech bunda ririn akan cari tahu kenapa Lisa tidak mau bicara sama Ririn”. Bunda emang orang tua yang paling baik sedunia.
Ririn segera mencari tahu. Ternyata lisa tidak ingin bicara pada Ririn karena Lisa dilarang oleh ibunya. Ririn terus mencari tahu. Oooh ternyata bunda Ririn pernah membuat kesal bunda Lisa karena bunda Ririn telah memetik bunga mawar yang telah selama 2 bulan. Akhirnya Ririn berusaha mendamaikan bundanya dengan bunda Lisa. Kini mereka berteman kembali.
Kemarin ada tetangga baru yang tinggal di samping rumah Ririn. Ternyata tetangga baru Ririn adalah lisa teman lama Ririn. Ririn sangat senang. Tetapi, entah mengapa Lisa seperti tidak mengenal Ririn.
Contohnya kemarin, Lisa bertemu Ririn di taman dekat rumah teman Lisa. Ririn berkata “Hallo Lisa, apa kabar? Gimana rumahnya, nyaman ngak?” Tetapi lisa tidak menjawab pertanyaan Ririn. Lisa diam sejenak lalu pergi berlalu begitu saja. Ririn sangat sedih karena lisa pergi dan meninggalkan Ririn sendirian.
Sampai di rumah Ririn curhat kepada bundanya “Bunda kenapa sih Lisa nggak mau ngomong sama Ririn?”. Bunda menjawab ”Ririn anak bunda yang manis, kamu cari tahu aja kenapa Lisa tidak mau berbicara sama Ririn”. “Iya dech bunda ririn akan cari tahu kenapa Lisa tidak mau bicara sama Ririn”. Bunda emang orang tua yang paling baik sedunia.
Ririn segera mencari tahu. Ternyata lisa tidak ingin bicara pada Ririn karena Lisa dilarang oleh ibunya. Ririn terus mencari tahu. Oooh ternyata bunda Ririn pernah membuat kesal bunda Lisa karena bunda Ririn telah memetik bunga mawar yang telah selama 2 bulan. Akhirnya Ririn berusaha mendamaikan bundanya dengan bunda Lisa. Kini mereka berteman kembali.
Teman Jahil Dan Teman Baik
Welly dulu adalah teman yang baik. Tapi gara-gara dia nakal dan jahil saya jadi marah. Saya sering berantem dengannya. Tapi seterlah menenangkan diri, saya bermaafan lagi dengannya. Tapi karena dia tetap jahil dan jahat, saya tetap tidak berteman dengannya, menjaga jarak lah. Biar nggak berantem terus.
Saya juga ada teman baik. Namanya Rizky dan Ferdinan. Saya bermain bola, jalan-jalan, semua menyenangkan.
Hasan
Saya juga ada teman baik. Namanya Rizky dan Ferdinan. Saya bermain bola, jalan-jalan, semua menyenangkan.
Hasan
Wednesday, August 15, 2007
PENERBANGAN STICK ES KRIM
Hari ini 12 Desember 2006. Aku membuat pesawat dari stick es krim. Bagian demi bagian kutempelkan. Wah sekian lama kukerjakan, akhirnya selesai juga. Beberapa pesawat sudah jadi. Satu persatu pesawat itu ku warnai dengan cat. Biar kelihatan indah lah. Naahh... semua sudah siap diterbangkan.
Kelasku ada di lantai tiga. Kalau pesawat itu ku terbangkan dari kelantai tiga akan laju. Penerbanganpun siap dilakukan. Aku sudah siap berdiri di depan jendela kelas. ”Satuu..duaa..tigaa...” pesawatpun meluncur cepat. Pesawatku oleng. Tapi terbangnya sudah lumayan bagus loh.
Pesawat ku bawa pulang. Ku coba terbangkan dengan ketinggian setinggi lenganku. Mengejutkan...pesawatku meluncur dengan hebat. Sekarang pesawat itu berputar seperti pesawat aerobatik yang sesungguhnya. Aku akan terus berjuang agar pesawatku jadi semakin hebat lagi.
Suatu saat bisakah aku membuat pesawat sungguhan????
Hashfi
Kelasku ada di lantai tiga. Kalau pesawat itu ku terbangkan dari kelantai tiga akan laju. Penerbanganpun siap dilakukan. Aku sudah siap berdiri di depan jendela kelas. ”Satuu..duaa..tigaa...” pesawatpun meluncur cepat. Pesawatku oleng. Tapi terbangnya sudah lumayan bagus loh.
Pesawat ku bawa pulang. Ku coba terbangkan dengan ketinggian setinggi lenganku. Mengejutkan...pesawatku meluncur dengan hebat. Sekarang pesawat itu berputar seperti pesawat aerobatik yang sesungguhnya. Aku akan terus berjuang agar pesawatku jadi semakin hebat lagi.
Suatu saat bisakah aku membuat pesawat sungguhan????
Hashfi
PENCURI
By Husein
Dahulu aku pernah kecurian. Yang dicuri antara lain handphone, Jam tangan dan masih banyak lagi. Sebelum berhasil melarikan diri pencuri itu sudah ketahuan oleh ayah. Ayah langsung mengambil golok. Tapi pencuri itu keburu kabur. Om mengejar menggunakan sepeda motor. Alhamdulillah pencurinya ketangkap. Pencuri itu langsung di bawa ke kantor polisi. Alhamdulillah sejak peristiwa itu rumahku tak ada lagi pencuri.
Dahulu aku pernah kecurian. Yang dicuri antara lain handphone, Jam tangan dan masih banyak lagi. Sebelum berhasil melarikan diri pencuri itu sudah ketahuan oleh ayah. Ayah langsung mengambil golok. Tapi pencuri itu keburu kabur. Om mengejar menggunakan sepeda motor. Alhamdulillah pencurinya ketangkap. Pencuri itu langsung di bawa ke kantor polisi. Alhamdulillah sejak peristiwa itu rumahku tak ada lagi pencuri.
Sunday, August 12, 2007
PERI BAIK DAN PERI JAHAT
By Ifa
Nola adalah seorang murid yang terkenal nakal di sekolahnya. Sekarang ia duduk di kelas 5 SD. Hampir semua adik kelasnya pernah di ganggu. Tapi Nola sangat takut bila berhadapan dengan kakak kelas 6. Sebalknya, di sekolah ini ada seorang anak yang baik hati dan penurut. Namanya Lina.
Mereka berdua memiliki peri. Peri mereka tidak beda dengan sifat mereka. Nola memiliki peri jahat dan Lina memiliki peri baik hati.
Hari senin
Hari ini Lina menjadi petugas upacara. Pada saat Lina bertugas, Nola berbicara pada peri jahatnya agar Lina di buat jatuh agar di tertawakan semua orang. Untung peri baik hati tahu rencana itu. Dia segera mengacungkan tongkatnya ”Triiing” Lina selamat dari kejahatan.
Pulang sekolah....
Karena rencananya gagal, Nola menantang Lina untuk berkelahi. Lina berusaha mengindar. Tapi karena Nola mendesak terus perkelahianpun terjadi. Peri baik hati yang berusaha menolong Lina akhirnya di lawan peri jahat. Sampai lama perkelahian itu berakhir tanpa pemenang.
Keesokan harinya...
Di sekolah, Nola sudah punya rencana jahat lagi. Nola minta peri jahat menjadi anjing yang akan mengejar Lina agar jadi bahan tertawaan teman-teman. Sekali lagi peri baik hati menolong Lina dari masalah. Nola diubah menjadi orang bodoh dan peri jahat tetap menjadi binatang.
Mulai hari ini kejahatan peri jahat sudah berakhir.
Nola adalah seorang murid yang terkenal nakal di sekolahnya. Sekarang ia duduk di kelas 5 SD. Hampir semua adik kelasnya pernah di ganggu. Tapi Nola sangat takut bila berhadapan dengan kakak kelas 6. Sebalknya, di sekolah ini ada seorang anak yang baik hati dan penurut. Namanya Lina.
Mereka berdua memiliki peri. Peri mereka tidak beda dengan sifat mereka. Nola memiliki peri jahat dan Lina memiliki peri baik hati.
Hari senin
Hari ini Lina menjadi petugas upacara. Pada saat Lina bertugas, Nola berbicara pada peri jahatnya agar Lina di buat jatuh agar di tertawakan semua orang. Untung peri baik hati tahu rencana itu. Dia segera mengacungkan tongkatnya ”Triiing” Lina selamat dari kejahatan.
Pulang sekolah....
Karena rencananya gagal, Nola menantang Lina untuk berkelahi. Lina berusaha mengindar. Tapi karena Nola mendesak terus perkelahianpun terjadi. Peri baik hati yang berusaha menolong Lina akhirnya di lawan peri jahat. Sampai lama perkelahian itu berakhir tanpa pemenang.
Keesokan harinya...
Di sekolah, Nola sudah punya rencana jahat lagi. Nola minta peri jahat menjadi anjing yang akan mengejar Lina agar jadi bahan tertawaan teman-teman. Sekali lagi peri baik hati menolong Lina dari masalah. Nola diubah menjadi orang bodoh dan peri jahat tetap menjadi binatang.
Mulai hari ini kejahatan peri jahat sudah berakhir.
Perang Robot
By Ilham
Selamat datang di Planet Zoro. Di sini hidup para robot. Mereka membangun dunianya sendiri. Ada sebuah robot yang bernama Robo. Dia mempunyai teman yang bernama Robi. Robi terkenal sangat nakal. Pada suatu hari Robo melihat robot pencuri sedang dicari-cari robot polisi. Ia berlari sambil mendekap koper. Dengan cekatan Robo menangkap robot pencuri itu sendirian. Berkat jasa Robo menangkap robot pencuri, Robo mendapatkan ucapan terima kasih dan medali dari polisi robot. Di medali itu tertulis ”Capten Zoro”, dan Robo mendapatkan tugas baru yaitu melindungi pintu utama.
Sementara itu, Robi yang selalu melakukan kejahatan juga mendapatkan medali dari penjahat. Medali itu bertuliskan ”Capten kejahatan Planet Zoro”. Robi mendapatkan tugas untuk menghancurkan pintu utama planet Zoro yang di jaga oleh Robo.
Robo bersama kelompoknya membuat kemanan super ketat. Mereka berjanji untuk melindungi pintu itu meski harus mempertaruhkan nyawa mereka. Keesokan harinya mereka bersiap-siap, karena membaca berita dari internet bahwa para kelompok kejahatan Planet Zoro akan menyerang hari ini. Mereka menyiapkan perisai, senjata dan sebagainya. Benar apa yang diberitakan internet, pasukan pengintai melihat musuh telah mendekat. Berita itupun langsung disambungkan ke gedung utama. Kembang api pun dinyalakan untuk memberi tanda.
”Pasukan A maju. Pasukan B siap menjadi cadangan pasukan A” kata kapten Zoro. Pesawat-pesawat diluncurkan ke medan perang. Perang semakin dahsyat. Capten Zoro mulai menggerakkan pasukan B. Capten ikut juga. Di medan perang Capten Zoro bertemu dengan Robi. Melihat Robi yang tak bersahabat, ia tak mau tinggal diam. Dia terus melawan Ribi sampai akhirnya pasukan Robi mundur. ”Cih.. aku tak akan kalah Robo. Lihat pembalasanku nanti” kata Robi sambil berlari meninggalkan medan perang. Berkat kemenangannya itu Robo mendapatkan penghargaan berupa medali dan kenaikkan pangkat menjadi Mayor. Robo kini menjadi orang yang di segani oleh robot-robot di Planet Zoro.
Selamat datang di Planet Zoro. Di sini hidup para robot. Mereka membangun dunianya sendiri. Ada sebuah robot yang bernama Robo. Dia mempunyai teman yang bernama Robi. Robi terkenal sangat nakal. Pada suatu hari Robo melihat robot pencuri sedang dicari-cari robot polisi. Ia berlari sambil mendekap koper. Dengan cekatan Robo menangkap robot pencuri itu sendirian. Berkat jasa Robo menangkap robot pencuri, Robo mendapatkan ucapan terima kasih dan medali dari polisi robot. Di medali itu tertulis ”Capten Zoro”, dan Robo mendapatkan tugas baru yaitu melindungi pintu utama.
Sementara itu, Robi yang selalu melakukan kejahatan juga mendapatkan medali dari penjahat. Medali itu bertuliskan ”Capten kejahatan Planet Zoro”. Robi mendapatkan tugas untuk menghancurkan pintu utama planet Zoro yang di jaga oleh Robo.
Robo bersama kelompoknya membuat kemanan super ketat. Mereka berjanji untuk melindungi pintu itu meski harus mempertaruhkan nyawa mereka. Keesokan harinya mereka bersiap-siap, karena membaca berita dari internet bahwa para kelompok kejahatan Planet Zoro akan menyerang hari ini. Mereka menyiapkan perisai, senjata dan sebagainya. Benar apa yang diberitakan internet, pasukan pengintai melihat musuh telah mendekat. Berita itupun langsung disambungkan ke gedung utama. Kembang api pun dinyalakan untuk memberi tanda.
”Pasukan A maju. Pasukan B siap menjadi cadangan pasukan A” kata kapten Zoro. Pesawat-pesawat diluncurkan ke medan perang. Perang semakin dahsyat. Capten Zoro mulai menggerakkan pasukan B. Capten ikut juga. Di medan perang Capten Zoro bertemu dengan Robi. Melihat Robi yang tak bersahabat, ia tak mau tinggal diam. Dia terus melawan Ribi sampai akhirnya pasukan Robi mundur. ”Cih.. aku tak akan kalah Robo. Lihat pembalasanku nanti” kata Robi sambil berlari meninggalkan medan perang. Berkat kemenangannya itu Robo mendapatkan penghargaan berupa medali dan kenaikkan pangkat menjadi Mayor. Robo kini menjadi orang yang di segani oleh robot-robot di Planet Zoro.
HP AYAH HILANG????
By Indy
Sore tadi Ani dan ayah pergi ke toko buku. Mereka beli buku cerita untuk adik bayi. Mereka berangkat naik bus kota. Dalam perjalanan HP ayah bunyi, ayah menjawab dengan pelan. Takut mengganggu penumpang yang lainnya. Setelah selesai ayah langsung menutup Hpnya.
”Ani... HP ayah mana? tanya ayah sambil mmemeriksa seluruh kantong celana dan bajunya. Rupanya HP ayah sudah nggak ada. ”Lho, barusan kan ayah pakai telepon, kok udah nggak ada? Jawab Ani. ”Bapak sedang mencari apa? Ada yang bisa saya bantu? Penumpang yang ada di sebelah ayah menyapa. Ayah melihat wajah orang itu ”Kamu ya yang mengambil HP saya? Tanya ayah agak marah. ”Lho saya Cuma tanya kok malah ditudu, bapak ini gimana. Coba kita cari dulu pak, siapa tahu terjatuh” jawab penumpang tadi dengan sewot. Sibuk melongk kesana kemari tak ada tanda-tanda HP ayah. Tapi di lipatan sandaran kursi ayah itu apa ya? ”Lho ini kan HP ayah” kata Ani pada ayah. ”Wah iya, syukur HP aya nggak hilang. Maaf ya nak, tadi sudah menuduh” kata ayah dengan muka sedikit malu. Penumpang itu juga hanya bisa tersenyum kecut.
Sore tadi Ani dan ayah pergi ke toko buku. Mereka beli buku cerita untuk adik bayi. Mereka berangkat naik bus kota. Dalam perjalanan HP ayah bunyi, ayah menjawab dengan pelan. Takut mengganggu penumpang yang lainnya. Setelah selesai ayah langsung menutup Hpnya.
”Ani... HP ayah mana? tanya ayah sambil mmemeriksa seluruh kantong celana dan bajunya. Rupanya HP ayah sudah nggak ada. ”Lho, barusan kan ayah pakai telepon, kok udah nggak ada? Jawab Ani. ”Bapak sedang mencari apa? Ada yang bisa saya bantu? Penumpang yang ada di sebelah ayah menyapa. Ayah melihat wajah orang itu ”Kamu ya yang mengambil HP saya? Tanya ayah agak marah. ”Lho saya Cuma tanya kok malah ditudu, bapak ini gimana. Coba kita cari dulu pak, siapa tahu terjatuh” jawab penumpang tadi dengan sewot. Sibuk melongk kesana kemari tak ada tanda-tanda HP ayah. Tapi di lipatan sandaran kursi ayah itu apa ya? ”Lho ini kan HP ayah” kata Ani pada ayah. ”Wah iya, syukur HP aya nggak hilang. Maaf ya nak, tadi sudah menuduh” kata ayah dengan muka sedikit malu. Penumpang itu juga hanya bisa tersenyum kecut.
Perburuan Terbuka
By Iqmal
Ada seekor beruang yang berasal dari Hutan Arizona. Dia sangat gemuk dan digeruni.
Pada suatu hari datang empat orang pemburu mahu memburu beruang. Mereka mengetahui ada beruang besar di dalam hutan itu. Pada saat ini memang musim memburu beruang. Sebab itulah pemburu itu mahu memburu beruang itu.
Pemburu-pemburu itu telah menjumpai beruang itu. Beruang itu berusaha untuk melepaskan diri, tetapi tidak berjaya. Sekarang ini pemburu meletakkannya di sebuah kurungan yang besar.
Tak berapa lama kemudian, datang seorang perempuan menolong beruang itu. Akhirnya beruang itu terlepas. Perempuan itu membawa beruang ke hutannya kembali. Tetapi, tenyata perempuan itu tidak menghantarkan beruang itu ke hutan yang betul. Beruang itu melarikan diri, dan terpaksa melalui hutan-hutan yang tidak diketahui. Selama sebulan dia berjalan melalui empat butan yang luas. Hutan-hutan itu banyak cabaran baginya. Setelah perjuangan yang membuatnya lelah sekali, ia akhirnya sampai di hutannya sendiri.
Ada seekor beruang yang berasal dari Hutan Arizona. Dia sangat gemuk dan digeruni.
Pada suatu hari datang empat orang pemburu mahu memburu beruang. Mereka mengetahui ada beruang besar di dalam hutan itu. Pada saat ini memang musim memburu beruang. Sebab itulah pemburu itu mahu memburu beruang itu.
Pemburu-pemburu itu telah menjumpai beruang itu. Beruang itu berusaha untuk melepaskan diri, tetapi tidak berjaya. Sekarang ini pemburu meletakkannya di sebuah kurungan yang besar.
Tak berapa lama kemudian, datang seorang perempuan menolong beruang itu. Akhirnya beruang itu terlepas. Perempuan itu membawa beruang ke hutannya kembali. Tetapi, tenyata perempuan itu tidak menghantarkan beruang itu ke hutan yang betul. Beruang itu melarikan diri, dan terpaksa melalui hutan-hutan yang tidak diketahui. Selama sebulan dia berjalan melalui empat butan yang luas. Hutan-hutan itu banyak cabaran baginya. Setelah perjuangan yang membuatnya lelah sekali, ia akhirnya sampai di hutannya sendiri.
GARA-GARA BANJIR
By Ira
Pagi ini hujan. Seperti biasa Olivia berangkat ke sekolah dengan mobil jemputannya. Tapi, kali ini ia sudah menunggu mobil jemputannya lama sekali, hampir satu setengah jam. Sebentar-sebentar Olivia melirik jam yang melingkar di tangannya. ”Aduuh lama sekali!” kata Olivia dalam hati. Tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Wite. Tak lama kemudian....”Tiin...Tiin..”. ”Aaaah, akhirnya datang juga, kenapa lama banget sih?” tanya Olivia sambil melompat masuk ke dalam mobil. ”Ini kan hujan, jadi om nggak bisa kencang, maaf ya Liv” Om Diro supir jemputan itu menjawab pelan.
Mobil jemputan benar-benar berjalan lambat. Beberapa saat kemudian Olivia baru sadar kalau jalan di sekelilingnya sudah dipenuhi air. ”Yah banjiir, gimana nih om? putar balik ke rumah aja deh Om. Tapi yang lain gimana?” tanya Olivia dengan cemas. ”Udah, tenang aja Liv. Pasti ada jalan buat keluar dari sini” jawab Om Diro menenangkan. Pelan-pelan Om Diro memutar mobilnya masuk ke gang kecil. ”Wah Om Diro cari jalan pintas ” kata Olivia dalam hati. Tanpa terasa mobil sudah mulai keluar dari banjir, jalannyapun semakin laju.
”Hah banjir lagi? Ya allah tolong dong! Bismillah mudah-mudahan bisa” Ucap Olivia penuh harap. Teman-temanpun ikut tegang. Semua kendaraan berjalan amat lambat. Bahkan ada sepeda motor yang harus didorong karena macet. Dan.... ”Alhamdulillah, akhirnya bisa....” Sambil mengucap syukur Olivia melirik jam yang ada di tangannya. Takut terlambat. ”Ya Allah sudah jam 07.30 , terlambat deh! Olivia terkejut.
Sampai di sekolah.....”Alhamdulillah sampai juga di sekolah. Tapi telat. Ah nggak apa-apa yang penting selamat dan masih bisa belajar” Kata Olivia dalam hati sambil berlarimenuju kelas. ”Yang penting....NGGAK DI HUKUM he...he...he...”.
Pagi ini hujan. Seperti biasa Olivia berangkat ke sekolah dengan mobil jemputannya. Tapi, kali ini ia sudah menunggu mobil jemputannya lama sekali, hampir satu setengah jam. Sebentar-sebentar Olivia melirik jam yang melingkar di tangannya. ”Aduuh lama sekali!” kata Olivia dalam hati. Tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Wite. Tak lama kemudian....”Tiin...Tiin..”. ”Aaaah, akhirnya datang juga, kenapa lama banget sih?” tanya Olivia sambil melompat masuk ke dalam mobil. ”Ini kan hujan, jadi om nggak bisa kencang, maaf ya Liv” Om Diro supir jemputan itu menjawab pelan.
Mobil jemputan benar-benar berjalan lambat. Beberapa saat kemudian Olivia baru sadar kalau jalan di sekelilingnya sudah dipenuhi air. ”Yah banjiir, gimana nih om? putar balik ke rumah aja deh Om. Tapi yang lain gimana?” tanya Olivia dengan cemas. ”Udah, tenang aja Liv. Pasti ada jalan buat keluar dari sini” jawab Om Diro menenangkan. Pelan-pelan Om Diro memutar mobilnya masuk ke gang kecil. ”Wah Om Diro cari jalan pintas ” kata Olivia dalam hati. Tanpa terasa mobil sudah mulai keluar dari banjir, jalannyapun semakin laju.
”Hah banjir lagi? Ya allah tolong dong! Bismillah mudah-mudahan bisa” Ucap Olivia penuh harap. Teman-temanpun ikut tegang. Semua kendaraan berjalan amat lambat. Bahkan ada sepeda motor yang harus didorong karena macet. Dan.... ”Alhamdulillah, akhirnya bisa....” Sambil mengucap syukur Olivia melirik jam yang ada di tangannya. Takut terlambat. ”Ya Allah sudah jam 07.30 , terlambat deh! Olivia terkejut.
Sampai di sekolah.....”Alhamdulillah sampai juga di sekolah. Tapi telat. Ah nggak apa-apa yang penting selamat dan masih bisa belajar” Kata Olivia dalam hati sambil berlarimenuju kelas. ”Yang penting....NGGAK DI HUKUM he...he...he...”.
CERITA SEBELUM TIDUR
By Ira
Setiap kali adik Rima mau tidur, aku selalu terganggu dengan kebiasaannya mendengarkan cerita. Dia tak bisa tidur sebelum mendengarkan cerita dari mama. Seperti malam ini Rima minta mama untuk bercerita tentang ”Raja yang Sombong”. Padahal aku masih belum juga selesai mengerjakan Pr ku karena susah banget. ”Aduuh tambah nggak bisa konsentrasi dong. Uuh anak kecil, kenapa mau tidur aja repot banget” pikirku kesal.
Sudah setengah cerita dibacakan oleh mama, dan aku belum juga bisa menyelesaikan Prku. Tapi.... sepertinya cerita itu seru juga...Tak terasa, badanku sudah tergeletak diujung tempat tidur....waah baguus...
”Haaah, sudah pagii..., Pr ku” Aku segera berlari ke kamar keci untuk wudhu, lalu sholat shubuh. Segera kuraih pekerjaan yang belum kuselesaikan tadimalam. ”Ternyata mudah.. kenapa tadi malam kelihatan susah banget ya....” Dengan semangat aku bersiap untu berangkat sekolah. Sambil menghabiskan sarapan kulihat mama tersenyum padaku ”Ma, ternyata menyenangkan ya mendengarkan cerita sebelum tidur” kataku pada mama. ”Iya, makanya kalau Rima minta cerita jangan suka protes ya!” jawab mama lembut. ”Oke deh, aku janji.
Setiap kali adik Rima mau tidur, aku selalu terganggu dengan kebiasaannya mendengarkan cerita. Dia tak bisa tidur sebelum mendengarkan cerita dari mama. Seperti malam ini Rima minta mama untuk bercerita tentang ”Raja yang Sombong”. Padahal aku masih belum juga selesai mengerjakan Pr ku karena susah banget. ”Aduuh tambah nggak bisa konsentrasi dong. Uuh anak kecil, kenapa mau tidur aja repot banget” pikirku kesal.
Sudah setengah cerita dibacakan oleh mama, dan aku belum juga bisa menyelesaikan Prku. Tapi.... sepertinya cerita itu seru juga...Tak terasa, badanku sudah tergeletak diujung tempat tidur....waah baguus...
”Haaah, sudah pagii..., Pr ku” Aku segera berlari ke kamar keci untuk wudhu, lalu sholat shubuh. Segera kuraih pekerjaan yang belum kuselesaikan tadimalam. ”Ternyata mudah.. kenapa tadi malam kelihatan susah banget ya....” Dengan semangat aku bersiap untu berangkat sekolah. Sambil menghabiskan sarapan kulihat mama tersenyum padaku ”Ma, ternyata menyenangkan ya mendengarkan cerita sebelum tidur” kataku pada mama. ”Iya, makanya kalau Rima minta cerita jangan suka protes ya!” jawab mama lembut. ”Oke deh, aku janji.
Ternyata Pak Penjaga
Sepulang sekolah, seperti biasa Frisca, anak satu-satunya ini yg selalu dimanja tak pernah lepas dengan pembantu yang selalu mengurusinya. Tapi, kali ini Frisca tidak lagi bertemu dengan pembantunya. Kali ini ia harus membantu mama & papanya, karena ia akan pindah ke Jakarta.
Setelah selesai membantu, Frisca baru bertanya “ma,pa bi Siti (pembantunya) ke mana?” dengan enteng mama menjawab “bi Siti pulang tap…..” belum selesai mama menjawab Frisca sudah menyahut. “Hah… pulang?” Friska kaget dan tidak mendengarkan lanjutan cerita mamanya yang belum selesai “Friska sayang jangan memotong jika orangtua sedang bicara ya sayang, lagi pula nanti bi Siti juga ikut ke Jakarta kok” jelas mama panjang lebar. “yes untung aja ikut. “Eee, soal yang tadi maaf ya ma! Habis, Friska takut kalo nanti di rumah Jakarta yang ada banyak hantunya, soalnya temen Friska banyak yang bilang kalo disana ada banyak hantu. Bahkan ada hantu kepala bunting, iii……”sambung Friska. Lalu mama tertawa “ha….ha…ha… itu kan Cuma cerita belum tentu beneran, ya sudah kalau begitu kita berangkat yuk!”
Setelah sampai di Jakarta, Friska langsung saja ambruk dikasur karena ia lelah. Tidak lama kemudian bi siti membangunkan Friska “non…..bangun non… nanti mau tidur sama siapa?” sambil mengucek mata Friska lalu menjawab “sama bibi aja deh!” jawab Friska. “Ya udah kalau begitu kita makan yuk!” ajak bi Siti. “Gak bi” tolak Friska.
Kemudian, detik demi menit demi jam Friska hanya melamun memikirkan “apakah ada hantu?” tanyanya dalam hati. Setelah lama memikirkan masalah itu lalu friska melihat jam ternyata sudah jam 22.30 friska langsung kaget, Ia memanggil bi Siti dan mengajaknya tidur. Tapi, sebelum tidur Friska melihat pemandangan yang ada diluar, seperti ada bayangan yang bergerak-gerak. Setelah lama friska memandang , Friska baru sadar kalau ada ayunan yang bergerak sendiri dan ada cahaya dari sebuah senter lalu friska menunjukan ke bi Siti “Bi i..i..itu bi ada ayunan gerak sendiri trus ada cahaya senter bi” kata Friska agak takut. “Ah ,masak sih non? Eh benar juga” jawab bibi kaget.
Sambil membawa rasa takutnya, tak lama kemudian mereka pun tertidur. Setelah jam 02.39, Friska lalu terbangun, ia langsung membangunkan bi Siti “Bibi bangun bi, aku haus nih” kata Friska. “iya non” jawab bi Siti sambil langsung mengantarkan Friska ke dapur. Setelah sampai di dapur, Friska mendengar suara “tok tok tok. Apa ada orang?” ada suara dari luar sana. “Hah siapa itu?” Tanya bi siti. “Mungkin se…se..setan bi!” jawab friska ketakutan. “Coba kita bukain aja”, jawab bi Sitimemberanikan diri. “Setuju bi”.
Sambil berbicara dengan mata tertutup karena takut “krek” suara pintu dibuka “Hah bapak siapa ya?” Friska sambil membuka mata dan langsung bertanya. “Saya bukan hantu kok non!, saya bapak penjaga disini!” jawab pak penjaga. “Oh…..dari tadi yang naik ayunan trus ada cahaya senter itu ternyata pak penjaga?” tanya Friska balik, “iya non, bahkan setiap malam kalau saya lagi tugas jaga.” Jawab pak penjaga. “Sekarang tidur lagi yuk!” ajak Friska. “Lho….tadi katanya mau minum?” tanya bi Siti bingung. “Nggak jadi bi…jawabnya sambil berjalan menuju kamar lagi.
Setelah selesai membantu, Frisca baru bertanya “ma,pa bi Siti (pembantunya) ke mana?” dengan enteng mama menjawab “bi Siti pulang tap…..” belum selesai mama menjawab Frisca sudah menyahut. “Hah… pulang?” Friska kaget dan tidak mendengarkan lanjutan cerita mamanya yang belum selesai “Friska sayang jangan memotong jika orangtua sedang bicara ya sayang, lagi pula nanti bi Siti juga ikut ke Jakarta kok” jelas mama panjang lebar. “yes untung aja ikut. “Eee, soal yang tadi maaf ya ma! Habis, Friska takut kalo nanti di rumah Jakarta yang ada banyak hantunya, soalnya temen Friska banyak yang bilang kalo disana ada banyak hantu. Bahkan ada hantu kepala bunting, iii……”sambung Friska. Lalu mama tertawa “ha….ha…ha… itu kan Cuma cerita belum tentu beneran, ya sudah kalau begitu kita berangkat yuk!”
Setelah sampai di Jakarta, Friska langsung saja ambruk dikasur karena ia lelah. Tidak lama kemudian bi siti membangunkan Friska “non…..bangun non… nanti mau tidur sama siapa?” sambil mengucek mata Friska lalu menjawab “sama bibi aja deh!” jawab Friska. “Ya udah kalau begitu kita makan yuk!” ajak bi Siti. “Gak bi” tolak Friska.
Kemudian, detik demi menit demi jam Friska hanya melamun memikirkan “apakah ada hantu?” tanyanya dalam hati. Setelah lama memikirkan masalah itu lalu friska melihat jam ternyata sudah jam 22.30 friska langsung kaget, Ia memanggil bi Siti dan mengajaknya tidur. Tapi, sebelum tidur Friska melihat pemandangan yang ada diluar, seperti ada bayangan yang bergerak-gerak. Setelah lama friska memandang , Friska baru sadar kalau ada ayunan yang bergerak sendiri dan ada cahaya dari sebuah senter lalu friska menunjukan ke bi Siti “Bi i..i..itu bi ada ayunan gerak sendiri trus ada cahaya senter bi” kata Friska agak takut. “Ah ,masak sih non? Eh benar juga” jawab bibi kaget.
Sambil membawa rasa takutnya, tak lama kemudian mereka pun tertidur. Setelah jam 02.39, Friska lalu terbangun, ia langsung membangunkan bi Siti “Bibi bangun bi, aku haus nih” kata Friska. “iya non” jawab bi Siti sambil langsung mengantarkan Friska ke dapur. Setelah sampai di dapur, Friska mendengar suara “tok tok tok. Apa ada orang?” ada suara dari luar sana. “Hah siapa itu?” Tanya bi siti. “Mungkin se…se..setan bi!” jawab friska ketakutan. “Coba kita bukain aja”, jawab bi Sitimemberanikan diri. “Setuju bi”.
Sambil berbicara dengan mata tertutup karena takut “krek” suara pintu dibuka “Hah bapak siapa ya?” Friska sambil membuka mata dan langsung bertanya. “Saya bukan hantu kok non!, saya bapak penjaga disini!” jawab pak penjaga. “Oh…..dari tadi yang naik ayunan trus ada cahaya senter itu ternyata pak penjaga?” tanya Friska balik, “iya non, bahkan setiap malam kalau saya lagi tugas jaga.” Jawab pak penjaga. “Sekarang tidur lagi yuk!” ajak Friska. “Lho….tadi katanya mau minum?” tanya bi Siti bingung. “Nggak jadi bi…jawabnya sambil berjalan menuju kamar lagi.
Percaya Diri Dong !
By Izza
Hari ini, di sekolah Arni sangat ramai. Terutama anak kelas 4. Pagi ini anak kelas 4 mendapat pengumuman lomba menggambar. Arni, Vita dan Ina pun tak ketinggalan. Tapi ternyata Arni berbuat curang. Karena ingin menang, diam-diam ia berniat untuk minta tolong pada Nolly untuk menggambarkan. Nolly memang terkenal paling jago menggambar di kelas.
Sepulang sekolah, Arni langsung berlari menuju rumah Nolly. ”Semoga saja ia mengijinkanku” pikir Arni dalam hati sambil mengetuk pintu dan memberi salam. Dari balik pintu Nolly muncul sambil menyapa ”Wa’alaikummussalam, eh Arni. Ada apa Ar?”. ”Ee...begini. Aku mau minta tolong digambarkan untuk lomba nanti. Aku kan nggak bisa gambar”. Kata Arni sambil berharap bahwa jawabannya adalah ”Iya”. ”Loh, kan nggak boleh digambarin. Itu sama saja kamu bohong” jawab Nolly. ”Ya udah deh” Arni pulang tanpa hasil. ”Kalau aku menggambar sendiri aku tak yakin gambarku akan di pajang di sekolah” pikir Arni. Ia takut tak bisa memenangkan lomba itu.
Sampai di rumah ia menceritakan kegelisahannya pada mama dan papanya. ”Gambar Arni kan jelek. Nggak mungkin akan terpilih untuk di pajang di sekolah” kata Arni sambil menahan kesal. ”Kalau kita tidak berusaha ya tidak akan pernah bisa. Arni harus percaya diri dong” kata mama menasehati. ”Iya betul kata mama, kita harus berusaha dan percaya diri” tambah papa. Arni pun bangkit menuju perpustakaan, mengambil kertas HVS. Ia mulai menggambar. Menggambar pemandangan lagi. Ah, sama saja. Apa lagi yang akan Arni lakukan?
....Tinggal 1 hari lagi
Tinggal satu hari lagi lomba akan dilaksanakan. Arni tak mau lagi perduli apakah gambarnya bagus atau jelek. Tak ada pilihan lain. Ia menyelesaikan gambarnya.
Keesokan paginya ia mengumpulkan gambar itu. ”Aku pasti kalah” kata Arni. ”Kamu harus percaya diri” Mira menyahut.
Treet...teeeet...teeeet...
Bel masuk berbunyi. Wah pemenangnya udah hampir diumumkan. Dan... ”Juara pertama jatuh pada Nolly, juara ke dua....Arni......” bu guru mengumumkan semua pemenangnya. ”Tuh kan aku kalah” kata Arni pada Mira. ”Loh kamu juara 2 kan. Bersyukur dong. Terus lain kali berusaha” Mira menasehati. Dasar Arni, sudah juara 2 masih nggak bersyukur.
Hari ini, di sekolah Arni sangat ramai. Terutama anak kelas 4. Pagi ini anak kelas 4 mendapat pengumuman lomba menggambar. Arni, Vita dan Ina pun tak ketinggalan. Tapi ternyata Arni berbuat curang. Karena ingin menang, diam-diam ia berniat untuk minta tolong pada Nolly untuk menggambarkan. Nolly memang terkenal paling jago menggambar di kelas.
Sepulang sekolah, Arni langsung berlari menuju rumah Nolly. ”Semoga saja ia mengijinkanku” pikir Arni dalam hati sambil mengetuk pintu dan memberi salam. Dari balik pintu Nolly muncul sambil menyapa ”Wa’alaikummussalam, eh Arni. Ada apa Ar?”. ”Ee...begini. Aku mau minta tolong digambarkan untuk lomba nanti. Aku kan nggak bisa gambar”. Kata Arni sambil berharap bahwa jawabannya adalah ”Iya”. ”Loh, kan nggak boleh digambarin. Itu sama saja kamu bohong” jawab Nolly. ”Ya udah deh” Arni pulang tanpa hasil. ”Kalau aku menggambar sendiri aku tak yakin gambarku akan di pajang di sekolah” pikir Arni. Ia takut tak bisa memenangkan lomba itu.
Sampai di rumah ia menceritakan kegelisahannya pada mama dan papanya. ”Gambar Arni kan jelek. Nggak mungkin akan terpilih untuk di pajang di sekolah” kata Arni sambil menahan kesal. ”Kalau kita tidak berusaha ya tidak akan pernah bisa. Arni harus percaya diri dong” kata mama menasehati. ”Iya betul kata mama, kita harus berusaha dan percaya diri” tambah papa. Arni pun bangkit menuju perpustakaan, mengambil kertas HVS. Ia mulai menggambar. Menggambar pemandangan lagi. Ah, sama saja. Apa lagi yang akan Arni lakukan?
....Tinggal 1 hari lagi
Tinggal satu hari lagi lomba akan dilaksanakan. Arni tak mau lagi perduli apakah gambarnya bagus atau jelek. Tak ada pilihan lain. Ia menyelesaikan gambarnya.
Keesokan paginya ia mengumpulkan gambar itu. ”Aku pasti kalah” kata Arni. ”Kamu harus percaya diri” Mira menyahut.
Treet...teeeet...teeeet...
Bel masuk berbunyi. Wah pemenangnya udah hampir diumumkan. Dan... ”Juara pertama jatuh pada Nolly, juara ke dua....Arni......” bu guru mengumumkan semua pemenangnya. ”Tuh kan aku kalah” kata Arni pada Mira. ”Loh kamu juara 2 kan. Bersyukur dong. Terus lain kali berusaha” Mira menasehati. Dasar Arni, sudah juara 2 masih nggak bersyukur.
Anak Sombong
By Kama
Aanak sombong itu bernama Beni. Dia adalah anak terkaya di SD Kartini. Dia suka sekali memamerkan dirinya pada temannya.
Suatu hari.......
”Kemana sih supirku... lama banget!” Beni menggerutu karena terlambat dijemput. .....”Maaf mas Beni saya terlambat” kata supirnya begitu sampai di sekolah. ”Maaf, maaf, memangnya bisa diselesaikan dengan maaf?” kata Beni ketus.
Di rumah...
”Ayah..ibu, uang jajanku di tambah dong!” pinta Beni. ”Iya.. tapi kamu harus rajin belajar ya!” Kata ibu. ”Iyaaa” jawab Beni ringan. Tapi malam itu Beni tak belajar. Ia malah nonton TV. Aduuh kenapa sih Beni begitu.
Benar saja ia lupa mengerjakan Prnya. Bu Gurupun marah. Beni juga tak pernah bersikap baik pada temannya. Ia suka membentak bahkan menghardik. Ia selalu pilih-pilih teman. Temannya hanya orang kaya saja.
Sesampai di rumah biasanya ia selalu ada permintaan yang diajukan pada ayah dan ibunya. Tapi tidak seperti biasanya. Siang ini ayah tak menjawab permintaan Beni. ”Maaf Beni, ayah tak bisa memenuhi permintaanmu lagi. Ayah sekarang sudah bangkrut. Kita tak lagi punya perusahaan, rumah bahkan mobil juga. Ayah tak tahu lagi harus tinggal di mana” kata ayah lesu. Berita itu benar-benar mengejutkan Beni. Jadi aku tinggal di mana? Beni mencoba meminta pertolongan pada teman-temannya tapi mereka tak mau membantu. Hanya ada seorang temannya, ia adalah teman Beni yang paling miskin dan paling di sakiti. ”Terima kasih teman, aku janji aku tak akan sombong lagi. Maaf kalau selama ini aku tak pernah bersikap baik padamu” kata Beni. Merekapun berpelukan terharu.
Aanak sombong itu bernama Beni. Dia adalah anak terkaya di SD Kartini. Dia suka sekali memamerkan dirinya pada temannya.
Suatu hari.......
”Kemana sih supirku... lama banget!” Beni menggerutu karena terlambat dijemput. .....”Maaf mas Beni saya terlambat” kata supirnya begitu sampai di sekolah. ”Maaf, maaf, memangnya bisa diselesaikan dengan maaf?” kata Beni ketus.
Di rumah...
”Ayah..ibu, uang jajanku di tambah dong!” pinta Beni. ”Iya.. tapi kamu harus rajin belajar ya!” Kata ibu. ”Iyaaa” jawab Beni ringan. Tapi malam itu Beni tak belajar. Ia malah nonton TV. Aduuh kenapa sih Beni begitu.
Benar saja ia lupa mengerjakan Prnya. Bu Gurupun marah. Beni juga tak pernah bersikap baik pada temannya. Ia suka membentak bahkan menghardik. Ia selalu pilih-pilih teman. Temannya hanya orang kaya saja.
Sesampai di rumah biasanya ia selalu ada permintaan yang diajukan pada ayah dan ibunya. Tapi tidak seperti biasanya. Siang ini ayah tak menjawab permintaan Beni. ”Maaf Beni, ayah tak bisa memenuhi permintaanmu lagi. Ayah sekarang sudah bangkrut. Kita tak lagi punya perusahaan, rumah bahkan mobil juga. Ayah tak tahu lagi harus tinggal di mana” kata ayah lesu. Berita itu benar-benar mengejutkan Beni. Jadi aku tinggal di mana? Beni mencoba meminta pertolongan pada teman-temannya tapi mereka tak mau membantu. Hanya ada seorang temannya, ia adalah teman Beni yang paling miskin dan paling di sakiti. ”Terima kasih teman, aku janji aku tak akan sombong lagi. Maaf kalau selama ini aku tak pernah bersikap baik padamu” kata Beni. Merekapun berpelukan terharu.
RAHASIA RARA
By Lavi
Namaku Leon. Aku memiliki teman yang bernama Rara. Rara anak periang, baik, cantik, lucu dan lincah. Jangan salah kalau teman-teman banyak yang suka. ”Rara, pulang yuk” ajakku. ”Ayo” kata Rara senang. Seperti biasa aku, Rara, Priska, Dewi dan Matharia selalu pulang bersama. Dan siang ini pun begitu, tapi tanpa Dewi. Oh ya, Dewi adalah temanku yang paling pendiam, tapi anaknya baik. Hari ini Dewi tak bersama kami karena harus menjaga neneknya yang sedang sakit. Nek Tinah namanya. Dan siang ini kami mau mampir dulu ke rumah Nek Tinah.
”Priska! Rara! Martha! Leon!” jerit Dewi gembira. ”Leon?...Wii..ada anak laki-laki ya? Tanya nek Tinah dari dalam kamar. ”Bukan nek..bukan. Namanya memang begitu. Tapi Leon anak perempuan..yang tomboy..” jawab Dewi menjelaskan. ”Assalamu’alaikum Nek” sapa kami. ”Ini Leon, martha, Priska dan Rara...”
”Raraa.....?’ Nek Tinah agak berteriak. Tapi Rara jadi pucat sekali ketika melihat nek Tinah. Rara seperti tak sadar, di lemparnya tas sekolah ke arah nek Tinah, dan langsung berlari pulang. ”Raraaa..” jerit Priska panik. ”Rara.. kembalii...!” nek Tinahpun ikut menjerit. ”sini kamu anak durhaka!” teriak nek Tinah lagi. Siang itu benar-benar aneh. Ada apa sih!!
Pagi ini Rara bersikap aneh lagi. Dia memakai kalung seperti anjing. Rambutnya berantakan. Diam menyeramkan. ”Ra, kamu kenapa? Tapi kamu cantik loh hari ini”. ”Plaakkk..” bukannya ucapan terima kasih yang diterima Priska, tapi malah tamparan. Rara pun tanpa rasa bersalah langsung pergi. ”sebaiknya kita buat rencana untuk menyelidiki ada masalah apa?” usul Martha. ”Nggak usah” jawabku sambil berlari menyusul Rara.
”.......bagus, begitu baru namanya anak jahat. Nenek senang melihatmu begitu. Semakin banyak teman yang jadi jahat seperti kamu, nenek semakin senang” kata seseorang sambil tertawa. ”Ah, ternyata Nek Tinah? Kenapa dia bilang begitu?” tanyaku dalam hati. Pasti ada yang nggak beres. Aku harus telpon pak polisi.
Ternyata Nek Tinah adalah manusia iblis yang suka mempengaruhi anak jadi jahat. Tapi kenapa Dewi nggak tahu? Ah, sudah lah. Sekarang aku lega karena semua kembali normal.
Namaku Leon. Aku memiliki teman yang bernama Rara. Rara anak periang, baik, cantik, lucu dan lincah. Jangan salah kalau teman-teman banyak yang suka. ”Rara, pulang yuk” ajakku. ”Ayo” kata Rara senang. Seperti biasa aku, Rara, Priska, Dewi dan Matharia selalu pulang bersama. Dan siang ini pun begitu, tapi tanpa Dewi. Oh ya, Dewi adalah temanku yang paling pendiam, tapi anaknya baik. Hari ini Dewi tak bersama kami karena harus menjaga neneknya yang sedang sakit. Nek Tinah namanya. Dan siang ini kami mau mampir dulu ke rumah Nek Tinah.
”Priska! Rara! Martha! Leon!” jerit Dewi gembira. ”Leon?...Wii..ada anak laki-laki ya? Tanya nek Tinah dari dalam kamar. ”Bukan nek..bukan. Namanya memang begitu. Tapi Leon anak perempuan..yang tomboy..” jawab Dewi menjelaskan. ”Assalamu’alaikum Nek” sapa kami. ”Ini Leon, martha, Priska dan Rara...”
”Raraa.....?’ Nek Tinah agak berteriak. Tapi Rara jadi pucat sekali ketika melihat nek Tinah. Rara seperti tak sadar, di lemparnya tas sekolah ke arah nek Tinah, dan langsung berlari pulang. ”Raraaa..” jerit Priska panik. ”Rara.. kembalii...!” nek Tinahpun ikut menjerit. ”sini kamu anak durhaka!” teriak nek Tinah lagi. Siang itu benar-benar aneh. Ada apa sih!!
Pagi ini Rara bersikap aneh lagi. Dia memakai kalung seperti anjing. Rambutnya berantakan. Diam menyeramkan. ”Ra, kamu kenapa? Tapi kamu cantik loh hari ini”. ”Plaakkk..” bukannya ucapan terima kasih yang diterima Priska, tapi malah tamparan. Rara pun tanpa rasa bersalah langsung pergi. ”sebaiknya kita buat rencana untuk menyelidiki ada masalah apa?” usul Martha. ”Nggak usah” jawabku sambil berlari menyusul Rara.
”.......bagus, begitu baru namanya anak jahat. Nenek senang melihatmu begitu. Semakin banyak teman yang jadi jahat seperti kamu, nenek semakin senang” kata seseorang sambil tertawa. ”Ah, ternyata Nek Tinah? Kenapa dia bilang begitu?” tanyaku dalam hati. Pasti ada yang nggak beres. Aku harus telpon pak polisi.
Ternyata Nek Tinah adalah manusia iblis yang suka mempengaruhi anak jadi jahat. Tapi kenapa Dewi nggak tahu? Ah, sudah lah. Sekarang aku lega karena semua kembali normal.
BAJU IBU
By Lia
Pagi itu Lala sedang asyik memakai pacar kuku di samping jemuran. Tiba-tiba ”....dung..dung..treek..” suara gendang adiknya membuat tanah bergetar sehingga pacar kuku yang di atas meja tumpah. ”Ahh, baju ibui!!” teriak Lala. Rupanya dibawah meja taman ada baju putih ibu yang hendak dicuci. ”Duuh, gimana nih? Pikir Lala bingung. ” Cuci pakai Rinso noda membandel ah” kata Lala dalam hati. Lala langsung membasahi baju itu dan menyikatnya. ”Waduh, nggak ilang!!.. Coba ku rendam aja dulu” Lala tak kehabisan akal untuk membersihkan noda itu.
3 jam sudah lewat. Lala kembali melihat baju ibu. ”Waah hebat, nodanya tinggal sedikit” Lala berteriak pada dirinya sendiri. ”Coba ku rendam pakai pemutih, mudah-mudahan bisa bersih lagi” lala memang sering membantu ibu, sehingga apapun yang dikerjakan ibu Lala memperhatikan.
”Alhamdulillah, sekarang sudah bersih. Tinggal menjemur deh” Setelah kering, Lala menyetrika baju itu. Lalu ia menulis kartu ucapan yang bunyinya gini: Ibu maafkan Lala, Lala sudah mengotori baju ibu. Tapi sudah Lala bersihkan kok. Salam Lala.
Pagi itu Lala sedang asyik memakai pacar kuku di samping jemuran. Tiba-tiba ”....dung..dung..treek..” suara gendang adiknya membuat tanah bergetar sehingga pacar kuku yang di atas meja tumpah. ”Ahh, baju ibui!!” teriak Lala. Rupanya dibawah meja taman ada baju putih ibu yang hendak dicuci. ”Duuh, gimana nih? Pikir Lala bingung. ” Cuci pakai Rinso noda membandel ah” kata Lala dalam hati. Lala langsung membasahi baju itu dan menyikatnya. ”Waduh, nggak ilang!!.. Coba ku rendam aja dulu” Lala tak kehabisan akal untuk membersihkan noda itu.
3 jam sudah lewat. Lala kembali melihat baju ibu. ”Waah hebat, nodanya tinggal sedikit” Lala berteriak pada dirinya sendiri. ”Coba ku rendam pakai pemutih, mudah-mudahan bisa bersih lagi” lala memang sering membantu ibu, sehingga apapun yang dikerjakan ibu Lala memperhatikan.
”Alhamdulillah, sekarang sudah bersih. Tinggal menjemur deh” Setelah kering, Lala menyetrika baju itu. Lalu ia menulis kartu ucapan yang bunyinya gini: Ibu maafkan Lala, Lala sudah mengotori baju ibu. Tapi sudah Lala bersihkan kok. Salam Lala.
Kelinci yang Baik Hati
By Litha
Di hutan tepi desaku, ada seekor kelinci yang baik hati, dia adalah Annisa. Dia selalu memaafkan kesalahan orang lain. Pagi ini, di sekolah Annisa melihat ada kelinci lain yang sedang berkelahi. Annisa langsung berlari menuju tempat kelinci-kelinci itu berkelahi.
”Haloo...kalian yang berkelahi. Jangan berkelahi dong. Nanti kalian terluka” kata Annisa mengingatkan. Tapi mereka masih saja saling menyalahkan. Annisa tak menyerah. Ia tetap berusaha mendamaikan mereka sampai akhirnya mereka pun mau berdamai dan saling memaafkan.
Hebat ya..
Bila di rumah ia melihat adiknya menangis, Annisa selalu siap untuk menghibur. Ia sayang sekali terhadap adiknya.
Aku ingin sekali seperti dia. Kalian pasti juga kan?
Di hutan tepi desaku, ada seekor kelinci yang baik hati, dia adalah Annisa. Dia selalu memaafkan kesalahan orang lain. Pagi ini, di sekolah Annisa melihat ada kelinci lain yang sedang berkelahi. Annisa langsung berlari menuju tempat kelinci-kelinci itu berkelahi.
”Haloo...kalian yang berkelahi. Jangan berkelahi dong. Nanti kalian terluka” kata Annisa mengingatkan. Tapi mereka masih saja saling menyalahkan. Annisa tak menyerah. Ia tetap berusaha mendamaikan mereka sampai akhirnya mereka pun mau berdamai dan saling memaafkan.
Hebat ya..
Bila di rumah ia melihat adiknya menangis, Annisa selalu siap untuk menghibur. Ia sayang sekali terhadap adiknya.
Aku ingin sekali seperti dia. Kalian pasti juga kan?
BEST FRIEND
By Lulu
Pada suatu sore, ada seekor kanguru yang sedang melompat-lompat riang. Ia adalah Urusi kanguru. Uru suka sekali melompat. Ia tidak suka berlari atau berjalan, sebab melompat itu lebih cepat dari pada berlari atau berjalan. Uru si kanguru memiliki sahabat yaitu Ci si kelinci. Keduanya suka melompat.
Sore itu, Uru dan Ci sedang bermain lompat tali. Tiba-tiba tanpa disengaja, tali yang dimainkan Uru mengenai mata Ci. ”Aduuh..mataku sakit!!” teriak Ci si kelinci. ”Maafkan aku Ci, Ku tidak sengaja. Kamu memaafkan aku kan?” tanya Uru. ”Tidak, aku tidak mau memaafkanmu. Kamu jahat sama aku” omel Ci. Saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba Gala si srigala datang menghampiri. :”Kebetulan ada sekor kanguru dan kelinci. Gala lapar nih” kata si Gala. Gala pun mulai mendekati Ci dan Uru yang dari tadi berdebat seru. Gala pun bersiap-siap menerkam Ci dan Uru. Tiba-tiba ”Ciii... Uru... lariiii..ada serigala di belakangmu” dari jauh Rua si beruang berusaha mengingatkan. Uru dan Ci berhenti bertengkar dan berlari sekencang-kencangnya. Tapi Ci terjatuh karena terpeleset kerikil di jalan. Dan Gala semakin mendekat. Uru yang melihat hal itu merasa kasihan. Diam-diam Uru mendekati Gala dari belakang sambil membawa sebatang kayu. Dan...”Rasakan ini....” kayu itu dipukulkan di kepala Gala, hingga bocor. Gala pun mati karena kehabisan darah.
”Mengapa kamu mau menolongku, padahal kamu marah sama aku?” tanya Ci pada Uru. ”Itu semua karena sebenarnya aku sayang kamu. Aku tak mau kehilangan teman sebaik kamu” jawab si Uru. Mereka berdua pun berpelukan. Sejak saat itu mereka tak pernah bertengkar lagi.
Pada suatu sore, ada seekor kanguru yang sedang melompat-lompat riang. Ia adalah Urusi kanguru. Uru suka sekali melompat. Ia tidak suka berlari atau berjalan, sebab melompat itu lebih cepat dari pada berlari atau berjalan. Uru si kanguru memiliki sahabat yaitu Ci si kelinci. Keduanya suka melompat.
Sore itu, Uru dan Ci sedang bermain lompat tali. Tiba-tiba tanpa disengaja, tali yang dimainkan Uru mengenai mata Ci. ”Aduuh..mataku sakit!!” teriak Ci si kelinci. ”Maafkan aku Ci, Ku tidak sengaja. Kamu memaafkan aku kan?” tanya Uru. ”Tidak, aku tidak mau memaafkanmu. Kamu jahat sama aku” omel Ci. Saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba Gala si srigala datang menghampiri. :”Kebetulan ada sekor kanguru dan kelinci. Gala lapar nih” kata si Gala. Gala pun mulai mendekati Ci dan Uru yang dari tadi berdebat seru. Gala pun bersiap-siap menerkam Ci dan Uru. Tiba-tiba ”Ciii... Uru... lariiii..ada serigala di belakangmu” dari jauh Rua si beruang berusaha mengingatkan. Uru dan Ci berhenti bertengkar dan berlari sekencang-kencangnya. Tapi Ci terjatuh karena terpeleset kerikil di jalan. Dan Gala semakin mendekat. Uru yang melihat hal itu merasa kasihan. Diam-diam Uru mendekati Gala dari belakang sambil membawa sebatang kayu. Dan...”Rasakan ini....” kayu itu dipukulkan di kepala Gala, hingga bocor. Gala pun mati karena kehabisan darah.
”Mengapa kamu mau menolongku, padahal kamu marah sama aku?” tanya Ci pada Uru. ”Itu semua karena sebenarnya aku sayang kamu. Aku tak mau kehilangan teman sebaik kamu” jawab si Uru. Mereka berdua pun berpelukan. Sejak saat itu mereka tak pernah bertengkar lagi.
Istana Terkotor
By Nabiel
Di sebuah kota, ada satu sudut kota yang paling kotor, disana berdiri tumpukan batu dan kerikil. Di sebut ISTANA TRUSH. Di sekeliling istana itu banyak terdapat sampah. Karet ban, kaleng, lonceng, botol, plastik dan aneka sampah berserakan di sana.
Di dalam istana itu hidup makhluk yang bernama TRUSH. Ciri-cirinya adalah: mempunyai 2 kaki, badannya berbulu, kaki dan tangannya tidak berbulu, memiliki tanduk dan selalu kotor. Hobinya adalah mengotori istana. Merekapun tak pernah mandi dan menyisir rambutnya.
Di dalam istana itu ada sebuah ruangan yang sangat bersih. Itu adalah satu-satunya tempat yang bersih di istana itu. Di sana tinggal makhluk yang bernama KLISH. Dia selalu menjaga kebersihan. Tak pernah sedikitpun kotorang dibiarkan ada di badan dan ruangannya. Wah kebalikan dengan TRUSH.
Suatu hari datang seekor monster pemakan sampah. Monster itu namanya GRUNK. Ia siap memakan semua sampah termasuk TRUSH, karena ia tak beda dengan sampah. Sebelum GRUNK sempat masuk ke istananya, KLISH mengajak TRUSH untuk membersihkan istananya. Mereka berdua menyapu, ngepel, memunguti sampa, membersihkan dinding. Pokoknya tak ada sampah yang terlewatkan. Setelah itu merekapun membersihkan diri. Selesai mandi mereka mengintip ke luar jendela. Ternyata....GRUNK sudah pergi.. ”Ah lega, aku tak jadi di makan GRUNK” kata TRUSH. Sejak saat itu istana TRUSH tak pernah kotor lagi.
Di sebuah kota, ada satu sudut kota yang paling kotor, disana berdiri tumpukan batu dan kerikil. Di sebut ISTANA TRUSH. Di sekeliling istana itu banyak terdapat sampah. Karet ban, kaleng, lonceng, botol, plastik dan aneka sampah berserakan di sana.
Di dalam istana itu hidup makhluk yang bernama TRUSH. Ciri-cirinya adalah: mempunyai 2 kaki, badannya berbulu, kaki dan tangannya tidak berbulu, memiliki tanduk dan selalu kotor. Hobinya adalah mengotori istana. Merekapun tak pernah mandi dan menyisir rambutnya.
Di dalam istana itu ada sebuah ruangan yang sangat bersih. Itu adalah satu-satunya tempat yang bersih di istana itu. Di sana tinggal makhluk yang bernama KLISH. Dia selalu menjaga kebersihan. Tak pernah sedikitpun kotorang dibiarkan ada di badan dan ruangannya. Wah kebalikan dengan TRUSH.
Suatu hari datang seekor monster pemakan sampah. Monster itu namanya GRUNK. Ia siap memakan semua sampah termasuk TRUSH, karena ia tak beda dengan sampah. Sebelum GRUNK sempat masuk ke istananya, KLISH mengajak TRUSH untuk membersihkan istananya. Mereka berdua menyapu, ngepel, memunguti sampa, membersihkan dinding. Pokoknya tak ada sampah yang terlewatkan. Setelah itu merekapun membersihkan diri. Selesai mandi mereka mengintip ke luar jendela. Ternyata....GRUNK sudah pergi.. ”Ah lega, aku tak jadi di makan GRUNK” kata TRUSH. Sejak saat itu istana TRUSH tak pernah kotor lagi.
Besar Tak Selalu Sok Jagoan
By Nafis
Di sekolahku SD Damai Permai ada seorang anak yang oleh teman-teman di bilang anak nakal. Anak itu memang suka main fisik sama teman. Ia paling ditakuti. Kalau main sama dia pasti ada yang nangis atau ngambek. Biarpun sudah berkali-kali ditegur oleh kepala sekolah tapi tetap saja seperti itu.
”Cito, kamu jangan ganggu orang lain dong. Temen - temen nggak ada yang mau main sama kamu loh” kata Darmawan. Darmawan adalah ketua kelas di kelas ini. Sebenarnya dia pendiam sekali. Tapi karena setiap hari melihat temannya selalu mengeluhkan Cito akhirnya ia memberanikan diri untuk menegurnya juga. Cito terdiam, lalu ” Aku sebenarnya ingin seperti kamu juga, banyak teman. Tapi mereka saja yang suka marah-marah. Cuma kesenggol dikit saja teriak, marah, ngadu. Padahal aku kan nggak sengaja” jawab Cito sedih. ”Oh aku tahu, ini gara-gara badanmu yang besar, jadi biarpun kamu nggak sengaja kenain mereka, tetap saja sakit” jawab Darmawan. ”Coba kamu lebih berhati-hati kalau main dengan teman-teman, kalau ada yang kesakitan karena kena kamu ya kamu harus mau minta maaf. Pasti mereka nggak marah. Coba deh” Darmawan memberi solusi.
Berkat saran Darmawan, kini Cito punya banyak teman. Teman-temanpun jadi suka dengan Cito karena sebenarnya Cito adalah anak yang lucu.
Di sekolahku SD Damai Permai ada seorang anak yang oleh teman-teman di bilang anak nakal. Anak itu memang suka main fisik sama teman. Ia paling ditakuti. Kalau main sama dia pasti ada yang nangis atau ngambek. Biarpun sudah berkali-kali ditegur oleh kepala sekolah tapi tetap saja seperti itu.
”Cito, kamu jangan ganggu orang lain dong. Temen - temen nggak ada yang mau main sama kamu loh” kata Darmawan. Darmawan adalah ketua kelas di kelas ini. Sebenarnya dia pendiam sekali. Tapi karena setiap hari melihat temannya selalu mengeluhkan Cito akhirnya ia memberanikan diri untuk menegurnya juga. Cito terdiam, lalu ” Aku sebenarnya ingin seperti kamu juga, banyak teman. Tapi mereka saja yang suka marah-marah. Cuma kesenggol dikit saja teriak, marah, ngadu. Padahal aku kan nggak sengaja” jawab Cito sedih. ”Oh aku tahu, ini gara-gara badanmu yang besar, jadi biarpun kamu nggak sengaja kenain mereka, tetap saja sakit” jawab Darmawan. ”Coba kamu lebih berhati-hati kalau main dengan teman-teman, kalau ada yang kesakitan karena kena kamu ya kamu harus mau minta maaf. Pasti mereka nggak marah. Coba deh” Darmawan memberi solusi.
Berkat saran Darmawan, kini Cito punya banyak teman. Teman-temanpun jadi suka dengan Cito karena sebenarnya Cito adalah anak yang lucu.
TEMAN LES
By Nia
Nama saya Nia. Saya punya teman les, namanya Zackly. Zackly suka sekali menyanyi. Kalau dia sedang menyanyi, berisiiiik sekali. Seluruh ruangan jadi gaduh. ”Zackly, kalau nyanyi yang bagus dong, berisik tau!” ucap teman saya. Saya dan teman-teman sampai harus menutup telinga kalau dia sudah mulai menyanyi. Setiap waktu mengunggu guru les datang, dia selalu menyanyi. Sampai guru datang dia baru berhenti menyanyi. ”Kamu ini sebenarnya mau les bahasa Inggris atau mau les menyanyi sih?” tanya saya sore itu. ”jangan sampai kulempar sendal ya!” teriak teman saya. Tapi dia tetap bernyanyi dengan suaranya yang aduuuhh...Tanpa menunggu komando spontan semua langsung melemparkan sendal ke arahnya. Eeehhhh dia masih menyanyi. Aduuuhhhh... berisiknya.....!
Nama saya Nia. Saya punya teman les, namanya Zackly. Zackly suka sekali menyanyi. Kalau dia sedang menyanyi, berisiiiik sekali. Seluruh ruangan jadi gaduh. ”Zackly, kalau nyanyi yang bagus dong, berisik tau!” ucap teman saya. Saya dan teman-teman sampai harus menutup telinga kalau dia sudah mulai menyanyi. Setiap waktu mengunggu guru les datang, dia selalu menyanyi. Sampai guru datang dia baru berhenti menyanyi. ”Kamu ini sebenarnya mau les bahasa Inggris atau mau les menyanyi sih?” tanya saya sore itu. ”jangan sampai kulempar sendal ya!” teriak teman saya. Tapi dia tetap bernyanyi dengan suaranya yang aduuuhh...Tanpa menunggu komando spontan semua langsung melemparkan sendal ke arahnya. Eeehhhh dia masih menyanyi. Aduuuhhhh... berisiknya.....!
PERTENGKARAN RECCA DAN KUREI
By Odi
Pada zaman dahulu lahirlah anak dari Riana yang bernama Kurei. Ada satu lagi seorang anak laki-laki dari Kagerouy yang bernama Recca Hanabisni. Pada usia ke 2 tahun mereka memiliki kekuatan bisa mengeluarkan api dari tangannya.
13 tahun kemudian zaman sudah modern. Kurei dan Recca memendam kemarahan diantara merekan. Sampai-sampai Kurei punya niat untuk membunuh Recca dengan apinya. Kureipun menyelenggarakan turnamen gelap agar orang tidak tahu niatnya untuk membunuh Recca.
”MULAI...!!!!” turnamen di mulai. Kurei dan Reca bertarung dengan sengit. Kurei langsung mengeluarkan apinya ”Kureinai.....keluarlaaahh...” api itu segera mengejar Recca. Reccapun menyambut seranganitu dengan api Reeshinnya. Pertarungan di turnamen gelap hancur. Kedua anak itu terbakar oleh api mereka. Tak ada yang menang.....
Pada zaman dahulu lahirlah anak dari Riana yang bernama Kurei. Ada satu lagi seorang anak laki-laki dari Kagerouy yang bernama Recca Hanabisni. Pada usia ke 2 tahun mereka memiliki kekuatan bisa mengeluarkan api dari tangannya.
13 tahun kemudian zaman sudah modern. Kurei dan Recca memendam kemarahan diantara merekan. Sampai-sampai Kurei punya niat untuk membunuh Recca dengan apinya. Kureipun menyelenggarakan turnamen gelap agar orang tidak tahu niatnya untuk membunuh Recca.
”MULAI...!!!!” turnamen di mulai. Kurei dan Reca bertarung dengan sengit. Kurei langsung mengeluarkan apinya ”Kureinai.....keluarlaaahh...” api itu segera mengejar Recca. Reccapun menyambut seranganitu dengan api Reeshinnya. Pertarungan di turnamen gelap hancur. Kedua anak itu terbakar oleh api mereka. Tak ada yang menang.....
Kontes Ratu Serangga
By Ola
Di negeri serangga sedang diadakan kontes ratu serangga. Para serangga mendaftarkan diri untuk ikut kontes itu. Koko ulat pun juga ingin menjadi ratu serangga. Ia pun mendaftarkan diri. Tetapi Musi si capung berkata ”Hai Koko, untuk apa kamu di sini? Kamu mau mendaftar? Apa kamu tidak melihat dirimu? Kamu itu menjijikkan”. ”Tolonglah aku Musi, aku ingin sekali menjadi ratu serangga” jawab Koko. ”Baiklah, kamu ku beri waktu 3 hari untuk memperbaiki penampilanmu yang menjijikkan itu” jawab Musi.
Setelah 3 hari berlalu ia pun menemui Musi lagi. ”Apa aku sudah boleh mengikuti kontes ratu serangga?” tanya Koko pada Musi. ”Ha..siapa kau?” Musi keheranan. ”Aku Koko si ulat. Sekarang aku telah menjadi kupu-kupu. Bagaimana, bolehkan aku ikut kontes ?” Koko menjelaskan. ”Baiklah, silahkan mendaftar” jawab Musi terkagum-kagum melihat penampilan baru Koko. Dan kalian pasti bisa menebak siapa yang memenangkan kontes. Pastilah si Koko. Kini Koko sangat bahagia.
Di negeri serangga sedang diadakan kontes ratu serangga. Para serangga mendaftarkan diri untuk ikut kontes itu. Koko ulat pun juga ingin menjadi ratu serangga. Ia pun mendaftarkan diri. Tetapi Musi si capung berkata ”Hai Koko, untuk apa kamu di sini? Kamu mau mendaftar? Apa kamu tidak melihat dirimu? Kamu itu menjijikkan”. ”Tolonglah aku Musi, aku ingin sekali menjadi ratu serangga” jawab Koko. ”Baiklah, kamu ku beri waktu 3 hari untuk memperbaiki penampilanmu yang menjijikkan itu” jawab Musi.
Setelah 3 hari berlalu ia pun menemui Musi lagi. ”Apa aku sudah boleh mengikuti kontes ratu serangga?” tanya Koko pada Musi. ”Ha..siapa kau?” Musi keheranan. ”Aku Koko si ulat. Sekarang aku telah menjadi kupu-kupu. Bagaimana, bolehkan aku ikut kontes ?” Koko menjelaskan. ”Baiklah, silahkan mendaftar” jawab Musi terkagum-kagum melihat penampilan baru Koko. Dan kalian pasti bisa menebak siapa yang memenangkan kontes. Pastilah si Koko. Kini Koko sangat bahagia.
Monday, August 6, 2007
ROZAK DAN GERMBOLAN SI PERAMPOK
PADA SUATU HARI ROZAK DAN 4 ORANG TEMANNYA BERMAIN LAYANG-LAYANG. LAYANGAN ROZAK PUTUS. IA MENGEJAR LANYANGANNYA. TERNYATA LAYANG-LAYANG ROZAK JATUH DI ATAS MOBIL ORANG. IA BERMAKSUD MENGAMBILNYA, TAPI DARI DALAM RUMAH ADA SESUATU YANG MENCURIGAKAN. TERNYATA RUMAH ITU SEDANG DIRAMPOK.
ROZAK PUN MEMBERITAHUKAN PADA 2 ORANG TEMANNYA. MEREKA MELAPOR KE SATPAM TERDEKAT DAN MEMBUAT JEBAKAN. SALAH SATU TEMAN ROZAK MENGIKATKAN TALI KE POHON LALU ROZAK MENGALIHKAN PERHATIAN PERAMPOK ITU. ROZAK BERLARI SEKENCANG-KENCANGNYA MELEWATI TALI. PADA SAAT GEROMBOLAN PERAMPOK ITU LEWAT, TEMAN-TEMAN ROZAK MENARIK BENANG SAMPAI GEROMBOLAN PERAMPOK ITU TERJATUH. SEORANG TEMANNYA MASIH SEMPAT MELEMPARI PERAMPOK ITU DENGAN KALENG. MEREKA MENGIKAT PERAMPOK ITU.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SATPAM DATANG. LALU SATPAM ITU MENGUCAPKAN TERIMAKASAIH ATAS KEBERANIAN ROZAK DAN TEMAN-TEMANNYA.
ROZAK MELEPASKAN IKATAN IBU YANG TELAH DIRAMPOK. IBU ITU BERTERIMAKASIH KEPADA ROZAK & TEMANNYA. IA MEM-BERIKAN SEPIRING KUE SEBAGAI TANDA TERIMA KASIH.
PANDU
ROZAK PUN MEMBERITAHUKAN PADA 2 ORANG TEMANNYA. MEREKA MELAPOR KE SATPAM TERDEKAT DAN MEMBUAT JEBAKAN. SALAH SATU TEMAN ROZAK MENGIKATKAN TALI KE POHON LALU ROZAK MENGALIHKAN PERHATIAN PERAMPOK ITU. ROZAK BERLARI SEKENCANG-KENCANGNYA MELEWATI TALI. PADA SAAT GEROMBOLAN PERAMPOK ITU LEWAT, TEMAN-TEMAN ROZAK MENARIK BENANG SAMPAI GEROMBOLAN PERAMPOK ITU TERJATUH. SEORANG TEMANNYA MASIH SEMPAT MELEMPARI PERAMPOK ITU DENGAN KALENG. MEREKA MENGIKAT PERAMPOK ITU.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SATPAM DATANG. LALU SATPAM ITU MENGUCAPKAN TERIMAKASAIH ATAS KEBERANIAN ROZAK DAN TEMAN-TEMANNYA.
ROZAK MELEPASKAN IKATAN IBU YANG TELAH DIRAMPOK. IBU ITU BERTERIMAKASIH KEPADA ROZAK & TEMANNYA. IA MEM-BERIKAN SEPIRING KUE SEBAGAI TANDA TERIMA KASIH.
PANDU
JUS JERUK YANG SOMBONG
Ada sebuah toko makanan yang menjual aneka jus. Ada Jus jeruk, jus melon, jus pisang, jus stroberi, jus anggur dan jus ceri. Setiap hari mereka dengan sabar menunggu pembeli. Diantara semua jus itu, jus jeruk adalah jus yang sombong. ”Tahukah kalian siapa yang diminum oleh orang gendut, orang kurus, yang paling enak dan yang paling manis? Jus jeruk dong”. Kara Jus jeruk.
Siang itu datanglah pembeli yang penuh jerawat. Jus jeruk tak mau, dia lari menuju atas etalase. Akhirnya pembeli berjerawat itu memilih jus ceri. Yang kedua datang pembeli lagi. Kakek itu ingin membeli jus jeruk, lagi-lagi jus jeruk lari bersembunyi di balik meja. Akhirnya kakek itu memilih jus pisang. Begitu seterusnya sampai tak sadar hari sudah malam dan tinggal jus jeruk sendiri. ”Waktunya tutup”kata penjualnya. ”Lho ini jus jeruk belum terjual, tapi pasti sudah nggak enak” kata penjualnya lagi. Akhirnyajus jeruk di lempar ke tong sampah.
Sedihnya.. makanya jadi orang jangan sombong nanti rugi sendiri lho.
Puteri
Siang itu datanglah pembeli yang penuh jerawat. Jus jeruk tak mau, dia lari menuju atas etalase. Akhirnya pembeli berjerawat itu memilih jus ceri. Yang kedua datang pembeli lagi. Kakek itu ingin membeli jus jeruk, lagi-lagi jus jeruk lari bersembunyi di balik meja. Akhirnya kakek itu memilih jus pisang. Begitu seterusnya sampai tak sadar hari sudah malam dan tinggal jus jeruk sendiri. ”Waktunya tutup”kata penjualnya. ”Lho ini jus jeruk belum terjual, tapi pasti sudah nggak enak” kata penjualnya lagi. Akhirnyajus jeruk di lempar ke tong sampah.
Sedihnya.. makanya jadi orang jangan sombong nanti rugi sendiri lho.
Puteri
Memancing Bersama Satrio
waktu hari libur aku memancing bersama satrio ,di km 13 di restoran ikan. aku dan satrio
pertama makan dulu karena satrio dan aku sangat kelaparan. makanannya juga em… e………nak…… makan ikan. ikannya bermacam-macam. ada ikan patin, mujair, bandeng, dll.
setelah makan kami memancing. adekku ,ayahku dan ibuku mendapat ikan sangat banyak, 1 ember besar penuh. sedangkan aku dan satrio dapat juga meski nggak banyak sih, tapi capek juga loo……… soal nya aku lagi asma.
setelah mancing sampai puas, aku pulang . hasil pancingan ikan dari siang sampai sore semua ku kasih satrio
qolid
pertama makan dulu karena satrio dan aku sangat kelaparan. makanannya juga em… e………nak…… makan ikan. ikannya bermacam-macam. ada ikan patin, mujair, bandeng, dll.
setelah makan kami memancing. adekku ,ayahku dan ibuku mendapat ikan sangat banyak, 1 ember besar penuh. sedangkan aku dan satrio dapat juga meski nggak banyak sih, tapi capek juga loo……… soal nya aku lagi asma.
setelah mancing sampai puas, aku pulang . hasil pancingan ikan dari siang sampai sore semua ku kasih satrio
qolid
PENCOPET
Seorang anak bernama Dikma suka sekali mencopet dompet orang, hanya karena biar bisa membeli sesuatu yang dia inginkan. Padahal kakaknya Sukma sudah memperingatkan. ”Dikma jangan suka mencopet dompet orang, itu perbuatan haram” kata sukma pada Dikma.. ”Ah biarin, kita kan orang susah. Orang kaya harus berbagi dengan orang susah dong” jawab Dikma. ”Tapi kan kita masih bisa cari pekerjaan yang halal, bantu cuci piring di rumah makan, Cleaning service, kuli kardus atau apa saja” kata Sukma lagi. ”Dengan begitu kita bisa mebuat orang tua kita senang, kita bisa berikan uang hasil kerja kita buat mereka. Orang tua kita juga akan bahagia melihat kita jadi anak soleh” Kata Sukma menasehati.
Sukma sadar bahwa perbuatannya hanya akan membuat orang tuanya sedih. ”Terima kasih sudah mengingatkan. Aku akan berusaha mencari kerja yang halal agar ayah dan ibu tak sedih lagi” Jawab Dikma.
Qosim
Sukma sadar bahwa perbuatannya hanya akan membuat orang tuanya sedih. ”Terima kasih sudah mengingatkan. Aku akan berusaha mencari kerja yang halal agar ayah dan ibu tak sedih lagi” Jawab Dikma.
Qosim
BERMAIN SEPEDA
Waktu saya main sepeda
Saya merasa gembira sekali
Saya balapan sepeda
Yaah ...saya kalah
Tapi saya tetap bahagia
Kadang – kadang
Saya kasih pinjam sepeda
Ke teman saya
Saya gembira
Saya masi bisa berbagi
Riza
Saya merasa gembira sekali
Saya balapan sepeda
Yaah ...saya kalah
Tapi saya tetap bahagia
Kadang – kadang
Saya kasih pinjam sepeda
Ke teman saya
Saya gembira
Saya masi bisa berbagi
Riza
JALAN-JALAN? .... ENAK BANGET!
by Rizky
Tahun 2004 yang lalu aku ikut serta nenek dan keluargaku pergi ke Thailand. Ternyata ke Thailand perlu waktu yang lama dan jauh. Kami harus ke Jakarta dulu, lalu ke Batam. Dari Batam kami baru naik kapal ke Singapura, baru kemudian menuju Thailand. Sampai di Thailand ternyata ramai sekali. Waktu belanja kami nganri sampai 1 jam. Makanpun kami harus menunggu pesanan datang lamaa sekali.
Sampai di hotel, kami makan mie daging enaak banget. Karena kekenyangan jadi aku tertidur. Ibu bangunkan aku untuk segera mandi. Sebenarnya aku kesal, karena aku masih ngantuk. Ibu mau ngajak aku ke mall naik busway. Senangnya jalan-jalan lagi, nggak ada belajar...
Keesokan harinya kami berangkat ke Singapura. Di sana aku makan roti es krim. Waah..enak sekali. Aku sampai nambah 5 kali. Setiap kekenyangan aku pasti jadi ngantuk.
Keesokan harinya lagi kami sudah kembali ke Batam. Di Batam ternyata tidak terlalu enak. Biasa-biasa saja. Sampai di Jakarta kami langsung ke mall Taman anggrek dan ke mall-mall yang lain. Di Jakarta kami singgah serlama 5 hari. Pokoknya puas keliling-keliling.
Pengalaman yang menyenangkan bukan?
Tahun 2004 yang lalu aku ikut serta nenek dan keluargaku pergi ke Thailand. Ternyata ke Thailand perlu waktu yang lama dan jauh. Kami harus ke Jakarta dulu, lalu ke Batam. Dari Batam kami baru naik kapal ke Singapura, baru kemudian menuju Thailand. Sampai di Thailand ternyata ramai sekali. Waktu belanja kami nganri sampai 1 jam. Makanpun kami harus menunggu pesanan datang lamaa sekali.
Sampai di hotel, kami makan mie daging enaak banget. Karena kekenyangan jadi aku tertidur. Ibu bangunkan aku untuk segera mandi. Sebenarnya aku kesal, karena aku masih ngantuk. Ibu mau ngajak aku ke mall naik busway. Senangnya jalan-jalan lagi, nggak ada belajar...
Keesokan harinya kami berangkat ke Singapura. Di sana aku makan roti es krim. Waah..enak sekali. Aku sampai nambah 5 kali. Setiap kekenyangan aku pasti jadi ngantuk.
Keesokan harinya lagi kami sudah kembali ke Batam. Di Batam ternyata tidak terlalu enak. Biasa-biasa saja. Sampai di Jakarta kami langsung ke mall Taman anggrek dan ke mall-mall yang lain. Di Jakarta kami singgah serlama 5 hari. Pokoknya puas keliling-keliling.
Pengalaman yang menyenangkan bukan?
Doni Insyaf
by Ryan
Ada dua orang anak kakak beradik yang bernama Nisa dan Doni. Mereka anak tidak mampu. Doni punya kebiasaan tidak baik. Dia suka mencuri barang-barang berharga milik orang. Padahal kakanya Nisa sudah sering menasehati, ”Doni kamu jangan mencuri lagi, mencuri itu berdosa. Kamu harus taubat”. ”Jangan sampai kualat loh” kata Nisa. Tapi Doni masih belum mau mendengar nasehat itu.
Pagi ini Doni berniat untuk mencopet lagi. Dilihatnya dompet tebal yang muncul dari kantong seorang laki-laki. Ditariknya dompet itu perlahan...dan perlahan...., tapi..Orang itu berbalik melihat ke arah Doni. Ha ternyata dia preman pasar itu. Doni pun langsung dihajar tanpa ampun. Untung tak lama kemudian datang polisi. Preman itu kabur, Donipun selamat. ”Betul kata kak Nisa, kalau aku tak mau bertaubat bisa kualat” kata Doni dalam hati. Sejak saat itu Doni bertaubat dan menjadi anak baik. Diapun bekerja, jadi apa saja. Mencuci piring, menyapu, pekerjaan apa saja dia kerjakan.
Ada dua orang anak kakak beradik yang bernama Nisa dan Doni. Mereka anak tidak mampu. Doni punya kebiasaan tidak baik. Dia suka mencuri barang-barang berharga milik orang. Padahal kakanya Nisa sudah sering menasehati, ”Doni kamu jangan mencuri lagi, mencuri itu berdosa. Kamu harus taubat”. ”Jangan sampai kualat loh” kata Nisa. Tapi Doni masih belum mau mendengar nasehat itu.
Pagi ini Doni berniat untuk mencopet lagi. Dilihatnya dompet tebal yang muncul dari kantong seorang laki-laki. Ditariknya dompet itu perlahan...dan perlahan...., tapi..Orang itu berbalik melihat ke arah Doni. Ha ternyata dia preman pasar itu. Doni pun langsung dihajar tanpa ampun. Untung tak lama kemudian datang polisi. Preman itu kabur, Donipun selamat. ”Betul kata kak Nisa, kalau aku tak mau bertaubat bisa kualat” kata Doni dalam hati. Sejak saat itu Doni bertaubat dan menjadi anak baik. Diapun bekerja, jadi apa saja. Mencuci piring, menyapu, pekerjaan apa saja dia kerjakan.
Raja yang Bodoh
by Satrio
Pada suatu hari ada seorang raja yang bernama jinway. Ia ingin mengadakan pawai. Tetapi Jinway bingung mau memakai baju apa, penasehatnya menyarankan ia memakai baju ziarah. Raja itu setuju dengan usulnya. Tetapi penasehatnya hanya bercanda. Tetapi raja itu percaya pada penasehatnya.
Karena pawainya akan diadakan besok penasehatnya itu disuruh mengambilkan baju ziarah itu. Waktu diambilkan raja bertanya “mana baju ziarah itu?” tanya raja. “Ini sedang saya bawa, tetapi kalau orang yang bodoh tidak bisa melihatnya” kata si penasehat. “Tidak aku tidak bodoh, aku melihat baju ziarah itu kok” jawab sang raja.
Keesokan harinya raja memakai baju ziarah itu tetapi baju ziarah itu tidak terlihat sama sekali, soalnya penasehatnya itu hanya bercanda tetapi rajanya malah menganggap itu serius.
Waktu pawai di mulai warga langsung tertawa, karena raja hanya memakai celana dalam dan baju ziarah palsu. Si raja mulai merasa dibodohi. Penasehatnya langsung memberi tahu yang sebenarnya.
Akhirnya raja menghukum penasehatnya itu.
Pada suatu hari ada seorang raja yang bernama jinway. Ia ingin mengadakan pawai. Tetapi Jinway bingung mau memakai baju apa, penasehatnya menyarankan ia memakai baju ziarah. Raja itu setuju dengan usulnya. Tetapi penasehatnya hanya bercanda. Tetapi raja itu percaya pada penasehatnya.
Karena pawainya akan diadakan besok penasehatnya itu disuruh mengambilkan baju ziarah itu. Waktu diambilkan raja bertanya “mana baju ziarah itu?” tanya raja. “Ini sedang saya bawa, tetapi kalau orang yang bodoh tidak bisa melihatnya” kata si penasehat. “Tidak aku tidak bodoh, aku melihat baju ziarah itu kok” jawab sang raja.
Keesokan harinya raja memakai baju ziarah itu tetapi baju ziarah itu tidak terlihat sama sekali, soalnya penasehatnya itu hanya bercanda tetapi rajanya malah menganggap itu serius.
Waktu pawai di mulai warga langsung tertawa, karena raja hanya memakai celana dalam dan baju ziarah palsu. Si raja mulai merasa dibodohi. Penasehatnya langsung memberi tahu yang sebenarnya.
Akhirnya raja menghukum penasehatnya itu.
PENCURI KUE TART
by Sekar
Besok ulang tahun yang ke 10. Saat ulang tahun yang ke 9, Cathi di beri kado ulang tahun bunga matahari. Tapi Cathi alergi terhadap bunga matahari.
Beberapa hari yang lalu Cathi pernah menggambar beberapa benda yang sangat diinginkan saat hari ulang tahunnya. Kertas itu sengaja diam-diam diambil oleh Rena dari meja Cathi. Cathi memang ingin memberikan sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh Cathi. Dari beberapa benda yang digambar oleh Cathi, Rena memilih kue tart untuk hadiah ulang tahun Cathi nanti.
Beberapa jam kemudian kue tart itupun sudah jadi. Kue tart itu di letakkan di meja depan jendela. Karena capek setelah membuat kue, Rena segera berlari keluar untuk bermain di halaman.
”Hah, kemana kuenya? Siapa yang mengambil?” teriak Rena. Kakinya melangkah berputar mengelilingi dapur, mencari kue tart. Lama Rena mencari dengan perasaan kesal. Kue tartnya nggak ketemu. Terpaksa Rena membuat lagi yang baru. Untung masih ada sisa bahan yang cukup.
Situasi dapur sudah sangat berantakan. Karena Rena membuat kuenya dengan perasaan marah. Setelah kue tart masak, langsung dimasukkannya ke dalam lemari makan. ”Kalau sudah di kunci begini pasti aman. Nggak akan ada yang bisa usil” kata Rena pada dirinya sendiri.
Setelah membereskan dapur, Renapun menemui Citra, Tika dan Rika yang sedang bermain di halaman rumah Citra. Rena menceritakan kejadian mengesalkan itu. ”Sudah nggak usah dipikirin, yang penting sekarang kuenya sudah aman kan? Sekarang kita main ke taman yuk! Hibur Tika. Akhirnya mereka berempat berjalan menuju taman. Di sudut taman mereka melihat Boby sedang makan kue tart. Merekapun langsung mendekati Boby. ”Boby, kamu ambil kue tart di dapur rumahku ya?” Tanya Rena. ”Iya” jawab Boby sambil tetap sibuk menghabiskan kue tartnya. ”Tapi kenapa? Itu kan kue buat Cathi? Tanya Rena lagi. ”Aku lapar” jawab Boby lagi. Aduuh dasar Boby. Kalau sudah kelaparan nggak bisa di tahan. ”Ya udah kali ini aku maafkan. Tapi lain kali jangan diulang ya. Nggak baik tahun nggak” kata Rena menasehati. Rena memang penyabar.
Yang penting kue tart buat Cathi masih ada. Rena senang karena Cathi bahagia sekali menerima kue tart itu.
Besok ulang tahun yang ke 10. Saat ulang tahun yang ke 9, Cathi di beri kado ulang tahun bunga matahari. Tapi Cathi alergi terhadap bunga matahari.
Beberapa hari yang lalu Cathi pernah menggambar beberapa benda yang sangat diinginkan saat hari ulang tahunnya. Kertas itu sengaja diam-diam diambil oleh Rena dari meja Cathi. Cathi memang ingin memberikan sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh Cathi. Dari beberapa benda yang digambar oleh Cathi, Rena memilih kue tart untuk hadiah ulang tahun Cathi nanti.
Beberapa jam kemudian kue tart itupun sudah jadi. Kue tart itu di letakkan di meja depan jendela. Karena capek setelah membuat kue, Rena segera berlari keluar untuk bermain di halaman.
”Hah, kemana kuenya? Siapa yang mengambil?” teriak Rena. Kakinya melangkah berputar mengelilingi dapur, mencari kue tart. Lama Rena mencari dengan perasaan kesal. Kue tartnya nggak ketemu. Terpaksa Rena membuat lagi yang baru. Untung masih ada sisa bahan yang cukup.
Situasi dapur sudah sangat berantakan. Karena Rena membuat kuenya dengan perasaan marah. Setelah kue tart masak, langsung dimasukkannya ke dalam lemari makan. ”Kalau sudah di kunci begini pasti aman. Nggak akan ada yang bisa usil” kata Rena pada dirinya sendiri.
Setelah membereskan dapur, Renapun menemui Citra, Tika dan Rika yang sedang bermain di halaman rumah Citra. Rena menceritakan kejadian mengesalkan itu. ”Sudah nggak usah dipikirin, yang penting sekarang kuenya sudah aman kan? Sekarang kita main ke taman yuk! Hibur Tika. Akhirnya mereka berempat berjalan menuju taman. Di sudut taman mereka melihat Boby sedang makan kue tart. Merekapun langsung mendekati Boby. ”Boby, kamu ambil kue tart di dapur rumahku ya?” Tanya Rena. ”Iya” jawab Boby sambil tetap sibuk menghabiskan kue tartnya. ”Tapi kenapa? Itu kan kue buat Cathi? Tanya Rena lagi. ”Aku lapar” jawab Boby lagi. Aduuh dasar Boby. Kalau sudah kelaparan nggak bisa di tahan. ”Ya udah kali ini aku maafkan. Tapi lain kali jangan diulang ya. Nggak baik tahun nggak” kata Rena menasehati. Rena memang penyabar.
Yang penting kue tart buat Cathi masih ada. Rena senang karena Cathi bahagia sekali menerima kue tart itu.
SAHABAT YANG TLAH PERGI
By Sofia
Ada tiga orang anak bersahabat, mereka bernama Dini, Adinda dan Silvi. Mereka ber-sahabat sudah dari kelas 2 dan 3. Kemanapun berada mereka selalu bertiga. Rumah Dini dan Silvi kebetulan tak terlalu jauh, jadi selalu main bersama. Tapi liburan ini Dini mau pergi ke Jakarta, 2 minggu lagi. Silvi pasti kesepan. ”Kalau Dini ke Jakarta aku mau main ke rumah Adinda saja agar aku nggak kesepian.
Beberapa minggu kemudian libur telah berlalu dan hari ini aku sudah berangkat ke sekolah lagi.”Silvi, kenapa ya sikap Dini jadi aneh gitu?” tanya Adinda pada Silvi. ”Nggak tahu tuh, apa dia membenci kita ya? Sejak pulang dari liburab ke Jakarta dia jadi berubah” Jawab Silvi.
Tak lama Dini lewat di depan mereka. Sepertinya dia mau ke kantin. ”Yuk kita ikuti” ajak Silvi. ”Sampai juga ya ke kantin. Sebenarnya ada apa sih Din, sampai kita dicuekin. Kita berdua jadi bingungkan?” tanya Adinda tak sabar menunggu jawaban. ”Kalian ingat nggak, waktu itu terakhir kita masuk sekolah. Kalian mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan. Kalian tuh nggak punya hati ya. Aku nggak percaya kalau yang mengatakan itu adalah sahabatku!” Jawabnya dengan marah. ”Apa, kata-kata yang mana? Tanya Adinda. ”Apaa? Kalian nggak ingat? Keterlaluan ya. Sudah kita bubar aja. Kita nggak lagi sahabat” jawab Dini sambil berlalu.
Sejak saat itu Adinda dan Silvi tak pernah bisa menemukan kalimat yang sudah membuat Dini sakit hati. Dan sejak saat itu pula Mereka kehilangan satu sahabat, Dini.
Ada tiga orang anak bersahabat, mereka bernama Dini, Adinda dan Silvi. Mereka ber-sahabat sudah dari kelas 2 dan 3. Kemanapun berada mereka selalu bertiga. Rumah Dini dan Silvi kebetulan tak terlalu jauh, jadi selalu main bersama. Tapi liburan ini Dini mau pergi ke Jakarta, 2 minggu lagi. Silvi pasti kesepan. ”Kalau Dini ke Jakarta aku mau main ke rumah Adinda saja agar aku nggak kesepian.
Beberapa minggu kemudian libur telah berlalu dan hari ini aku sudah berangkat ke sekolah lagi.”Silvi, kenapa ya sikap Dini jadi aneh gitu?” tanya Adinda pada Silvi. ”Nggak tahu tuh, apa dia membenci kita ya? Sejak pulang dari liburab ke Jakarta dia jadi berubah” Jawab Silvi.
Tak lama Dini lewat di depan mereka. Sepertinya dia mau ke kantin. ”Yuk kita ikuti” ajak Silvi. ”Sampai juga ya ke kantin. Sebenarnya ada apa sih Din, sampai kita dicuekin. Kita berdua jadi bingungkan?” tanya Adinda tak sabar menunggu jawaban. ”Kalian ingat nggak, waktu itu terakhir kita masuk sekolah. Kalian mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan. Kalian tuh nggak punya hati ya. Aku nggak percaya kalau yang mengatakan itu adalah sahabatku!” Jawabnya dengan marah. ”Apa, kata-kata yang mana? Tanya Adinda. ”Apaa? Kalian nggak ingat? Keterlaluan ya. Sudah kita bubar aja. Kita nggak lagi sahabat” jawab Dini sambil berlalu.
Sejak saat itu Adinda dan Silvi tak pernah bisa menemukan kalimat yang sudah membuat Dini sakit hati. Dan sejak saat itu pula Mereka kehilangan satu sahabat, Dini.
Tiga Sekawan
By Tari
Ada tiga orang anak yang bersahabat, mereka adalah Rini, Tina dan Nina. Mereka bertiga disebut tiga sekawan. Kemanapun pergi mereka selalu bertiga.
Tiba-tiba persahabatan mereka menjadi kacau karena ada anak baru. Anak baru itu telah membuat Rini dan Tina menjauh dari Nina. Nina jadi kesal sekali. ”Ah sudah...masih banyak teman yang lain kok!” kata Nina dalam hati. Tak lama kemudian Ninapun telah menemukan teman baru lagi. Namanya Niva dan Diva, mereka anak kembar. Berteman dengan anak kembar ternyata menyenangan sekali.
Bagaimana dengan Rini dan Tina? Ternyata mereka sudah mulai menyadari kesalahan mereka. Mereka menyesal. Seharusnya berteman dengan teman baru tak perlu meninggalkan teman lama kan? Rini, Tina dan Rina pun minta maaf pada Nina. Dan mereka semua menjadi sahabat. Dua Tiga Sekawan...atau...Enam Sekawan?
Ada tiga orang anak yang bersahabat, mereka adalah Rini, Tina dan Nina. Mereka bertiga disebut tiga sekawan. Kemanapun pergi mereka selalu bertiga.
Tiba-tiba persahabatan mereka menjadi kacau karena ada anak baru. Anak baru itu telah membuat Rini dan Tina menjauh dari Nina. Nina jadi kesal sekali. ”Ah sudah...masih banyak teman yang lain kok!” kata Nina dalam hati. Tak lama kemudian Ninapun telah menemukan teman baru lagi. Namanya Niva dan Diva, mereka anak kembar. Berteman dengan anak kembar ternyata menyenangan sekali.
Bagaimana dengan Rini dan Tina? Ternyata mereka sudah mulai menyadari kesalahan mereka. Mereka menyesal. Seharusnya berteman dengan teman baru tak perlu meninggalkan teman lama kan? Rini, Tina dan Rina pun minta maaf pada Nina. Dan mereka semua menjadi sahabat. Dua Tiga Sekawan...atau...Enam Sekawan?
BADU BUKAN BADUNG
By Thita
Temanku yang satu ini namanya Badu. Kini ia berusia 10 tahun. Kata teman-teman Badu adalah anak yang badung. Nilainya sering merah alias jelek. Di SD Amanah ini Badu Cuma sedikit. Teman-teman yang lain tak mau bergaul dengan Badu karena takut jadi ikut badung dan nilainya jadi merah.
Suatu hari ada yang menyebarkan gosip tentang Badu. ”Eh kalian tahu nggak, kemarin aku lihat si Badu di taman lagi merokok loh!” kata Kiky. Kiky adalah ratu gosip di sekolah ini. Semua berita tak ada yang terlewat olehnya. Biarpun kami tahu yang cerita adalah ratu gosip tapi kami percaya saja. Bisa jadi kan? Badu memang badung.
Rupanya gosip itu sampai juga di telinga Badu. Dia ceritakan berita itu pada bapaknya. ”Pak, boleh nggak Badu pindah sekolah...? tanya Badu pada bapaknya. ”Hhhmmm ....gara-gara gosip tadi? Tanya bapaknya serius. ”Iya pak, masak tiap hari difitnah terus, emang siapa yang tahan? Jawab Badu. ”Ya sudah, tapi kamu harus merubah sikap dan nilaimu jadi lebih baik. Mau?” tawar bapaknya. ”Baik pak, Badu berjanji akan berubah” jawab Badu semangat.
Pagi itu Badu dan ibunya langsung mendatangi kepala sekolah untuk mengurus kepindahannya. Kepala sekolah sudah memberi ijin. Dalam beberapa hari kemudian Badu sudah masuk ke sekolah barunya. Sejak Badu pindah, kelasnya jadi sepi. Tak ada yang teriak, tak ada yang usil lagi. Biarpun usil ternyata Badu juga suka membuat kami tertawa dengan kelucuannya. Tiba-tiba Kiky berdiri di depan kelas ”Ehm..hmm, eehh teman-teman”. Kami semua terdiam melihat ke arah Kiky. ”Ada apa?” tanyaku dalam hati. ”Sebenarnya Badu merokok waktu itu Cuma gosip. Sebenarnya Badu sedang makan rokok cake. Bukan rokok sungguhan. Aku yang buat... Aakuu. Cuma bercanda. Aku nggak tahu kalau akibatnya jadi begini...” kata Kiky dengan penuh sesal. ”Uuuuuuh....” serentak seluruh kelas teriak marah. Kami tidak lagi percaya pada berita yang dibawa Kiky. Menyesatkan...Kami jadi sedih ingat Badu. Kasihan dia..
Tapi di sekolah Badu yang baru, ia adalah anak yang soleh. Nilainya juga selalu bagus-bagus. Mungkin ini adalah jalan terbaik buat Badu. Semoga selalu jadi anak soleh ya...
Temanku yang satu ini namanya Badu. Kini ia berusia 10 tahun. Kata teman-teman Badu adalah anak yang badung. Nilainya sering merah alias jelek. Di SD Amanah ini Badu Cuma sedikit. Teman-teman yang lain tak mau bergaul dengan Badu karena takut jadi ikut badung dan nilainya jadi merah.
Suatu hari ada yang menyebarkan gosip tentang Badu. ”Eh kalian tahu nggak, kemarin aku lihat si Badu di taman lagi merokok loh!” kata Kiky. Kiky adalah ratu gosip di sekolah ini. Semua berita tak ada yang terlewat olehnya. Biarpun kami tahu yang cerita adalah ratu gosip tapi kami percaya saja. Bisa jadi kan? Badu memang badung.
Rupanya gosip itu sampai juga di telinga Badu. Dia ceritakan berita itu pada bapaknya. ”Pak, boleh nggak Badu pindah sekolah...? tanya Badu pada bapaknya. ”Hhhmmm ....gara-gara gosip tadi? Tanya bapaknya serius. ”Iya pak, masak tiap hari difitnah terus, emang siapa yang tahan? Jawab Badu. ”Ya sudah, tapi kamu harus merubah sikap dan nilaimu jadi lebih baik. Mau?” tawar bapaknya. ”Baik pak, Badu berjanji akan berubah” jawab Badu semangat.
Pagi itu Badu dan ibunya langsung mendatangi kepala sekolah untuk mengurus kepindahannya. Kepala sekolah sudah memberi ijin. Dalam beberapa hari kemudian Badu sudah masuk ke sekolah barunya. Sejak Badu pindah, kelasnya jadi sepi. Tak ada yang teriak, tak ada yang usil lagi. Biarpun usil ternyata Badu juga suka membuat kami tertawa dengan kelucuannya. Tiba-tiba Kiky berdiri di depan kelas ”Ehm..hmm, eehh teman-teman”. Kami semua terdiam melihat ke arah Kiky. ”Ada apa?” tanyaku dalam hati. ”Sebenarnya Badu merokok waktu itu Cuma gosip. Sebenarnya Badu sedang makan rokok cake. Bukan rokok sungguhan. Aku yang buat... Aakuu. Cuma bercanda. Aku nggak tahu kalau akibatnya jadi begini...” kata Kiky dengan penuh sesal. ”Uuuuuuh....” serentak seluruh kelas teriak marah. Kami tidak lagi percaya pada berita yang dibawa Kiky. Menyesatkan...Kami jadi sedih ingat Badu. Kasihan dia..
Tapi di sekolah Badu yang baru, ia adalah anak yang soleh. Nilainya juga selalu bagus-bagus. Mungkin ini adalah jalan terbaik buat Badu. Semoga selalu jadi anak soleh ya...
ES KRIM PIPI CAIR
By Thita
Hari minggu kemarin Pipi pergi ke Makro Swalayan bersama ayah dan ibu. Saat ibu pergi ke bagian daging, tiba-tiba Pipi berlari menuju Kotak es krim. Satu persatu ia amati setiap kotak es krim yang ada. Mulutnya pun bbergerak-gerak, sepertinya es krim itu sudah berada di mulutnya.
Pipipun berlari ke arah ibu. ”bu, belikan es krim” kata Pipi merajuk. Ibu melarang karena kalau di bawa pulang nanti es krimnya akan mencair ”Nanti saja kita beli di dekat rumah” bujuk ibu. Tapi Pipi tetap merengek. Pipinya yang gembul kelihatan tambah gembul karena dia merengut. Ayahpun ikut membujuk. Tapi semua gagal. ”Ya sudah boleh beli, tapi kalau es krimnya mencair jangan marah ya! Kata ayah. Pipi mengangguk penuh semnangat.
Sampaiu di rumah Pipi langsung membuka es krimnya, tapi mencair.....Mulut Pipi cemberut lagi. Tapi Pipi nggak berani marah pada ayah dan ibu. Ia marah pada dirinya sendiri karena nggak mendengar nasehat ayah dan ibu.
Setelah peristiwa itu, Pipi tak lagi membantah kata ayah dan ibu.
Hari minggu kemarin Pipi pergi ke Makro Swalayan bersama ayah dan ibu. Saat ibu pergi ke bagian daging, tiba-tiba Pipi berlari menuju Kotak es krim. Satu persatu ia amati setiap kotak es krim yang ada. Mulutnya pun bbergerak-gerak, sepertinya es krim itu sudah berada di mulutnya.
Pipipun berlari ke arah ibu. ”bu, belikan es krim” kata Pipi merajuk. Ibu melarang karena kalau di bawa pulang nanti es krimnya akan mencair ”Nanti saja kita beli di dekat rumah” bujuk ibu. Tapi Pipi tetap merengek. Pipinya yang gembul kelihatan tambah gembul karena dia merengut. Ayahpun ikut membujuk. Tapi semua gagal. ”Ya sudah boleh beli, tapi kalau es krimnya mencair jangan marah ya! Kata ayah. Pipi mengangguk penuh semnangat.
Sampaiu di rumah Pipi langsung membuka es krimnya, tapi mencair.....Mulut Pipi cemberut lagi. Tapi Pipi nggak berani marah pada ayah dan ibu. Ia marah pada dirinya sendiri karena nggak mendengar nasehat ayah dan ibu.
Setelah peristiwa itu, Pipi tak lagi membantah kata ayah dan ibu.
Buku Diary
By Thita
Pada suatu hari di desa suka maju, hiduplah anak yang bernama Alisa. Ia sangat pintar dan juga cantik. Namun, ia hidup sebatang kara. Pada suatu hari Alisa pergi dan melihat ada suatu gubuk yang cukup bagus, kebetulan ia sangat capek sehingga ia masuk ke dalam gubug itu dan tertidur di dalam gubuk tersebut. Ia pun tidur dengan nyenyak, hingga malam hari ia tertidur.
Pada malam harinya datang seorang perempuan yang hidupnya juga susah. “eh… eh… bangun, kamu siapa kok ada digubuk ini?” kata perempuan tadi. “Hoaaam…” Alisa menguap karena masih mengantuk. “Siapa namamu?” tanya perempuan tadi sekali lagi. “Namaku Alisa, dan kamu siapa?” jawab Alisa dan bertanya balik. “Namaku Adinda. Hari sudah malam kamu menginap di gubukku ini saja!” Ajak Adinda. Adinda agak lebih cantik dari pada Alisa dan tapi agak bodoh.
Keesokkan paginya setelah selesai mandi di sungai, Alisa berkata “Adinda makasih, ya sudah mengizinkan aku untuk tinggal disini” Kata Alisa. “Tidak apa-apa kok. Justru aku senang kamu ada disini dan menjadi temanku. Tapi… maaf Ya Alisa, karena aku tidak dapat memberimu makan setiap harinya. Namun, kali ini aku akan memberi kamu makan, kebetulan tadi malam hasil aku mengamen aku belikan nasi campur” Jawab Adinda panjang lebar. “Terima kasih Adinda, ini saja aku sudah terima kasih sekali padamu karena kamu telah memberiku sarapan ini” jawab Alisa.
Sorenya datang dua orang yang ingin memiliki anak, namun hingga kinimereka belum mendapatkannya. Mereka adalah orang terkaya di desa Suka maju.
“Haloooo… ada orang disini?” Tanya kedua orang itu. “Yaaa…. Tunggu sebentar” Jawab Adinda. Adinda pun mempersilahkan dua orang itu untuk masuk. Lalu dua orang itu menceritakan masalah mereka dan menanyakan apakah ada anak disini yang dapat mereka jadikan sebagai anak angkat mereka. Mereka sudah mencari anak di panti asuhan namun, tidak ada anak yang mereka anggap cocok menjadi anak mereka berdua.
Lalu, Alisa datang membawakan dua cangkir teh untuk dua orang tersebut. Kedua orang itu bertanya kepada Adinda “Apakah kamu bersedia menjadi anak angkat kami?” Tanya dua orang itu. Lalu Adinda permisi untuk kebelakang dan menarik tangan Alisa. “Alisa kamu mau ya, jadi anak mereka” Kata Adinda. “Memangnya kenapa?” Tanya Alisa. “Mereka berdua dapat membiayai kebutuhan kamu sedangkan aku tidak bisa” Jawab Alisa. “Ya, Terserah kamu deh.” Jawab Alisa pasrah. Lalu mereka berdua berpelukan sebagai tanda perpisahan.
Beberapa menit kemudian mereka keluar “Namanya Alisa, ia mau menjadi anak angkat kalian” Jawab Adinda. “Anak ku…..” Kata mereka serempak dengan perasaan bahagia. Mereka berdua membawa Alisa pergi. Di mobil mereka selalu berbincang-bincang.
Sesampainya di rumah baru Alisa, mereka menunjukkan semua ruangan kepada Alisa. Alisa pun sangat senang karena memiliki rumah yang besar.
Tak berapa lama papa dan mama angkatnya berpamitan karena ingin jalan ke mall yang memang cukup jauh dari desa Suka maju. Mereka berpesan agar Alisa tidak nakal dan jika ingin sesuatu minta tolong sama mbok irem pembantu dirumah baru Alisa. Hari itu Alisa ingin beristirahat di kamar barunya. Setelah orang tua angkat Alisa pulang dari mall, Alisa langsung diberi baju, topi, celana, sepatu, kaos kaki, tas Dll.
Pada hari yang lain ayah angkat Alisa mendapat uang yang banyak sekali. Papa Alisa mengajak pindah ke kota Jakarta untuk selamanya.
Mereka pergi ke Jakarta naik pesawat Garuda Indonesia. Saat pramugarinya dating, mama Alisa pun bertanya pada Alisa, “Alisa sayang, mau minum teh atau susu?” “Teh saja tante.” Jawab Alisa. “Alisa jangan panggil tante atau om lagi ya, tapi panggil papa atau mama.”
Beberapa jam kemudian….mereka pun sampai di Jakarta. Di Jakarta mereka tinggal di Jl. Pamulang permai 1 no.52 dekat dengan sebuah sekolah At-Taqwa. Alisa sangat senang, baru saja ia tinggal di rumah barunya ia pun sudah pindah ke Jakarta. Ternyata ayah Alisa sudah memesan rumah sebelum mereka pergi ke Jakarta. Rumah baru Alisa pun tak kalah besar. Kamarnya Alisa pun sangat besar.
“Alisa sayang, mama akan memberi-tahukanmu tentang ruangan-ruangan yang ada di disini. Coba kita buat tabelnya” kata mama Alisa. Mama Alisa pun mulai membuat tabelnya.
Antara lain tabelnya sebagai berikut:
Lantai Ruangan
1 Kamar mandi, ruang makan,
Rak sepatu, Garasi, Dapur
2 Kamar mandi,
Kamar pembantu,
Ruang bermain
3 Ruang belajar,
Ruang komputer,
ruang kerja
4 Ruang olah raga,
Ruang tanaman,
Ruang hewan
5 Kamar untuk tamu / Keluarga
yang datang (10)
6 Kamar Alisa, Kamar ibu Alisa,
Kamar Ayah Alisa
Mama Alisa pun menyerahkan tabel ruangan itu pada Alisa.
Keesokkan harinya….. Alisa di ajak jalan-jalan oleh orang tuanya ke taman karawaci. Di taman karawaci ia pergi ke toko buku. “Alisa sayang, jika ingin membeli buku ambil saja” Kata ayah Alisa. “Sebenarnya aku ingin membeli buku diary ini. Namun, aku tak mau merepotkan orang tua baruku. Sebaiknya aku tak usah membeli buku supaya aku tidak merepotkan” Kata Alisa sambil melihat-lihat buku.
Ternyata di balik rak buku diary yang dicari Alisa ada orang tua baru Alisa. Mereka berdua sangat terharu mendengar kata-kata yang baru saja diucapkan Alisa barusan. Setengah jam pun berlalu… mama dan papa Alisa sudah puas mencari buku. Alisa pun dipanggil oleh orang tuanya. “Mana bukumu Alisa cantik” tanya papa Alisa setengah bercanda. “ Tak ada, pa” jawab Alisa ramah. “ lho kok tak ada papa carikan,ya!” Kata papa Alisa.
Saat itu papa Alisa mencari buku diary yang Alisa suka tadi. Akhirnya papa Alisa menunjukkan sebuah buku diary yang berbentuk kupu-kupu. “ Apakah kau mau yang ini?” tanya papa Alisa. “ Boleh, pa?” jawab Alisa dengan perasaan malu. “Tentu boleh, mengapa tak boleh?” Jawab papa Alisa sambil balik bertanya. Namun, Alisa tak bisa menjawab pertanyaan susah itu.
Setelah semua selesai memilih buku, mereka langsung membayarnya. Sesam-painya di rumah ia langsung lari ke kamar dan melihat buku terbagus dan termahal dari buku-buku yang dulu pernah dibelikan Almarhum dan Almarhumah orang tuanya dulu. Perasaan Alisa saaaaangat senang.
Alisa menjadi bertambah patuh pada orang tuanya. Oh, iya Alisa juga orang islam, loh. Dan juga sholatnya nggak pernah bolong-bolong. Bagaimana nggak kagum kita-kita saja masih banyak yang sholatnya bolong-bolong.
Alisa mulai menulis diary baru yang isinya seperti ini:
Hai, teman baruku (buku diary barunya), Aku mau curhat , nich. Gini tadi aku dipilihkan kamu sobat. Kamu cantik deh. Tapi….sayangnya orang tuaku dulu sudah tak ada dan tidak dapat melihat sobat baruku ini yang cantik dan indah ini. Moga-moga Allah menerima orang tuaku disisinya. Amiin. Sudah dulu ya, sobat aku mau mandi dulu sudah jam 04.00, nich.
Pada suatu hari Alisa sedang bermain dengan buku diarynya. Ternyata Alisa lupa telah meninggalkan buku diarynya di taman dekat rumah, gara-gara pengen segera buang air kecil. Alisa langsung berlari ke taman dan mencari buku diarynya. Namun, tak ketemu. Ternyata buku Alisa diambil oleh tiga anak nakal bernama Austin, owen, dan kara.
“Wek 3 kali, ini ya bukumu rebut nich kalau bisa!” Kata Austin. Namun, Alisa tak bisa merebutnya. “ha..ha..ha..ha…” Kata Owen dan kara serempak. “Sudah jam 05.00 sore pulang, yuk dan baca buku diary ini.” Kata Owen. Mereka pun pulang. Tanpa berbasa-basi Alisa pun mengikuti mereka.
Sampai di tujuan tiga anak nakal itu ingin membaca buku diary Alisa. Saat ingin membaca buku diary Alisa, Austin, Owen, dan kara dipanggil ibu mereka masing-masing untuk mandi. Lagi-lagi buku diarynya ketinggalan, ini memang kesempatan emas untuk Alisa. Alisa pun langsung mengambil kembali buku diarynya dan segera pulang. Sejak saat itu Alisa akan terus menjaga barang-barangnya dan tidak menaruhnya di sembarang tempat. Diary kan benda paling pribadi.
Pada suatu hari di desa suka maju, hiduplah anak yang bernama Alisa. Ia sangat pintar dan juga cantik. Namun, ia hidup sebatang kara. Pada suatu hari Alisa pergi dan melihat ada suatu gubuk yang cukup bagus, kebetulan ia sangat capek sehingga ia masuk ke dalam gubug itu dan tertidur di dalam gubuk tersebut. Ia pun tidur dengan nyenyak, hingga malam hari ia tertidur.
Pada malam harinya datang seorang perempuan yang hidupnya juga susah. “eh… eh… bangun, kamu siapa kok ada digubuk ini?” kata perempuan tadi. “Hoaaam…” Alisa menguap karena masih mengantuk. “Siapa namamu?” tanya perempuan tadi sekali lagi. “Namaku Alisa, dan kamu siapa?” jawab Alisa dan bertanya balik. “Namaku Adinda. Hari sudah malam kamu menginap di gubukku ini saja!” Ajak Adinda. Adinda agak lebih cantik dari pada Alisa dan tapi agak bodoh.
Keesokkan paginya setelah selesai mandi di sungai, Alisa berkata “Adinda makasih, ya sudah mengizinkan aku untuk tinggal disini” Kata Alisa. “Tidak apa-apa kok. Justru aku senang kamu ada disini dan menjadi temanku. Tapi… maaf Ya Alisa, karena aku tidak dapat memberimu makan setiap harinya. Namun, kali ini aku akan memberi kamu makan, kebetulan tadi malam hasil aku mengamen aku belikan nasi campur” Jawab Adinda panjang lebar. “Terima kasih Adinda, ini saja aku sudah terima kasih sekali padamu karena kamu telah memberiku sarapan ini” jawab Alisa.
Sorenya datang dua orang yang ingin memiliki anak, namun hingga kinimereka belum mendapatkannya. Mereka adalah orang terkaya di desa Suka maju.
“Haloooo… ada orang disini?” Tanya kedua orang itu. “Yaaa…. Tunggu sebentar” Jawab Adinda. Adinda pun mempersilahkan dua orang itu untuk masuk. Lalu dua orang itu menceritakan masalah mereka dan menanyakan apakah ada anak disini yang dapat mereka jadikan sebagai anak angkat mereka. Mereka sudah mencari anak di panti asuhan namun, tidak ada anak yang mereka anggap cocok menjadi anak mereka berdua.
Lalu, Alisa datang membawakan dua cangkir teh untuk dua orang tersebut. Kedua orang itu bertanya kepada Adinda “Apakah kamu bersedia menjadi anak angkat kami?” Tanya dua orang itu. Lalu Adinda permisi untuk kebelakang dan menarik tangan Alisa. “Alisa kamu mau ya, jadi anak mereka” Kata Adinda. “Memangnya kenapa?” Tanya Alisa. “Mereka berdua dapat membiayai kebutuhan kamu sedangkan aku tidak bisa” Jawab Alisa. “Ya, Terserah kamu deh.” Jawab Alisa pasrah. Lalu mereka berdua berpelukan sebagai tanda perpisahan.
Beberapa menit kemudian mereka keluar “Namanya Alisa, ia mau menjadi anak angkat kalian” Jawab Adinda. “Anak ku…..” Kata mereka serempak dengan perasaan bahagia. Mereka berdua membawa Alisa pergi. Di mobil mereka selalu berbincang-bincang.
Sesampainya di rumah baru Alisa, mereka menunjukkan semua ruangan kepada Alisa. Alisa pun sangat senang karena memiliki rumah yang besar.
Tak berapa lama papa dan mama angkatnya berpamitan karena ingin jalan ke mall yang memang cukup jauh dari desa Suka maju. Mereka berpesan agar Alisa tidak nakal dan jika ingin sesuatu minta tolong sama mbok irem pembantu dirumah baru Alisa. Hari itu Alisa ingin beristirahat di kamar barunya. Setelah orang tua angkat Alisa pulang dari mall, Alisa langsung diberi baju, topi, celana, sepatu, kaos kaki, tas Dll.
Pada hari yang lain ayah angkat Alisa mendapat uang yang banyak sekali. Papa Alisa mengajak pindah ke kota Jakarta untuk selamanya.
Mereka pergi ke Jakarta naik pesawat Garuda Indonesia. Saat pramugarinya dating, mama Alisa pun bertanya pada Alisa, “Alisa sayang, mau minum teh atau susu?” “Teh saja tante.” Jawab Alisa. “Alisa jangan panggil tante atau om lagi ya, tapi panggil papa atau mama.”
Beberapa jam kemudian….mereka pun sampai di Jakarta. Di Jakarta mereka tinggal di Jl. Pamulang permai 1 no.52 dekat dengan sebuah sekolah At-Taqwa. Alisa sangat senang, baru saja ia tinggal di rumah barunya ia pun sudah pindah ke Jakarta. Ternyata ayah Alisa sudah memesan rumah sebelum mereka pergi ke Jakarta. Rumah baru Alisa pun tak kalah besar. Kamarnya Alisa pun sangat besar.
“Alisa sayang, mama akan memberi-tahukanmu tentang ruangan-ruangan yang ada di disini. Coba kita buat tabelnya” kata mama Alisa. Mama Alisa pun mulai membuat tabelnya.
Antara lain tabelnya sebagai berikut:
Lantai Ruangan
1 Kamar mandi, ruang makan,
Rak sepatu, Garasi, Dapur
2 Kamar mandi,
Kamar pembantu,
Ruang bermain
3 Ruang belajar,
Ruang komputer,
ruang kerja
4 Ruang olah raga,
Ruang tanaman,
Ruang hewan
5 Kamar untuk tamu / Keluarga
yang datang (10)
6 Kamar Alisa, Kamar ibu Alisa,
Kamar Ayah Alisa
Mama Alisa pun menyerahkan tabel ruangan itu pada Alisa.
Keesokkan harinya….. Alisa di ajak jalan-jalan oleh orang tuanya ke taman karawaci. Di taman karawaci ia pergi ke toko buku. “Alisa sayang, jika ingin membeli buku ambil saja” Kata ayah Alisa. “Sebenarnya aku ingin membeli buku diary ini. Namun, aku tak mau merepotkan orang tua baruku. Sebaiknya aku tak usah membeli buku supaya aku tidak merepotkan” Kata Alisa sambil melihat-lihat buku.
Ternyata di balik rak buku diary yang dicari Alisa ada orang tua baru Alisa. Mereka berdua sangat terharu mendengar kata-kata yang baru saja diucapkan Alisa barusan. Setengah jam pun berlalu… mama dan papa Alisa sudah puas mencari buku. Alisa pun dipanggil oleh orang tuanya. “Mana bukumu Alisa cantik” tanya papa Alisa setengah bercanda. “ Tak ada, pa” jawab Alisa ramah. “ lho kok tak ada papa carikan,ya!” Kata papa Alisa.
Saat itu papa Alisa mencari buku diary yang Alisa suka tadi. Akhirnya papa Alisa menunjukkan sebuah buku diary yang berbentuk kupu-kupu. “ Apakah kau mau yang ini?” tanya papa Alisa. “ Boleh, pa?” jawab Alisa dengan perasaan malu. “Tentu boleh, mengapa tak boleh?” Jawab papa Alisa sambil balik bertanya. Namun, Alisa tak bisa menjawab pertanyaan susah itu.
Setelah semua selesai memilih buku, mereka langsung membayarnya. Sesam-painya di rumah ia langsung lari ke kamar dan melihat buku terbagus dan termahal dari buku-buku yang dulu pernah dibelikan Almarhum dan Almarhumah orang tuanya dulu. Perasaan Alisa saaaaangat senang.
Alisa menjadi bertambah patuh pada orang tuanya. Oh, iya Alisa juga orang islam, loh. Dan juga sholatnya nggak pernah bolong-bolong. Bagaimana nggak kagum kita-kita saja masih banyak yang sholatnya bolong-bolong.
Alisa mulai menulis diary baru yang isinya seperti ini:
Hai, teman baruku (buku diary barunya), Aku mau curhat , nich. Gini tadi aku dipilihkan kamu sobat. Kamu cantik deh. Tapi….sayangnya orang tuaku dulu sudah tak ada dan tidak dapat melihat sobat baruku ini yang cantik dan indah ini. Moga-moga Allah menerima orang tuaku disisinya. Amiin. Sudah dulu ya, sobat aku mau mandi dulu sudah jam 04.00, nich.
Pada suatu hari Alisa sedang bermain dengan buku diarynya. Ternyata Alisa lupa telah meninggalkan buku diarynya di taman dekat rumah, gara-gara pengen segera buang air kecil. Alisa langsung berlari ke taman dan mencari buku diarynya. Namun, tak ketemu. Ternyata buku Alisa diambil oleh tiga anak nakal bernama Austin, owen, dan kara.
“Wek 3 kali, ini ya bukumu rebut nich kalau bisa!” Kata Austin. Namun, Alisa tak bisa merebutnya. “ha..ha..ha..ha…” Kata Owen dan kara serempak. “Sudah jam 05.00 sore pulang, yuk dan baca buku diary ini.” Kata Owen. Mereka pun pulang. Tanpa berbasa-basi Alisa pun mengikuti mereka.
Sampai di tujuan tiga anak nakal itu ingin membaca buku diary Alisa. Saat ingin membaca buku diary Alisa, Austin, Owen, dan kara dipanggil ibu mereka masing-masing untuk mandi. Lagi-lagi buku diarynya ketinggalan, ini memang kesempatan emas untuk Alisa. Alisa pun langsung mengambil kembali buku diarynya dan segera pulang. Sejak saat itu Alisa akan terus menjaga barang-barangnya dan tidak menaruhnya di sembarang tempat. Diary kan benda paling pribadi.
Dinda dan adik baru
By Titha
Aku punya seorang teman. Namanya Dinda. Kata Dinda, ibunya sudah tak bisa hamil lagi karena KB. Dulu aku belum tahu apa itu KB. Kini aku sudah tahu karena cerita ini.
Pada suatu hari ibu Dinda mengalami sakit perut. Pada saat itu memang lagi musim sakit diare. Lalu, mama Dinda muntah-muntah. Ayah Dinda kira istrinya terkena diare. Saat itu ayah Dinda membawa istrinya ke rumah sakit permata hati. Saat diperiksa dokter Rina ternyata ibu Dinda hamil. Mereka berdua pun memberi tahu Dinda bahwa ia akan mendapat adik baru. Namun, bulan ini baru 1 bulan.
8 bulan kemudian….Ibu Dinda pun sudah hamil 9 bulan. Mereka lupa menanyakan kapan akan melahirkan pada dokter Rina.
Dinda dan orang tuanya pergi ke pro baby membeli peralatan bayi yang belum tersiapkan. Setelah selesai memilih baju mereka langsung ke tukang jahit pak Doyok untuk menjahitkan baju buat ibu. Kebetulan tempat menjahitnya dekat dengan dukun beranak(kira-kira 100 m). Pak doyok langsung mengukur perut ibu dinda yang sangat jumbo. “Mengapa perut istri saya harus diukur?” tanya ayah Dinda. Saat diukur ibu Dinda merasa bahwa anaknya akan keluar. “Aduuh…aduuuh rasanya saya ingin melahirkan tolong, yah!” kata ibu Dinda sambil memenggang perutnya. “Waduh, bagaimana ini, Dokter Rina kan tempat prakteknya jauh?” tanya ayah Dinda dengan khawatir. “Tenang pak didekat sini ada dukun beranak kok, sebentar saya panggilkan. Bapak bawa istrinya dulu kekamar anak saya.” jawab pak Doyok.
Dinda membantu ayahnya membawa ibunya ke kamar anak pak Doyok. Kembali ke Pak doyok. “Cepet dong, mbah!” kata pak Doyok sambil menarik tangan mbah dukun beranak. ”mbo’ sabar, saya kan juga sedang hamil 9 bulan. ”Akhirnya dukun beranak dan pak Doyok sampai di rumah & langsung pergi ke atas menuju kamar anaknya pak doyok.
Lalu, sang dukun beranak menyuruh ibu Dinda menarik nafas. Ibu dinda pun melakukan perintah dukun itu. Saat ibu Dinda menarik nafas, dukun beranak itu ikut menarik nafas. Ehh…. tahunya si dukun beranak mau melahirkan anak juga. Lalu, oleh pak Doyok dukun beranak tersebut diantar ke ruang bawah. Lalu, sang dukun beranak berabahan di tempat tidur yang telah tersedia.
Dukun beranak menyuruh pak doyok untuk mengambil air panas. “Waduuh anakku sudah mau keluar. Tapi kok pak Doyok belum datang juga, ya?” kata sang dukun beranak. Dengan hati-hati sang dukun beranak menuju ke atas ke kamar anaknya pak Doyok. “Anakmu sudah lahir?” tanya dukun beranak itu. “belum mbah. Mbah sudah?” Jawab ibu Dinda sambil balik bertanya. “Kalau saya juga belum. Pak bisa tolong keluar dulu!” perintah dukun beranak sambil menyuruh ayah Dinda keluar begitu juga dengan Dinda.
“Tarik nafas ! buang perlahan!” perintah sang dukun beranak. Ibu Dinda pun mengikutinya. Beberapa waktu kemudian anak mereka berdua lahir. Anak sang dukun adalah laki-laki. Sedang ibu Dinda melahirkan dua orang anak yang bernama Lala dan Lili. Dinda mendapat adik kembar. Perasaannya sangat senang. Sang dukun beranak dan ibu Dinda pun pulang kerumah masing-masing.
Sampai dirumah Dinda menggendong adiknya Lala. Saat ibu melihat ibu memarahi Dinda, “Kamu tuh jangan gendong adik dulu nanti jatuh gimana?” Kata ibu dengan marah. Dinda pun pergi ke kamar untuk menuliskan kejadian tadi di buku dirinya.
Malam harinya saat makan malam tiba ayah, ibu, baby sister memberi makan Lala dan Lili. Dinda kecewa karena ia dicuekin oleh orang lain. Dinda pun langsung kekamar dan seperti biasanya dinda menulis kejadin yang baru ia alami di buku diarinya.
Hari minggu ayah dan ibu Dinda membelikan anak kembarnya baju, celana, topi, rok, dan lain-lain. Lagi-lagi dinda kecewa karena ia iri pada kedua adiknya karena ia hanya dibelikan sepasang kaos kaki dan tidak sama dengan adiknya.
Beberapa tahun kemudin saat adiknya Dinda sudah berumur lima tahun dan sudah bersekolah. Dinda sudah duduk di bangku kelas 4. Hari ini Dinda pulang lebih cepat karena ada rapat guru. Saat pulang Dinda ke tk adiknya dulu. Sesampainya di TK adiknya Dinda mendorong Lala dari atas pelosotan dan menjatuhkan Lili ke dalam paret. Dinda melakukannya karena ia iri pada adiknya. Sebelim punya adik ia memang selalu disayang oleh orang tuanya tapi sekarang tidak lagi.
Sesampainya di rumah ternyata adik Dinda sudah pulang. Adik Dinda nangis terus-terusan karena sakit. Orang tua Dinda membawa mereka ke rumah sakit. Dinda tak ikut. Saat pulang Dinda terkejut melihat kepala dan kaki adiknya dijahit dan diperban. Dinda pun menyesal yang dilakukannya sepulang sekolah tadi dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Aku punya seorang teman. Namanya Dinda. Kata Dinda, ibunya sudah tak bisa hamil lagi karena KB. Dulu aku belum tahu apa itu KB. Kini aku sudah tahu karena cerita ini.
Pada suatu hari ibu Dinda mengalami sakit perut. Pada saat itu memang lagi musim sakit diare. Lalu, mama Dinda muntah-muntah. Ayah Dinda kira istrinya terkena diare. Saat itu ayah Dinda membawa istrinya ke rumah sakit permata hati. Saat diperiksa dokter Rina ternyata ibu Dinda hamil. Mereka berdua pun memberi tahu Dinda bahwa ia akan mendapat adik baru. Namun, bulan ini baru 1 bulan.
8 bulan kemudian….Ibu Dinda pun sudah hamil 9 bulan. Mereka lupa menanyakan kapan akan melahirkan pada dokter Rina.
Dinda dan orang tuanya pergi ke pro baby membeli peralatan bayi yang belum tersiapkan. Setelah selesai memilih baju mereka langsung ke tukang jahit pak Doyok untuk menjahitkan baju buat ibu. Kebetulan tempat menjahitnya dekat dengan dukun beranak(kira-kira 100 m). Pak doyok langsung mengukur perut ibu dinda yang sangat jumbo. “Mengapa perut istri saya harus diukur?” tanya ayah Dinda. Saat diukur ibu Dinda merasa bahwa anaknya akan keluar. “Aduuh…aduuuh rasanya saya ingin melahirkan tolong, yah!” kata ibu Dinda sambil memenggang perutnya. “Waduh, bagaimana ini, Dokter Rina kan tempat prakteknya jauh?” tanya ayah Dinda dengan khawatir. “Tenang pak didekat sini ada dukun beranak kok, sebentar saya panggilkan. Bapak bawa istrinya dulu kekamar anak saya.” jawab pak Doyok.
Dinda membantu ayahnya membawa ibunya ke kamar anak pak Doyok. Kembali ke Pak doyok. “Cepet dong, mbah!” kata pak Doyok sambil menarik tangan mbah dukun beranak. ”mbo’ sabar, saya kan juga sedang hamil 9 bulan. ”Akhirnya dukun beranak dan pak Doyok sampai di rumah & langsung pergi ke atas menuju kamar anaknya pak doyok.
Lalu, sang dukun beranak menyuruh ibu Dinda menarik nafas. Ibu dinda pun melakukan perintah dukun itu. Saat ibu Dinda menarik nafas, dukun beranak itu ikut menarik nafas. Ehh…. tahunya si dukun beranak mau melahirkan anak juga. Lalu, oleh pak Doyok dukun beranak tersebut diantar ke ruang bawah. Lalu, sang dukun beranak berabahan di tempat tidur yang telah tersedia.
Dukun beranak menyuruh pak doyok untuk mengambil air panas. “Waduuh anakku sudah mau keluar. Tapi kok pak Doyok belum datang juga, ya?” kata sang dukun beranak. Dengan hati-hati sang dukun beranak menuju ke atas ke kamar anaknya pak Doyok. “Anakmu sudah lahir?” tanya dukun beranak itu. “belum mbah. Mbah sudah?” Jawab ibu Dinda sambil balik bertanya. “Kalau saya juga belum. Pak bisa tolong keluar dulu!” perintah dukun beranak sambil menyuruh ayah Dinda keluar begitu juga dengan Dinda.
“Tarik nafas ! buang perlahan!” perintah sang dukun beranak. Ibu Dinda pun mengikutinya. Beberapa waktu kemudian anak mereka berdua lahir. Anak sang dukun adalah laki-laki. Sedang ibu Dinda melahirkan dua orang anak yang bernama Lala dan Lili. Dinda mendapat adik kembar. Perasaannya sangat senang. Sang dukun beranak dan ibu Dinda pun pulang kerumah masing-masing.
Sampai dirumah Dinda menggendong adiknya Lala. Saat ibu melihat ibu memarahi Dinda, “Kamu tuh jangan gendong adik dulu nanti jatuh gimana?” Kata ibu dengan marah. Dinda pun pergi ke kamar untuk menuliskan kejadian tadi di buku dirinya.
Malam harinya saat makan malam tiba ayah, ibu, baby sister memberi makan Lala dan Lili. Dinda kecewa karena ia dicuekin oleh orang lain. Dinda pun langsung kekamar dan seperti biasanya dinda menulis kejadin yang baru ia alami di buku diarinya.
Hari minggu ayah dan ibu Dinda membelikan anak kembarnya baju, celana, topi, rok, dan lain-lain. Lagi-lagi dinda kecewa karena ia iri pada kedua adiknya karena ia hanya dibelikan sepasang kaos kaki dan tidak sama dengan adiknya.
Beberapa tahun kemudin saat adiknya Dinda sudah berumur lima tahun dan sudah bersekolah. Dinda sudah duduk di bangku kelas 4. Hari ini Dinda pulang lebih cepat karena ada rapat guru. Saat pulang Dinda ke tk adiknya dulu. Sesampainya di TK adiknya Dinda mendorong Lala dari atas pelosotan dan menjatuhkan Lili ke dalam paret. Dinda melakukannya karena ia iri pada adiknya. Sebelim punya adik ia memang selalu disayang oleh orang tuanya tapi sekarang tidak lagi.
Sesampainya di rumah ternyata adik Dinda sudah pulang. Adik Dinda nangis terus-terusan karena sakit. Orang tua Dinda membawa mereka ke rumah sakit. Dinda tak ikut. Saat pulang Dinda terkejut melihat kepala dan kaki adiknya dijahit dan diperban. Dinda pun menyesal yang dilakukannya sepulang sekolah tadi dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Kucing??... Yes!!!
By Tya
Dita baru saja pulang sekolah, “Assalamu’alaikum,ma!”. ”Eh, Dita, kebutulan nih tolong bawa tas koper mama dong,oh iya tas yg lainnya juga ya!” kata mama. ”Ih,mama Dita kan baru pulang, kok disuruh – suruh sih?lagian untuk apa tas sebanyak ini?” Dita ngomel. “Ya Allah Dit, kamu belum tau, kita kan mau pindah rumah!” kata mama. “Apa ma,mau pindah rumah?”jawab Dita kaget. ”Iya Dit,papa kan sudah dapat surat dinas ke luar negeri, emangnya nggak mau pindah rumah ya?”tanya mama lagi. ”Mau sih ma, tapi ……” Dita tampak tak bersemangat. ”Tapi apa? nggak mau ada kucing? memangnya kenapa sih kamu takut sama kucing?” lanjut mama. ”mm… gimana ya ma?” huhh,rupanya mama tahu,memang itu yg ku takutkan.
Waktu terus berjalan, sebentar lagi adzan maghrib tiba. Fauzan, kakak Dita mengetuk kamar Dita ingin mengajak sholat maghrib berjamaah. Tetapi Dita tidak membukakan pintu. Sudah lewat 5 menit Dita tidak membukakan pintu. Fauzan jadi heran karena Dita tidak membukakan pintu. Lalu kak Zan berteriak ”Dita,Dita!!!buka pintu dong kita sholat bareng yuk!” Dita masih saja tidak membukakan pintu. Lalu kak Zan mendobrak pintu, tetapi Dita tidak ada di kamarnya. Kak Zan sudah mencari ke semua ruangan,tetapi tidak ada. Mungkin dita kabur dari rumah,pikir fauzan. Selesai sholat Fauzan melanjutkan mencari Dita.
“Kenapa sih harus pindah? Kalo rumah kosong pasti jadi sarang kucing, tikus. Aduu..h” Dita bicara sendiri. “Tapi sebenarnya asyik juga pindah, pasti akan banyak teman baru. Aduuh gimana ini……” lama Dita berpikir, menyendiri di balik pohon mangga besar di sudut belakang rumah. “Kucing,kucing,kucing lagi.....” hingga waktu sholat maghrib lewat, dia masih belum beranjak dari tempat duduknya.
Di rumah ternyata papa dan mama juga khawatir. Sekeliling rumah sudah dicari, tapi Dita tetap tak ada. Mama menelpon ke rumah nenek, tante... dan teman–teman Dita. Wajah mama tampak khawatir sekali. “Masa ini hanya gara– gara takut kucing di rumah baru ? Aduuh kemana kamu dita ?” kata mama. ”Coba kita cari keliling komplek, siapa tahu dia ke taman,atau dimana!” ajak papa. Mereka pun keluar rumah dengan penuh khawatir.
”Aah ... tolong...!” teriakan itu membawa kak Zan melangkah ke belakang rumah. ”Dita!!!! Kenapa?, kamu dari mana?” kak Zan berteriak juga. ”A...aku tadi lihat ada yang bergoyang– goyang dibalik pohon. Ternyata kuciiiing. Huhh takut!” ternyata wajah Gita sudah pucat gemetar. Tak lama mama dan papa datang, wajah dan tubuhnya penuh keringat. ”Dita ngapain kamu disini? Mama dan papa khawatir sama kamu” kata mama. Mama lega karena Dita sudah ketemu.
Selesai makan bakso di kantin sekolah, Farah melihat pengunguman lomba kostum kucing di mading sekolah. ”Wah.. ada lomba kostum kucing, Vona mau ku ajak lomba, ah. Oh iya Dit, kamu mau tolong aku nggak” kata Farah. ”Boleh, bantu apa?” tanya Dita. ”Tolong bantu aku buat bajunya Vona, untuk lomba kostum kucing. Kamu kan kreatif” kata Farah. Hahh kostum kucing? ke rumah farah? Harus ngukur badan Vona dong! Aduh gimana nih? kata Dita dalam hati. ”Ya sudah, kapan aku ke rumahmu?”jawab dita ragu– ragu. ”Besok aja Dit, lombanya kan dimulai minggu depan Dit!” kata Farah semangat. ”Jam berapa, Farah?” tanya Dita lagi. ”Pulang sekolah aja deh,dit!” Farah memberitahu. ”Oke,kalau gitu besok aku bareng kamu pulangnya! ”beres deh.”
Besoknya pulang sekolah Dita dan Farah pulang bareng. Sesampai di rumah, Farah menyuruh Dita mengambil Vona di ruang tamu. Saat Dita mengambil Vona, Vona bersin–bersin. Dita kaget dan melepaskan Vona. ”Auuuu.... sakit!” seru Dita ”Kenapa dit? Kok kamu bisa luka?” tanya Farah ” Kesandung mainanmu nih. Kucingmu juga luka” kata Dita. ”Meauu..” jerit Vona kesakitan ”Vona kamu kenapa? Vona kenapa Dit, kenapa?” tanya farah panik. ”Waktu aku angkat vona, dia bersin–bersin, terus aku kaget dan aku lepasin vona, terus aku lari dan kesandung mainanmu. Ternyata vona juga luka” cerita Dita. ”Oh. Ya udah, kalau gitu aku ambil obat dulu ya!” Farah segera mengobati Vona & memberi obat untuk Dita. Lalu Dita pulang diantar ortunya farah. Farah jadi agak kesal sama Dita karena vona tidak jadi mengikuti lomba.
Di rumah, Dita bercerita ke mama tentang kejadian di rumah Farah. Setelah mama mendengar cerita itu, mama menasihati Dita supaya tidak takut lagi sama kucing.
Seminggu sudah berlalu.....
Besok Dita pindah rumah. Dita sama sekali ngga ingat kalau hari ini Dita ultah. Mama, papa, dan fauzan merencanakan sesuatu agar saat ulang tahunnya dia tidak takut lagi dengan kucing.
”Assalamu’alaikum, Dita pulang. Lho kok gelap, mungkin mati lampu. ”Assalamu’alaikum, assalamu’alaikum, kok sepi, pada kemana ya?!” Jrengg... tiba–tiba lampu langsung menyala dan terdengar suara nyanyian. ”Selamat ulang tahun, Dita!” kata mama,papa,dan fauzan. ”Ulang tahun? Ini tanggal... o,iya hari ini aku ulang tahun” kata Dita merasa bahagia. ”Oh iya ini kado dari kita Dit” kata kak Fauzan. ”wow, kayaknya bagus nih hadiahnya, makasih ya!” kata Dita senang. ”Sama– sama” jawab semua. ”Aahh... anak kucing!!!!!!” jerit Dita. ”Dita, kenapa sih kamu takut sama kucing?” tanya mama. ”Semuanya nggak ngerti perasaan Dita” kata Dita kesal. Dita mengurung diri di kamarnya. ”Dita nggak suka sama kucing ,tapi kenapa semua orang bujuk aku biar nggak takut kucing?” kata Dita bertanya sendiri. ”O,iya besok pindah rumah. Kenapa sih hari ulang tahunku selalu sial? Pokoknya aku nggak mau pindah rumah” kata Dita.
Esoknya....
”Dita kita siap–siap yuk.” ajak mama. ”Nggak ma, pokoknya aku nggak mau pindah rumah!” jawab Dita kesal. ”Ya udah kalau kamu nggak mau ikut pindah. Nanti di sini juga nggak ada yg bersihkan rumah ini dan jadi sarang tikus dan akhirnya juga banyak kucing.” bujuk mama.
Dita berpikir, dan akhirnya memutuskan untuk pindah rumah. Di saat pesta ultah Dita & acara selamatan rumah baru dita. Semua teman Dita diundang, termasuk Farah. Farah & teman Dita yang lain memberi kado. Setelah selesai acara, Dita membuka kado. Yang pertama Dita buka adalah kadonya Farah. Di dalam kado ada ucapan yang berisi selamat ultah Dita semoga panjang umur dan sehat selalu. Kado dari farah adalah cerita yang berjudul janganlah takut dengan kucing. Setelah Dita membacanya ia sadar bahwa takut dengan kucing tak ada gunanya. Mulai saat itu ia tak lagi taku kucing.
Dita baru saja pulang sekolah, “Assalamu’alaikum,ma!”. ”Eh, Dita, kebutulan nih tolong bawa tas koper mama dong,oh iya tas yg lainnya juga ya!” kata mama. ”Ih,mama Dita kan baru pulang, kok disuruh – suruh sih?lagian untuk apa tas sebanyak ini?” Dita ngomel. “Ya Allah Dit, kamu belum tau, kita kan mau pindah rumah!” kata mama. “Apa ma,mau pindah rumah?”jawab Dita kaget. ”Iya Dit,papa kan sudah dapat surat dinas ke luar negeri, emangnya nggak mau pindah rumah ya?”tanya mama lagi. ”Mau sih ma, tapi ……” Dita tampak tak bersemangat. ”Tapi apa? nggak mau ada kucing? memangnya kenapa sih kamu takut sama kucing?” lanjut mama. ”mm… gimana ya ma?” huhh,rupanya mama tahu,memang itu yg ku takutkan.
Waktu terus berjalan, sebentar lagi adzan maghrib tiba. Fauzan, kakak Dita mengetuk kamar Dita ingin mengajak sholat maghrib berjamaah. Tetapi Dita tidak membukakan pintu. Sudah lewat 5 menit Dita tidak membukakan pintu. Fauzan jadi heran karena Dita tidak membukakan pintu. Lalu kak Zan berteriak ”Dita,Dita!!!buka pintu dong kita sholat bareng yuk!” Dita masih saja tidak membukakan pintu. Lalu kak Zan mendobrak pintu, tetapi Dita tidak ada di kamarnya. Kak Zan sudah mencari ke semua ruangan,tetapi tidak ada. Mungkin dita kabur dari rumah,pikir fauzan. Selesai sholat Fauzan melanjutkan mencari Dita.
“Kenapa sih harus pindah? Kalo rumah kosong pasti jadi sarang kucing, tikus. Aduu..h” Dita bicara sendiri. “Tapi sebenarnya asyik juga pindah, pasti akan banyak teman baru. Aduuh gimana ini……” lama Dita berpikir, menyendiri di balik pohon mangga besar di sudut belakang rumah. “Kucing,kucing,kucing lagi.....” hingga waktu sholat maghrib lewat, dia masih belum beranjak dari tempat duduknya.
Di rumah ternyata papa dan mama juga khawatir. Sekeliling rumah sudah dicari, tapi Dita tetap tak ada. Mama menelpon ke rumah nenek, tante... dan teman–teman Dita. Wajah mama tampak khawatir sekali. “Masa ini hanya gara– gara takut kucing di rumah baru ? Aduuh kemana kamu dita ?” kata mama. ”Coba kita cari keliling komplek, siapa tahu dia ke taman,atau dimana!” ajak papa. Mereka pun keluar rumah dengan penuh khawatir.
”Aah ... tolong...!” teriakan itu membawa kak Zan melangkah ke belakang rumah. ”Dita!!!! Kenapa?, kamu dari mana?” kak Zan berteriak juga. ”A...aku tadi lihat ada yang bergoyang– goyang dibalik pohon. Ternyata kuciiiing. Huhh takut!” ternyata wajah Gita sudah pucat gemetar. Tak lama mama dan papa datang, wajah dan tubuhnya penuh keringat. ”Dita ngapain kamu disini? Mama dan papa khawatir sama kamu” kata mama. Mama lega karena Dita sudah ketemu.
Selesai makan bakso di kantin sekolah, Farah melihat pengunguman lomba kostum kucing di mading sekolah. ”Wah.. ada lomba kostum kucing, Vona mau ku ajak lomba, ah. Oh iya Dit, kamu mau tolong aku nggak” kata Farah. ”Boleh, bantu apa?” tanya Dita. ”Tolong bantu aku buat bajunya Vona, untuk lomba kostum kucing. Kamu kan kreatif” kata Farah. Hahh kostum kucing? ke rumah farah? Harus ngukur badan Vona dong! Aduh gimana nih? kata Dita dalam hati. ”Ya sudah, kapan aku ke rumahmu?”jawab dita ragu– ragu. ”Besok aja Dit, lombanya kan dimulai minggu depan Dit!” kata Farah semangat. ”Jam berapa, Farah?” tanya Dita lagi. ”Pulang sekolah aja deh,dit!” Farah memberitahu. ”Oke,kalau gitu besok aku bareng kamu pulangnya! ”beres deh.”
Besoknya pulang sekolah Dita dan Farah pulang bareng. Sesampai di rumah, Farah menyuruh Dita mengambil Vona di ruang tamu. Saat Dita mengambil Vona, Vona bersin–bersin. Dita kaget dan melepaskan Vona. ”Auuuu.... sakit!” seru Dita ”Kenapa dit? Kok kamu bisa luka?” tanya Farah ” Kesandung mainanmu nih. Kucingmu juga luka” kata Dita. ”Meauu..” jerit Vona kesakitan ”Vona kamu kenapa? Vona kenapa Dit, kenapa?” tanya farah panik. ”Waktu aku angkat vona, dia bersin–bersin, terus aku kaget dan aku lepasin vona, terus aku lari dan kesandung mainanmu. Ternyata vona juga luka” cerita Dita. ”Oh. Ya udah, kalau gitu aku ambil obat dulu ya!” Farah segera mengobati Vona & memberi obat untuk Dita. Lalu Dita pulang diantar ortunya farah. Farah jadi agak kesal sama Dita karena vona tidak jadi mengikuti lomba.
Di rumah, Dita bercerita ke mama tentang kejadian di rumah Farah. Setelah mama mendengar cerita itu, mama menasihati Dita supaya tidak takut lagi sama kucing.
Seminggu sudah berlalu.....
Besok Dita pindah rumah. Dita sama sekali ngga ingat kalau hari ini Dita ultah. Mama, papa, dan fauzan merencanakan sesuatu agar saat ulang tahunnya dia tidak takut lagi dengan kucing.
”Assalamu’alaikum, Dita pulang. Lho kok gelap, mungkin mati lampu. ”Assalamu’alaikum, assalamu’alaikum, kok sepi, pada kemana ya?!” Jrengg... tiba–tiba lampu langsung menyala dan terdengar suara nyanyian. ”Selamat ulang tahun, Dita!” kata mama,papa,dan fauzan. ”Ulang tahun? Ini tanggal... o,iya hari ini aku ulang tahun” kata Dita merasa bahagia. ”Oh iya ini kado dari kita Dit” kata kak Fauzan. ”wow, kayaknya bagus nih hadiahnya, makasih ya!” kata Dita senang. ”Sama– sama” jawab semua. ”Aahh... anak kucing!!!!!!” jerit Dita. ”Dita, kenapa sih kamu takut sama kucing?” tanya mama. ”Semuanya nggak ngerti perasaan Dita” kata Dita kesal. Dita mengurung diri di kamarnya. ”Dita nggak suka sama kucing ,tapi kenapa semua orang bujuk aku biar nggak takut kucing?” kata Dita bertanya sendiri. ”O,iya besok pindah rumah. Kenapa sih hari ulang tahunku selalu sial? Pokoknya aku nggak mau pindah rumah” kata Dita.
Esoknya....
”Dita kita siap–siap yuk.” ajak mama. ”Nggak ma, pokoknya aku nggak mau pindah rumah!” jawab Dita kesal. ”Ya udah kalau kamu nggak mau ikut pindah. Nanti di sini juga nggak ada yg bersihkan rumah ini dan jadi sarang tikus dan akhirnya juga banyak kucing.” bujuk mama.
Dita berpikir, dan akhirnya memutuskan untuk pindah rumah. Di saat pesta ultah Dita & acara selamatan rumah baru dita. Semua teman Dita diundang, termasuk Farah. Farah & teman Dita yang lain memberi kado. Setelah selesai acara, Dita membuka kado. Yang pertama Dita buka adalah kadonya Farah. Di dalam kado ada ucapan yang berisi selamat ultah Dita semoga panjang umur dan sehat selalu. Kado dari farah adalah cerita yang berjudul janganlah takut dengan kucing. Setelah Dita membacanya ia sadar bahwa takut dengan kucing tak ada gunanya. Mulai saat itu ia tak lagi taku kucing.
INSYAFNYA GITA
By Tya
Gita adalah anak yang durhaka pada orang tuanya. Ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa yang indah. Umur Gita sekarang 16 tahun. Ia kesal dengan keadaan orang tuanya yang miskin. Bila tak punya uang, ia suka mencuri. ”Ibuu, Ibuu...buatin aku mie goreng!” kata Gita sambil marah-marah. ”Tunggu Gita, ibu lagi cuci piring” kata ibu dari dapur. Lima menit sudah berlalu...”Ibuu.. bikin mie aja kok lama banget sih..!Teriak Gita kesal. ”Iya Gita, ibukan lagi cuci piring”. ”Nggak ada alasan. Pokoknya harus sekarang!” kata Gita sambil mendorong ibunya ke arah kompor. Belum lagi ibunya selesai memasak mie...”Ibu..ibu.. lama banget siih. Sudah aku bikin sendiri aja. Ayo sekarang ibu masuk ke kamar mandi aja” kata Gita sambil menarik lengan ibunya, mendorongnya masuk ke kamar mandi. ”Astaghfirullah... Gita, ini ibumu nak..” kata ibi sambil menangis. ”Apa ibu? Kalau jadi ibunya Gita jangan miskin. Jangan malas. Kalau miskin kayak gini namanya pembantu. Udah deh, sekarang masuk ke kamar mandi” Ya Allah jahatnya Gita. ”Ya Allah ampuni anakku Gita, sadarkan dia ya Allah” biarpun ibu Gita disakiti setiap hari, ia tak pernah berhenti berharap pada Allah.
Besok paginyapun sikapnya masih sama. ”Nih uang buat belanja” kata Gita pada ibu sambil melemparkan uang yang banyak. ”Gita, ini uang dari mana? Tanya ibunya. ”Pembantu mau tahu aja, sudah yang penting masakkan aku makanan yang enak-enak” Rupanya Gita mencuri lagi. ”Rebuskan aku air panas buat mandi” kata Gita. ”Tunggu ya nak” Ibu menyelesaikan jahitannya. ”Nggak pake nanti-nanti, sekaraang!!! Jawab Gita sambil teriak. Setiap hari selalu seperti itu. Tak pernah berubah.
Siang itu datang tetangganya dengan tergesa-gesa ”Gita, ibumu ada di rumah sakit. Tadi pagi ia tertabrak mobil waktu mau ke pasar. Cepat kau datang ke sana” kata tetangga itu. ”Ah biar aja.. ..,aku nggak sempat” kata Gita sambil melanjutkan tidur siangnya. Ibu Gita ternyata meninggal. Tapi Gita masih tak perduli juga. Yang mengurus jenazahnya adalah tetangga-tetangga yang selama ini prihatin melihat ibu Gita.
Sejak kepergian ibunya, semakin terasa betapa pentingnya ibu bagi Gita. Tak ada yang membuatnya makan. Tak ada yang mijit pada saat lelah. Tidak ada yang mengelusnya pada saat sedihn Tidak ada lagi yang memperhatikannya. Ibuu.... Gita menyesal....
Gita adalah anak yang durhaka pada orang tuanya. Ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa yang indah. Umur Gita sekarang 16 tahun. Ia kesal dengan keadaan orang tuanya yang miskin. Bila tak punya uang, ia suka mencuri. ”Ibuu, Ibuu...buatin aku mie goreng!” kata Gita sambil marah-marah. ”Tunggu Gita, ibu lagi cuci piring” kata ibu dari dapur. Lima menit sudah berlalu...”Ibuu.. bikin mie aja kok lama banget sih..!Teriak Gita kesal. ”Iya Gita, ibukan lagi cuci piring”. ”Nggak ada alasan. Pokoknya harus sekarang!” kata Gita sambil mendorong ibunya ke arah kompor. Belum lagi ibunya selesai memasak mie...”Ibu..ibu.. lama banget siih. Sudah aku bikin sendiri aja. Ayo sekarang ibu masuk ke kamar mandi aja” kata Gita sambil menarik lengan ibunya, mendorongnya masuk ke kamar mandi. ”Astaghfirullah... Gita, ini ibumu nak..” kata ibi sambil menangis. ”Apa ibu? Kalau jadi ibunya Gita jangan miskin. Jangan malas. Kalau miskin kayak gini namanya pembantu. Udah deh, sekarang masuk ke kamar mandi” Ya Allah jahatnya Gita. ”Ya Allah ampuni anakku Gita, sadarkan dia ya Allah” biarpun ibu Gita disakiti setiap hari, ia tak pernah berhenti berharap pada Allah.
Besok paginyapun sikapnya masih sama. ”Nih uang buat belanja” kata Gita pada ibu sambil melemparkan uang yang banyak. ”Gita, ini uang dari mana? Tanya ibunya. ”Pembantu mau tahu aja, sudah yang penting masakkan aku makanan yang enak-enak” Rupanya Gita mencuri lagi. ”Rebuskan aku air panas buat mandi” kata Gita. ”Tunggu ya nak” Ibu menyelesaikan jahitannya. ”Nggak pake nanti-nanti, sekaraang!!! Jawab Gita sambil teriak. Setiap hari selalu seperti itu. Tak pernah berubah.
Siang itu datang tetangganya dengan tergesa-gesa ”Gita, ibumu ada di rumah sakit. Tadi pagi ia tertabrak mobil waktu mau ke pasar. Cepat kau datang ke sana” kata tetangga itu. ”Ah biar aja.. ..,aku nggak sempat” kata Gita sambil melanjutkan tidur siangnya. Ibu Gita ternyata meninggal. Tapi Gita masih tak perduli juga. Yang mengurus jenazahnya adalah tetangga-tetangga yang selama ini prihatin melihat ibu Gita.
Sejak kepergian ibunya, semakin terasa betapa pentingnya ibu bagi Gita. Tak ada yang membuatnya makan. Tak ada yang mijit pada saat lelah. Tidak ada yang mengelusnya pada saat sedihn Tidak ada lagi yang memperhatikannya. Ibuu.... Gita menyesal....
Thursday, July 26, 2007
SIPUT YANG CERDAS
By Viant
Pada suatu hari, lahirlah sekor siput yang manis. Dia tumbuh dengan cepat, sehat, cerdas dan sempurna. Namanya Puti. Di sekolahnya, ia selalu menjadi juara kelas. Dia sangat disenangi banyak teman. Namun diantara temannya itu ada seekor kucing yang iri dengan kepandaian Puti. Namanya Kuci. Kuci selalu berusaha berbagai cara agar bisa sepintar puti, tapi nggak bisa. Akhirnya dengan malu-malu ia memberanikan diri bertanya pada Puti. ”Puti, bagaimana sih caranya biar bisa sepintar kamu?”. ”Caranya ya harus banyak baca buku. Katanya, buku itu adalah jendela dunia” jawab Puti. ”Jendela dunia apaan tuh?” tanya Kuci lagi. ”Maksudnya, kita tuh butuuuh banget buku untuk memperluas ilmu pengetahuan kita. Jadi apapun dan dimanapun ada informasi kita nggak pernah ketinggalan!” Jelas Puti. ”Oh, gitu ya... Pantesan waktu di kelas, aku sempat ditanyai sama Bu Zizi apa arti ”Buku adalah jendela dunia”, ternyata ini jawabannya. Sekarang aku sudah tahu” jawab Kuci senang. ”Jadi sekarang kamu tidak akan main boneka terus kan?” tanya Puti. ””Ya...iya lah.. akukan mau jadi pintar seperti kamu. Terima kasih ya suda memberi tahu!”. ”Sama-sama”.
.....2 minggu kemudian
”Juara ke 3 adalah..... Epan..... selamat ya Epan! Nah.... juara ke dua adalah... Kuciii.....Selamat ya atas kerja kerasnya! Dan inilah yang kita tunggu-tunggu, juara pertama adalah Putiii....! Pertahantan ya sayang!”. ”Baik bu!”.
Nah itulah akhir dari cerita saya. Kalau teman-teman ingin pintar seperti Puti, makanya rajin belajar dan banyak baca buku. Oke!
Pada suatu hari, lahirlah sekor siput yang manis. Dia tumbuh dengan cepat, sehat, cerdas dan sempurna. Namanya Puti. Di sekolahnya, ia selalu menjadi juara kelas. Dia sangat disenangi banyak teman. Namun diantara temannya itu ada seekor kucing yang iri dengan kepandaian Puti. Namanya Kuci. Kuci selalu berusaha berbagai cara agar bisa sepintar puti, tapi nggak bisa. Akhirnya dengan malu-malu ia memberanikan diri bertanya pada Puti. ”Puti, bagaimana sih caranya biar bisa sepintar kamu?”. ”Caranya ya harus banyak baca buku. Katanya, buku itu adalah jendela dunia” jawab Puti. ”Jendela dunia apaan tuh?” tanya Kuci lagi. ”Maksudnya, kita tuh butuuuh banget buku untuk memperluas ilmu pengetahuan kita. Jadi apapun dan dimanapun ada informasi kita nggak pernah ketinggalan!” Jelas Puti. ”Oh, gitu ya... Pantesan waktu di kelas, aku sempat ditanyai sama Bu Zizi apa arti ”Buku adalah jendela dunia”, ternyata ini jawabannya. Sekarang aku sudah tahu” jawab Kuci senang. ”Jadi sekarang kamu tidak akan main boneka terus kan?” tanya Puti. ””Ya...iya lah.. akukan mau jadi pintar seperti kamu. Terima kasih ya suda memberi tahu!”. ”Sama-sama”.
.....2 minggu kemudian
”Juara ke 3 adalah..... Epan..... selamat ya Epan! Nah.... juara ke dua adalah... Kuciii.....Selamat ya atas kerja kerasnya! Dan inilah yang kita tunggu-tunggu, juara pertama adalah Putiii....! Pertahantan ya sayang!”. ”Baik bu!”.
Nah itulah akhir dari cerita saya. Kalau teman-teman ingin pintar seperti Puti, makanya rajin belajar dan banyak baca buku. Oke!
SEMOGA JADI ANAK YANG BAIK
By Vito
Seorang anak tinggal di jalan Cipete No.13. Namanya Roni. Dia terkenal jahat pada setiap orang yang dia temui.Contohnya, bangku pak guru di beri minyak dan mencuri mangga di halamannya Pak Ali. Dia pernah juga memasukkan cicak ke dalam tas temannya. Berkali-kali dia dimarahi dan dihukum oleh guru, tapi nggak jera juga.
Di rumah ia juga pernah membuat bola-bola lumpur, lalu melemparkannya pada setiap orang yang melintas di depan rumahnya. Tak ada yang bisa menegurnya, kecuali ibunya. Roni paling takut sama ibunya. Tapi biar yang marah ibunya dia selalu mengulangi perbuatannya. Jadi kapan dia jadi baik. Semoga doa ibu akan di dengar Allah, dan suatu saat jadi anak baik.
Seorang anak tinggal di jalan Cipete No.13. Namanya Roni. Dia terkenal jahat pada setiap orang yang dia temui.Contohnya, bangku pak guru di beri minyak dan mencuri mangga di halamannya Pak Ali. Dia pernah juga memasukkan cicak ke dalam tas temannya. Berkali-kali dia dimarahi dan dihukum oleh guru, tapi nggak jera juga.
Di rumah ia juga pernah membuat bola-bola lumpur, lalu melemparkannya pada setiap orang yang melintas di depan rumahnya. Tak ada yang bisa menegurnya, kecuali ibunya. Roni paling takut sama ibunya. Tapi biar yang marah ibunya dia selalu mengulangi perbuatannya. Jadi kapan dia jadi baik. Semoga doa ibu akan di dengar Allah, dan suatu saat jadi anak baik.
BERKATALAH YANG SEBENARNYA
By Vira
Hai, namaku Nelis. Pagi ini aku tidak sekolah karena hari ini hari Minggu. Tapi hari Minggu jadi hari paling tidak ku suka karena kakakku pasti akan menyuruhku ini dan itu. Padahal hari Minggu kan waktunya nonton kartun.
”Neliiss....Nelisss..Liiss..” kakakku mulai berteriak memanggilku. Nggak sabar sekali. ”Apaan sih kak, aku lagi nonton nih” jawabku agak kesal. ”Ayo bantuin kakak bersih-bersih rumah” kata kakakku. ”Aduuh.. kamu ini ya, Cuma disuruh bantuin bersih-bersih rumah aja malesnya segunung. Gimana kalo nanti ternyata jadi pembantu” Kakak mulai ngomel. ”Iiih.. amit-amit, siapa juga yang mau jadi pembantu” jawabku kesal. ”Siapa tahu kamu mau jadi pembantu, jadi kakak tinggal nyuruh-nyuruh kamu ha....ha....ha....” kata kakak sambil terbahak-bahak. ”Iih kakak ini nyebelin banget sih, mau nyuruh atau menghina sih!” aku jadi jengkel. ”Biarin wee...” Hah kakak ngolok. Aku pun berlari mengejar kakak. Aku ingin membalas, tapi....”Praangg...” aku nyenggol vas bunga mama.
”Aduuuh kak bagaimana ini? Vas bunga kesayangan mama pecah nih” kataku ketakutan. Aku takut mama marah. Pasti mama marah. ” Ya udah, kamu masih punya waktu untuk membereskannya” kakak pun membantuku membersihkan kepingan-kepingan vas, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa saat kemudian....
”Nelis....nih mama bawain oleh-oleh buat kamu” kata mama sambil melepas sepatu yang dipakainya, lalu berjalan masuk melalui ruang tamu. ”Nelis, vas bunga mama yang disini mana ya?” tanya mama keheranan. Aduuh mama curiga. ”Ee..enggak tahu ma” jawabku bohong. Sambil keheranan, mama menyiapkan makan di dapur.
.....makan malam pun tiba
”Nelis, kamu nggak makan?” tanya mama. ”Lagi nggak laper ma” aku grogi banget kalau harus makan bareng mama. Biar, malam ini aku nggak makan yang penting aman. Ah.. tapi sampai larutpun aku masih tak bisa tidur. Aduuh gimana ya. Kalau aku ngaku pasti nanti dimarahi, tapi kalau nggak ngaku berarti aku sudah berdosa. Sampai selarut ini pun akumasih belum bisa tidur.
....Hah.. sudah pagi. Aku segera sholat subuh. Selesai sholat aku yakinkan diri bahwa aku harus mengakui kesalahanku. Apapun yang terjadi.
”Ma.. sebetulnya Nelis yang mecahin vas bunga itu, tapi Nelis mau ganti kok ma” kataku penuh rasa takut. Aku tak berani menatap mata mama. Mama pasti sedang menahan marah. ”Sayaang.. tak usah diganti, yang penting kamu sudah berkata jujur. Mama banggga padamu. Sudah lupakan peristiwa ini ya. Ah sudah terlambat, ayo berangkat sekolah sana” kalimat mama sejuuk sekali. ” Ya ma, maafka Nelis ya ma..” Senangnya hatiku, ternyata mama sangat baik.
Hai, namaku Nelis. Pagi ini aku tidak sekolah karena hari ini hari Minggu. Tapi hari Minggu jadi hari paling tidak ku suka karena kakakku pasti akan menyuruhku ini dan itu. Padahal hari Minggu kan waktunya nonton kartun.
”Neliiss....Nelisss..Liiss..” kakakku mulai berteriak memanggilku. Nggak sabar sekali. ”Apaan sih kak, aku lagi nonton nih” jawabku agak kesal. ”Ayo bantuin kakak bersih-bersih rumah” kata kakakku. ”Aduuh.. kamu ini ya, Cuma disuruh bantuin bersih-bersih rumah aja malesnya segunung. Gimana kalo nanti ternyata jadi pembantu” Kakak mulai ngomel. ”Iiih.. amit-amit, siapa juga yang mau jadi pembantu” jawabku kesal. ”Siapa tahu kamu mau jadi pembantu, jadi kakak tinggal nyuruh-nyuruh kamu ha....ha....ha....” kata kakak sambil terbahak-bahak. ”Iih kakak ini nyebelin banget sih, mau nyuruh atau menghina sih!” aku jadi jengkel. ”Biarin wee...” Hah kakak ngolok. Aku pun berlari mengejar kakak. Aku ingin membalas, tapi....”Praangg...” aku nyenggol vas bunga mama.
”Aduuuh kak bagaimana ini? Vas bunga kesayangan mama pecah nih” kataku ketakutan. Aku takut mama marah. Pasti mama marah. ” Ya udah, kamu masih punya waktu untuk membereskannya” kakak pun membantuku membersihkan kepingan-kepingan vas, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa saat kemudian....
”Nelis....nih mama bawain oleh-oleh buat kamu” kata mama sambil melepas sepatu yang dipakainya, lalu berjalan masuk melalui ruang tamu. ”Nelis, vas bunga mama yang disini mana ya?” tanya mama keheranan. Aduuh mama curiga. ”Ee..enggak tahu ma” jawabku bohong. Sambil keheranan, mama menyiapkan makan di dapur.
.....makan malam pun tiba
”Nelis, kamu nggak makan?” tanya mama. ”Lagi nggak laper ma” aku grogi banget kalau harus makan bareng mama. Biar, malam ini aku nggak makan yang penting aman. Ah.. tapi sampai larutpun aku masih tak bisa tidur. Aduuh gimana ya. Kalau aku ngaku pasti nanti dimarahi, tapi kalau nggak ngaku berarti aku sudah berdosa. Sampai selarut ini pun akumasih belum bisa tidur.
....Hah.. sudah pagi. Aku segera sholat subuh. Selesai sholat aku yakinkan diri bahwa aku harus mengakui kesalahanku. Apapun yang terjadi.
”Ma.. sebetulnya Nelis yang mecahin vas bunga itu, tapi Nelis mau ganti kok ma” kataku penuh rasa takut. Aku tak berani menatap mata mama. Mama pasti sedang menahan marah. ”Sayaang.. tak usah diganti, yang penting kamu sudah berkata jujur. Mama banggga padamu. Sudah lupakan peristiwa ini ya. Ah sudah terlambat, ayo berangkat sekolah sana” kalimat mama sejuuk sekali. ” Ya ma, maafka Nelis ya ma..” Senangnya hatiku, ternyata mama sangat baik.
JATUH DARI MOTOR KECIL
By Wiwin
Hari itu saya keliling naik motor kecil dengan adik sepupu. Katanya ”Kak, ayo jamping kak....” kata adik sepupu. ”Kakak nggak bisa, kamu gendut banget” saya takut kalau nanti nggak seimbang.
Selama beberapa hari ini akhirnya saya habiskan waktu untuk latihan motor kecil lagi. Pokoknya setiap hari harus latihan. ”Yes, akhirnya saya bisa”. Adik sepupu saya, saya ajak lagi keliling naik motor kecil. Saya gonceng dia, dan akhirnya saya jamping tinggi sekali. Adik sepupu saya sampai hampir jatuh. Untung ada kakak saya di belakang yang jagain. Ahhh sudah capek. Pulang yoo...
Hari itu saya keliling naik motor kecil dengan adik sepupu. Katanya ”Kak, ayo jamping kak....” kata adik sepupu. ”Kakak nggak bisa, kamu gendut banget” saya takut kalau nanti nggak seimbang.
Selama beberapa hari ini akhirnya saya habiskan waktu untuk latihan motor kecil lagi. Pokoknya setiap hari harus latihan. ”Yes, akhirnya saya bisa”. Adik sepupu saya, saya ajak lagi keliling naik motor kecil. Saya gonceng dia, dan akhirnya saya jamping tinggi sekali. Adik sepupu saya sampai hampir jatuh. Untung ada kakak saya di belakang yang jagain. Ahhh sudah capek. Pulang yoo...
SENJATA MAKAN TUAN
By Yufi
Suatu hari, ada tiga orang anak yang sedang bermain bola. Mereka adalah Rudi, Roni dan Regi. Regi adalah anak yang paling usil dan suka mengganggu orang lain. Kalau dia ikut bermain dengan teman pasti karena dia selalu memaksa ikut.
Hari itu Rudi dan Roni punya rencana untuk mengajak Regi keliling komplek naik sepeda. ”Regi main sepeda yuk” ajak Rudi. ”Ayoo, siapa takut!Jawab Regi semangat.
Mereka saling berlomba, tapi Rudi dan Roni kalah. Mereka sengaja berputar arah meninggalkan Regi di jalan yang agak jauh keluar dari komplek. ”Huh, kapok luh. Ngak tahu jalan pulang” Ucap Rudi senang.
Rudi dan Roni menunggu di sudut jalan menuju rumah Regi. Memastikan Regi pulang dengan kelelahan dan menangis. Tapi kenapa sampai lama begini nggak muncul juga. ”Rudi, sebaiknya kita susul. Jangan-jangan dia benar-benar nggak bisa pulang” kata Roni. ”Ayo” jawab Rudi.
Mereka mengayuh sepedanya sekencang mungkin menuju jalan di mana mereka meninggalkan Regi. Tiba-tiba DUUAAR......Rudi dan Roni jatuh terguling. ”Hua ha ha ha ha...” Regi muncul dari balik semak-semak sambil memegang perutnya. Yaah senjata makan tuan deh !
Suatu hari, ada tiga orang anak yang sedang bermain bola. Mereka adalah Rudi, Roni dan Regi. Regi adalah anak yang paling usil dan suka mengganggu orang lain. Kalau dia ikut bermain dengan teman pasti karena dia selalu memaksa ikut.
Hari itu Rudi dan Roni punya rencana untuk mengajak Regi keliling komplek naik sepeda. ”Regi main sepeda yuk” ajak Rudi. ”Ayoo, siapa takut!Jawab Regi semangat.
Mereka saling berlomba, tapi Rudi dan Roni kalah. Mereka sengaja berputar arah meninggalkan Regi di jalan yang agak jauh keluar dari komplek. ”Huh, kapok luh. Ngak tahu jalan pulang” Ucap Rudi senang.
Rudi dan Roni menunggu di sudut jalan menuju rumah Regi. Memastikan Regi pulang dengan kelelahan dan menangis. Tapi kenapa sampai lama begini nggak muncul juga. ”Rudi, sebaiknya kita susul. Jangan-jangan dia benar-benar nggak bisa pulang” kata Roni. ”Ayo” jawab Rudi.
Mereka mengayuh sepedanya sekencang mungkin menuju jalan di mana mereka meninggalkan Regi. Tiba-tiba DUUAAR......Rudi dan Roni jatuh terguling. ”Hua ha ha ha ha...” Regi muncul dari balik semak-semak sambil memegang perutnya. Yaah senjata makan tuan deh !
Tuesday, July 24, 2007
BURUNG YANG TERBANG
Nama saya Aldy, nama panjangnya Aldy wijaya. Hari ini saya melihat Burung terbang dengan bebasnya diatas langit, lalu saya berharap bahwa saya bisa terbang dan mempunyai sayap. Tapi hal itu tak mungkin terjadi karena tak ada satu orang pun yang bisa memiliki sayap dan terbang melayang.
Hari ini saya melihat seperti anak burung yang jatuh. Burung itu jatuh tepat di atas genteng rumah saya. Lalu saya mengambil burung itu. Saya melihat burung itu mempunyai luka di bagian sayapnya. Saya merasa kasihan padanya. Lalu saya membalut luka itu dengan handyplast. Bagi saya luka itu tidak terlalu berat, tapi mungkin bagi burung itu sangat berat.
Kini saya memberinya nama. Bagai-mana kalau pi-chan?, yaa! Itu nama yang bagus. Saya mencoba melemparkan si pi-chan ke atas agar ia bisa terbang. Tetapi hasilnya pi-chan jatuh kembali. Lalu saya tangkap lagi si pi-chan.
Keesokan harinya saya mencoba me-lempar pi-chan ke atas lagi, tapi hasilnya sama saja. Hari berikutnya Saya mencoba lagi melemparkan si pi-chan. Dia berhasil mengepakkan sayapnya, tapi pi-chan jatuh kembali. Dalam hati saya berbicara “Wah ternyata kalau diusahakan bisa ya!!!”
Pi-chan saya beri makan, “makan yang lahap ya chan biar tambah besar" kata saya.
Pagi hari saya bangun karena ada suatu benda yang mematuk saya, “uuh..emmm apa ini, oooo si pi-chan”. Saya mengelus-ngelus si pi-chan. Saya kaget ketika saya melihat sayap pi-chan sudah membaik, “Yeeee!! Alhamdulillah ternyata sudah sembuh ya pi-chan!!!” Oh iya saya mau mengetes ah apa si pi-chan bisa terbang… saya mencoba untuk menerbangkan si pi-chan “..1..2..3!!” Pi-chan mulai mengepakkan sayap daaaan.... ia terbang melewatiku dan berbalik kearah tanganku “tep..”. Pi-chan hinggap di tangan ku. “Wah..Wah..Wah sekarang bisa terbang ya pi-chan”. Saya berpikir sejenak oh iya pi-chan kan burung liar jadi saya bebaskan saja dia. Semoga pi-chan baik-baik saja. Amiiiin yaa rabbal alamiiin. “Dada pi-chaaaaaan”
Hari ini saya melihat seperti anak burung yang jatuh. Burung itu jatuh tepat di atas genteng rumah saya. Lalu saya mengambil burung itu. Saya melihat burung itu mempunyai luka di bagian sayapnya. Saya merasa kasihan padanya. Lalu saya membalut luka itu dengan handyplast. Bagi saya luka itu tidak terlalu berat, tapi mungkin bagi burung itu sangat berat.
Kini saya memberinya nama. Bagai-mana kalau pi-chan?, yaa! Itu nama yang bagus. Saya mencoba melemparkan si pi-chan ke atas agar ia bisa terbang. Tetapi hasilnya pi-chan jatuh kembali. Lalu saya tangkap lagi si pi-chan.
Keesokan harinya saya mencoba me-lempar pi-chan ke atas lagi, tapi hasilnya sama saja. Hari berikutnya Saya mencoba lagi melemparkan si pi-chan. Dia berhasil mengepakkan sayapnya, tapi pi-chan jatuh kembali. Dalam hati saya berbicara “Wah ternyata kalau diusahakan bisa ya!!!”
Pi-chan saya beri makan, “makan yang lahap ya chan biar tambah besar" kata saya.
Pagi hari saya bangun karena ada suatu benda yang mematuk saya, “uuh..emmm apa ini, oooo si pi-chan”. Saya mengelus-ngelus si pi-chan. Saya kaget ketika saya melihat sayap pi-chan sudah membaik, “Yeeee!! Alhamdulillah ternyata sudah sembuh ya pi-chan!!!” Oh iya saya mau mengetes ah apa si pi-chan bisa terbang… saya mencoba untuk menerbangkan si pi-chan “..1..2..3!!” Pi-chan mulai mengepakkan sayap daaaan.... ia terbang melewatiku dan berbalik kearah tanganku “tep..”. Pi-chan hinggap di tangan ku. “Wah..Wah..Wah sekarang bisa terbang ya pi-chan”. Saya berpikir sejenak oh iya pi-chan kan burung liar jadi saya bebaskan saja dia. Semoga pi-chan baik-baik saja. Amiiiin yaa rabbal alamiiin. “Dada pi-chaaaaaan”
MEMANCING DI LAUT
By: Zavira
Pagi hari ini Dina ingin pergi ke laut bersama kakek. Mereka sudah siap untuk memancing di laut. “Kek, perahunya di keluarin ya? Tanya Dina yang sedari tadi sibuk membantu kakek. “Jangan dulu! Perahunya harus dibuka dulu talinya” jawab kakek. “Iya kek, jangan khawatir” jawab Dina lagi. Dina memang sudah sering ikut kakek memancing, jadi dia sudah pandai menyiapkan perahu. “Ayo naik” ajak kakek . “Oke..” jawab Dina semangat.
Sampailah di tengah laut. Kakek tahu bagian laut yang mana yang banyak ikannya. “Kita harus melempar umpannya ke dalam laut. Ayo lempar, satuu..duaa..tigaaa…..” kakek melempar kail sekuat tenaga. “Kek, apakah nanti kita dapat ikan?” tanya Dina. ”Mudah-mudahan saja kita dapat banyak” Jawab kakek.
......”Kakek dapat berapa?” tanya Dina sedikit berteriak. Maklum anginnya agak kencang. ”Kakek dapat 2 ekor” jawab kakek ”Ikannya besar-besar ya kek?” tanya Dina lagi. ”Iya, kamu sudah dapat berapa?” tanya kakek lagi. ”Dina baru dapat satu” jawab Dina. Tanpa terasa hari semakin terik, ikan hasil memancingpun lumayan banyak. ”Waaah, ibuu Dina bawa ikan banyaaak?” Dalam perjalanan pulang Dina berteriak girang.
Pagi hari ini Dina ingin pergi ke laut bersama kakek. Mereka sudah siap untuk memancing di laut. “Kek, perahunya di keluarin ya? Tanya Dina yang sedari tadi sibuk membantu kakek. “Jangan dulu! Perahunya harus dibuka dulu talinya” jawab kakek. “Iya kek, jangan khawatir” jawab Dina lagi. Dina memang sudah sering ikut kakek memancing, jadi dia sudah pandai menyiapkan perahu. “Ayo naik” ajak kakek . “Oke..” jawab Dina semangat.
Sampailah di tengah laut. Kakek tahu bagian laut yang mana yang banyak ikannya. “Kita harus melempar umpannya ke dalam laut. Ayo lempar, satuu..duaa..tigaaa…..” kakek melempar kail sekuat tenaga. “Kek, apakah nanti kita dapat ikan?” tanya Dina. ”Mudah-mudahan saja kita dapat banyak” Jawab kakek.
......”Kakek dapat berapa?” tanya Dina sedikit berteriak. Maklum anginnya agak kencang. ”Kakek dapat 2 ekor” jawab kakek ”Ikannya besar-besar ya kek?” tanya Dina lagi. ”Iya, kamu sudah dapat berapa?” tanya kakek lagi. ”Dina baru dapat satu” jawab Dina. Tanpa terasa hari semakin terik, ikan hasil memancingpun lumayan banyak. ”Waaah, ibuu Dina bawa ikan banyaaak?” Dalam perjalanan pulang Dina berteriak girang.
Pengamen Cilik di Bus Kota
Didit memperhatikan si Belang. Alangkah enaknya hidup jadi kucing. Kerjanya tibur melulu.hampir setiap hari Cuma main – main tidak perlu bersusah payah belajar di sekolah. Kalau rapar, tinggal meooongg ….. ! maka ibu akan menyediakan sepotong ikan atau sisa nasi di hadapanya. Kalau sudah kenyang dan mengantuk, tidur – tiduran lagi. Bahkan si belang bisa tidur bi mana saja : teras, di halaman dan di kebun. Dan malamnya, asyik main kejar – kejaran dengan sang betina. Alang kah enaknya jadi kucing…. guman Didit. Lebih dari itu, kucing tidak perlu mandi tiap hari.
Social Camp 2007
Halo, Nama saya Thita. Hari jum'at ini saya sangat senang karena Sabtu depan, kata Bu' Andini mau Camping. Saat Bu' Andini memberitahukan ada Camping, teman-teman saya bilang, " Horee..... Sabtu depan Camping" Saya pun juga bilang begitu. Tapi teman-teman, saya sebenamya takut, lho Maklum belum pernah ikutan Camping. Hehehe.........
Hari sebelum Camping, Jum'at tanggal 27, Pelajaran Bahasa Indonesia hanya satu jam. Kata Bu' Uchie Hanya satu jam karena Bu' Novi akan membagikan `Exercise book' sekaligus menjelaskan tentang isi Exercise book. Salah satunya adalah tata tertib. Didalam Exercise book terdapat 15 tata tertib. Jadwal acara juga sudah tertulis di dalam Exercise book. Di dalam Exercise book juga terdapat 4 LKS. LKS pertama tentang: - Bazaar Di Mushola. LKS kedua tentang: Game tradisional. LKS ketiga tentang: - Berkreasi (Malam keakraban). LKS keempat tentang: - Cross country. Kami semua pun mengerti isi Exercise book.
Malam harinya saya menyiapkan barang-barang yang perlu di bawa. Sepulang dari makro mama saya memberikan silver queen 1 kotak dan 6 botol C1000. Waktu beres-beres barang mbak Fifi tolongin aku. Saat selesai saya pun langsung tertidur karena capek. Karena kecapekan saya sampai lupa ganti baju tidur. Padahal kan, saya masih pakai baju jalan (habis beli jas hujan). Keesokkan harinya, pagi-pagi saya sudah bangun. Sesudah bangun saya buru-buru mandi. Pagi-pagi saya makan Chicken Golden Blue pakai saos tomat. Saya makannya agak lama karena chicken golden blue cukup besar. Saat saya makan potongan terakhir saya melihat kearah jam. Ternyata saya sudah terlambat. Padahal kata bu' Novi kan harus datang pukul 07.00, tidak boleh terlambat. Namun, saya sampai disekolah pukul 07.12. Saya takut telat, saya pun mempercepat jalan saya.
Saat masuk kesekolah saya bertemu Ira, Eka, dan Athaya. Saya pun bertanya kepada Ira, " Ir, tasnya ditaruh dimana? Disini atau dimana?" Tanya saya. Ira menjawab, " Terserah kamu mau ditaruh diatas atau dibawah." Kata Ira. Kalau kalian milih yang mana? Kalau saya milih dibawah daripada diatas. Apalagi saya bawa 1 tas ransel,1 tas kecil untuk kamera dan 1 tas deret Barbie. Bayangin dsh, beratnya!
Saat itu saya menaruh tas saya di depan pusat sumber belajar (PSB). " Ira tolong jagain tasku ya?" Tanyaku kepada Ira. Ira pun menjawab, " Boleh-bo1eh saja. Tapi, kamu mau kemana?" Tanya ira. " Aku mau ngumpuiin peta. Kata bu' Uchie hari Sabtu ini paling lambat." Jawabku. Aku pun lafi menuju kelas bu' Uchie dilantai tiga. Saat saya masuk kelasnya bu' Uchie, Bu' Uchienya nggak ada. Ya sudah, saya menaruh PR saya diatas meja bu' Uchie. Setelah itu saya turun. Dibawah saya langsung mengambil tas saya.
"Anak-anak semuanya kumpul didalam ruang guru!" Kata bu' Andini di megaphone. Saya, tari, dan Lavi sudah berkumpul. Katabu' Andini harus duduk bersama kelompoknya. Namun, kami belum berkumpul satu kelompok. Acara pembukaan segera di mulai. Kami bertiga duduk di pojok kami kira Mbak Fina, Asvi dan lulu tak ada bersama kami bertiga. Ternyata, lulu ada dibelakang kami bertiga. Mbak Fina dan Asvi ternyata ada di depan kami bertiga. Alhamdulillah kami sudah berkumpul.
Didalam ruang guru kepala sekolah menyampaikan sebuah nasihat untuk kami semua. Setelah kepala sekolah sekesai menyampaikan nasihat kami semua berdo'a. Lalu, kami disuruh baris perkelompok. Bu' Andini membagikan Nametack. Kelompok saya yang ke- 4 dibagikannya. Setelah itu kami keluar untuk naik mobil truk tentara. Saya dan kelompok saya masuk ke truk yang pertama diperjalanan kata bu' Maryam boleh makan bekalnya masing-masing. Diperjalanan saya membuka kotak makan saya dan memakan bekalnya. Saya makannya tidak habis karena nasinya udah dingin dan chicken golden blue nya sudah dingin. Oh, iya saya duduk disebelahnya bu' Maryam. Saya jadi malu duduk dekat bu' maryam( Guru math-ku tapi kalau lagi marah wawwww....... serem abiz) Sorry, ya bu'? hehehe...........
Ditengah perjalan saya bertanya pada Tya, " Ty, Zavira naik truk yang mana?" " Kayaknya sih, naik bis terakhir, yang gabung sama cowok." Jawab Tya. " Kalau miskinnya?" Tanya saya bercanda. Kan, tadi Tya jawab kayaknya, ya saya balas Tanya miskinnya, donkz! Tibatiba Tari memberi sebuah pertanyaan yang seperti sulap (harus memakai trik). Saya sudah tau triknya. Triknya begini: Sorry, saya bingung nulisnya. Jadi, kalau mu triknya Tanya aja sama Tari dan Asvi. Saya saja diajarin sama Asvi. Eh, kok kita jadi ngomongin sulap, ya?yuk, lanjutin. Sorry, ya? Hihihi........
Sampai disana, saya kaget. Hayooo, kaget kenapa? Tebak, dong! Saya tuh kaget kok Zavira sudah ada di Gn. Binjai, padahalkan dia di truk paling belakang. Saya Tanya sama Zavira, " Zav, kamu naik apa kok sudah sampai?" Tanya saya. " Aku naik mobilnya qolid." Jawab Zavira. Saat sampai disana kelompok saya langsung beres-beres. Baru itu ada bunyi peluit. Bunyi peluit itu tandanya harus berkumpul. Salah satu seorang anggota kelompok yang telat bisa dihukum, Iho! Waktu itu saya belum tau hukumannya apa?
Saat peluit berbunyi kami semua berkumpul di lapangan didepan tenda kami semua. Yang kami lakukan adalah upacara pembukaan. Waktu selesai berkumpul kami semua disuruh duduk melingkara dengan kelompoknya dan guru pendamping juga ikut bersama ( duduk melingkar). Oh, iya saya bawa kamera tapi, waktu sampai di Gn. Binjai kamera saya di titipkan pada bu' lda. Bu' Novi dan bu' Ruli menyuruh kami semua membungkus sembako. Ketua kelompok disuruh mengambi! isi-isi sembako isinya adalah:
-1 gula
-1 kecap
-1 Minyak goreng
-2 kIg SUSU
-10 Bungkus indomie & mie Sedaap
Setelah selesai membungkus sembako saya dan yang lainnya makan siang. Saya makannya sendiri ( karena disuruh ). Saya nggak habis makannya karena sudah kenyang. Begitu juga pada lulu, Lavi dan juga mbak fina. Kami semua Tanya pada bu' maryam boleh apa tida makannya tak habis? Kata bu' maryam sih boleh ya sudah, saya langsung buang makanannya bersama lulu, mbak fina, dan lavi.
Setelah selesai makan siang kami kami ke mushola. Di mushola saya dan yang lainnya sholat Dzuhur dan juga sholat ashar. Setelah selesai sholat kami bazaar sembako. Sembako kelompokkulah yang pertama habis. Setelah bazaar sembako semuanya kembali. Di tengah perjalanan saya, tari, dan Asvi dibilangin " Cewek....... cewek..." kata anak Gn. Binjai. Kami bertiga lari ketenda dengan secepat-cepat mungkin. Sampai ditenda kami semua disuruh mengisi LKS 1. Kami semua dari isitrahat makan sampai selesai bazaar pada pukul 12.00 - 14.30, Iho! Oh iya teman-teman, kami semua kalau selesai mengisi LKS berapapun kami di suruh untuk meminta paraf pendamping maing-masing.
Prriiiiiiiit......... peluit berbunyi lagi. Kami semua kembali b®rkumpul. " Setelah ini cross country. Ayo siap-siap ambil exercise book. Lihat LKS 4!" Pinta bu' Ruli. Anak-anak pun menurutinya. " Itulah tugas kalian sekarang." Lanjut bu' Ruli. Kami bersiap-siap. Kelompok saya mendapat 3 keluarga. Salah satunya adalah keluarga ibu Junaida ( bu' Junaida kalau salah tulisannya maaf, ya? Saya kan kagak tau, bu'. ) iu junaida berumur 37 tahun dan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bernama bapak Nurdiansyah. Suaminya berumur 40 tahun dan bekerja sebagai seorang petani. Anaknya bernama Fitri.
Pada saat keluarga ketiga selesai, kami sekelompok kembali ketenda. Tiba-tiba vira datang clan memberitahu mbak fina bahwa semuanya dihukum karena makannya nggak habis. Hukumannya adalah harus lari sampai atas gunung dekat tenda tanpa memakai sandal. Kami semua kaget clan langsung berlari. Tapi, paling jengkelnya kata pak RT anak-anak Gn. Binjai pendiam taunya pengolokan. Masa, waktu ditengah perjalanaan kami semua dioloknya. Kaki kami semua sakit sampai-sampai kakinya mbak Fina memar. Gara-gara di tanjakan banyak batu kerikil). Kakiku berbekas juga.
Setelah itu kami beristirahat sebentar dan yang lainnya berkumpul lagi. Katanya kita akan pergi ke lapangan SDN 008. Disana kami semua akan melakukan permainan tradisional bersama anak Gn. Binjai. Teman bermain saya dari Gn. Binjai ada 3 orang. Kami sekelompok bermain tuan putri. Yang jadi tuan putrinya adalah Lulu. Tapi, saat main Lulu salah. Ternyata, Lulu belum ngerti cara mainnya. Tapi, setelah diajarin lagi Lulu mengerti. Kami semua pun bermain dengan akrab.
Hhhhh........ ternyata main seperti itu saja capek, ya? Saya dan teman bermain kelompok saya beristirahat sebentar. Saat beristirahat kami di suruh berbaris sebentar. Lalu, bu' Ruli berkata, "Nama kelompok yang dipanggil langsung berbaris mengambil sirup dan donat !" pinta bu' Ruli. Saat kelompok saya dipanggil, kami sekelompok berbaris dengan tertib. Tapi, saya makan donatnya berdua Tari.
Setelah itu, kami anak SDIT istiqamah kembali ke tenda. Di tenda kami langsung mengerjakan perintah Bu Ida. Kami sekelompok disuruh mengerjakan LKS kedua tentang game tradisional. Setelah itu kami pun mandi. Tapi saat mandi, tas mandi beserta isinya hilang kecuali sikat gigi. Sikat giginya masih ada tapi, pasta giginya tak ada.
Hari sudah petang saya buru-buru memakai mukena bersama Lavi dan Lulu. Setelah itu kami duduk di terpal yang telah disediakan oleh guru. Kami sholat bersama anak Gn. Binjai. Setelah selesai sholat maghrib kami pun melanjutkan sholat isya. Namun, anak Gn. Binjai tidak ikut sholat isya karena mereka bukan pendatang jauh. Setelah kami semua selesai sholat isya anak Gn. Binjai berkumpul lagi dengan kami. Anak Gn. Binjai ikut berkumpul bersama kami karena malam ini adalah malam keakraban.
Acara malam keakraban segera dimulai, kami semua, anak SDIT istiqamah, mengambil alat perkelompok yang sudah ditentukan panitia. Kami, kelompok 8, segera mangambil barang-barang kelompok yang ada di dalam tenda. Malam ini, sesuai jadwal, kami semua akan berkreasi, nonton dan makan jagung rebus. Itu semua adalah kegiatan kami di malam keakraban. Oh, iya saat berkreasi saya dan kelompoksayamembuat burung-burungan ( bukan burung beneran, Iho!), topi, kipas, bingkai foto kotak dan bingkai segitiga hiasan pita. Kami semua, anak kelompok 8, juga anak Gn. Binjai, membuat 5 karya yang tadi sudah saya tuiiskan tadi.
Setelah waktu habis kami sekelompok dan yang lainnya nontoon film `Richie Rich'. Ceritanya Richie rich ini anak orang paling kaya di amerika. (Wah, enak banget, ya. Jadi orang terkaya di Balikpapan aja sudah alhamdulih. Nah apalagi kalau di amerika, ya?) Ditengah-tengah kami semua nonton, bu Novi mengumumkan yang mau jagung ambil dibelakang yang kenyang boleh makan berdua. Ya.... Saya milih berdua.
"Hhhoooammmmmm......." Saya menguap karena mengantuk. Yang sudah lelah boleh langsung tidur di tenda. Saya sekelompok masuk tenda karena mengantuk dan lelah "zzzzzzz........ Kami semua pun terlelap.
"Ta, ta bangun sudah jam dua." kata Lulu dan Lavi membangunkan saya. Ternyata benar sudah jam 02.00. Saya buru-buru gosok gigi sekalian mangambil air wudhu. Karena pasta gigi saya hilang ya.... Saya pinjam sama teman. Saya mengambil mukena yang saya bawa dan bersiap sholat tahajud.
Setelah sholat tahajud kami muhasabah. Pertamanya saja sudah mengharukan padahal baru mendengar lagu bunda. Lalu, pak Denny menceritakan sebuah cerita. "Bayangkanlah wajah bunda kalian yang sedang tersenyum. Pak Denny punya cerita. Begini ceritanya...." Kata pak Denny. "Pada suatu hari ada seorang anak. Saat istirahat siang di sekolah, pamannya datang dan meminta izin kepada guru anak tersebut untuk pulang lebih awal. “Paman ada apa paman membawaku pulang lebih awal?” tanya sang anak tersebut. “Lihat saja nanti” jawab pamannya polos. Sesampainya di rumah, anak tersebut melihat banyak orang ada dirumahnya. Namun, wajah orang yang datang tak ada satu pun yang bahagia. Semuanya sedih. Lalu, sang anak pergi bertanya pada ayahnya. “Yah, mengapa banyak orang yang sedih ?” tanya anak itu. Namun, ayahnya tak menjawab melainkan mengajaknya ke kamar bundanya. Anak itu pun mulai menangis melihat ibunya terbujur kaku dan dilapisi kain kafan...." Begitu cerita pak Denny.
Yang pertama kali saya lihat nangis paling kencang adalah Ira. ( sorry ya, ra!) ".....Bayangkan jika anak tersebut adalah kalian semua. Bayangkan juga saat kalian pulang nanti sore ibu atau bapak kalian semua sudah terbujur kaku!" kata pak Denny melanjutkan. Lalu terdengar beberapa suara tangisan. Saya pun juga ikut menangis. Yang nangisnya terisak-isak antara lain adalah Lulu. Di belakang Lulu diusap-usap oleh bu Rully. Saya melihat bu Rully juga menangis. (sepertinya bu' Rully juga membayangkan. )
Selesai muhasabah kami disuruh tidur lagi. Namun, saya tak tidur lagi. Nanggung, kan Cuma 2 jam, nanti nggak bisa bangun lagi. Saya dan yang lain (yang nggak tidur) pun main.
"Ayo, yang lain wudhu!" kata bu Rully. Kami semua pun mulai mengambil air wudhu dan segera mengambil mukena masing- masing. Semuanya cepat-cepat menuju lapangan untuk sholat subuh. Sholat subuh pun selesai.
Sesuai jadwal, sehabis sholat subuh kita pergi ke kebun karet. Di kebun karet kami akan mengamati penorehan pohon karet. Saat sampai disana pak Rt menerangkan bagaimana cara menoreh karet. Isi laporan saya begini........ para pekerja pohon karet datang pukul 05.30 dan pulang jam 21.00 malam. Pohon karet tidak boleh ditoreh dengan pisau sembararangan. Kalau mau menoreh karet harus pakai pisaunya sendiri. Nama pisaunya adalah pahat. Getah karet berwarna putih, tapi bau, Iho. Ciri pohon yang banyak getahnya (paling tidak ada getahnya) adalah:
1. daunnya lebar
2. ujung daun Runcing
Kalau pohon yang ada getahnya tapi sedikit cirinya adalah kulit batangnya tebal. Kata pak RT biasanya karyawan dari pabrik ban datang ke kebun karet ini dan membelinya untuk dijadikan ban. (Ya, iyalah masa pabrik ban buat minuman, sih). Selain ban karet juga dapat dibuat :
- mainan anak, karet gelang, dll.
Oh, iya jarak tanam pohon karetnya adalah 2 x 7 meter.
Selesai mengamti penorehan pohon karet, lalu kami pergi kembali ke tenda. Sampainya ditenda saya langsung mengisi LKS 4 lanjutan kemarin. Setelah mengisi LKS kami semua sarapan pagi. Tadi saya dengar ada seorang anak yang bertanya kapan mandinya. Kata panitia mandinya habis dari sawah. Saat selesai sarapan kami semua bersiap-siap pergi ke sawah dan kami tak lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa.
Kami kelompok 8 dipanggil duluan dan kamipun pergi duluan. Namun, saat perjalanan bu Noor menelpon guru yang ada di tenda. (saya tak tahu siapa yang ditelepon) saya tidak tahu apa yang dibicarakan Bu Noor. Kami melanjutkan perjalanan ke sawah lagi. Di tengah perjalanan saya sekelompok melihat Qalid di bonceng seorang guru laki-laki. (saya tak tahu namanya )
Akhirnya, kami semua sampai di sawah. Namun, jengkelnya di tengah perjalanan menuju sawah senda saya putus. Jadi, saya datang ke sawah tanpa memakai sandal. Kaki saya penuh Lumpur. Sesampainya di sawah, saya pergi menuju ke tengah sawah. Di tengah sawah saya belajar memanen padi. Saya di ajari oleh ibu tani. Ternyata, nggak mudah, Iho memanen padi. Setelah semuanya selesai beiajar memanen padi kami kembali ketenda. Namun, saat pulang saya kesel karena bukan lewat jalan datang tadi. Masalahnya jalan saat pulang lebih jauh. Ditengah perjalanan rasanya kami mau pingsan.
Saat sampai ditenda kami langsung mau mandi. Tapi kata Fira (4-b) nggak boleh mandi dulu sebelum keringatnya hilang. Kata bu Ida kalau mandi berkeringat bisa panuan. Jadi, saya hilangkan keringat saya dulu baru mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju saya istirahat sebentar.
Setelah istirahat kami makan siang. Setelah selesai makan siang kami bersiap-siap untuk sholat dzuhur di mushola. Selesai sholat dzuhur kami balik ke tenda. Ditenda kami disuruh beres-beres untuk pulang. Saat selesai beres-beres kami semua menaruh tas kami masing-masing dilapangan yang sudah di pasang terpal.
Setelah beres-beres kami mengadakan upacara penutupan. Tiba-tiba orang tua ghazan datang. Ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ghazan. Setelah membagi bingkisan kami pulang ke sekolah sampai disekolah saya dijemput adik lala, mama, dan papa. Saat menuju pulang saya makan di Texas dan menceritakan kejadian yang baru saya alami disaat saya Social camp 2007. saya senang mengikuti camping ini.
Hari sebelum Camping, Jum'at tanggal 27, Pelajaran Bahasa Indonesia hanya satu jam. Kata Bu' Uchie Hanya satu jam karena Bu' Novi akan membagikan `Exercise book' sekaligus menjelaskan tentang isi Exercise book. Salah satunya adalah tata tertib. Didalam Exercise book terdapat 15 tata tertib. Jadwal acara juga sudah tertulis di dalam Exercise book. Di dalam Exercise book juga terdapat 4 LKS. LKS pertama tentang: - Bazaar Di Mushola. LKS kedua tentang: Game tradisional. LKS ketiga tentang: - Berkreasi (Malam keakraban). LKS keempat tentang: - Cross country. Kami semua pun mengerti isi Exercise book.
Malam harinya saya menyiapkan barang-barang yang perlu di bawa. Sepulang dari makro mama saya memberikan silver queen 1 kotak dan 6 botol C1000. Waktu beres-beres barang mbak Fifi tolongin aku. Saat selesai saya pun langsung tertidur karena capek. Karena kecapekan saya sampai lupa ganti baju tidur. Padahal kan, saya masih pakai baju jalan (habis beli jas hujan). Keesokkan harinya, pagi-pagi saya sudah bangun. Sesudah bangun saya buru-buru mandi. Pagi-pagi saya makan Chicken Golden Blue pakai saos tomat. Saya makannya agak lama karena chicken golden blue cukup besar. Saat saya makan potongan terakhir saya melihat kearah jam. Ternyata saya sudah terlambat. Padahal kata bu' Novi kan harus datang pukul 07.00, tidak boleh terlambat. Namun, saya sampai disekolah pukul 07.12. Saya takut telat, saya pun mempercepat jalan saya.
Saat masuk kesekolah saya bertemu Ira, Eka, dan Athaya. Saya pun bertanya kepada Ira, " Ir, tasnya ditaruh dimana? Disini atau dimana?" Tanya saya. Ira menjawab, " Terserah kamu mau ditaruh diatas atau dibawah." Kata Ira. Kalau kalian milih yang mana? Kalau saya milih dibawah daripada diatas. Apalagi saya bawa 1 tas ransel,1 tas kecil untuk kamera dan 1 tas deret Barbie. Bayangin dsh, beratnya!
Saat itu saya menaruh tas saya di depan pusat sumber belajar (PSB). " Ira tolong jagain tasku ya?" Tanyaku kepada Ira. Ira pun menjawab, " Boleh-bo1eh saja. Tapi, kamu mau kemana?" Tanya ira. " Aku mau ngumpuiin peta. Kata bu' Uchie hari Sabtu ini paling lambat." Jawabku. Aku pun lafi menuju kelas bu' Uchie dilantai tiga. Saat saya masuk kelasnya bu' Uchie, Bu' Uchienya nggak ada. Ya sudah, saya menaruh PR saya diatas meja bu' Uchie. Setelah itu saya turun. Dibawah saya langsung mengambil tas saya.
"Anak-anak semuanya kumpul didalam ruang guru!" Kata bu' Andini di megaphone. Saya, tari, dan Lavi sudah berkumpul. Katabu' Andini harus duduk bersama kelompoknya. Namun, kami belum berkumpul satu kelompok. Acara pembukaan segera di mulai. Kami bertiga duduk di pojok kami kira Mbak Fina, Asvi dan lulu tak ada bersama kami bertiga. Ternyata, lulu ada dibelakang kami bertiga. Mbak Fina dan Asvi ternyata ada di depan kami bertiga. Alhamdulillah kami sudah berkumpul.
Didalam ruang guru kepala sekolah menyampaikan sebuah nasihat untuk kami semua. Setelah kepala sekolah sekesai menyampaikan nasihat kami semua berdo'a. Lalu, kami disuruh baris perkelompok. Bu' Andini membagikan Nametack. Kelompok saya yang ke- 4 dibagikannya. Setelah itu kami keluar untuk naik mobil truk tentara. Saya dan kelompok saya masuk ke truk yang pertama diperjalanan kata bu' Maryam boleh makan bekalnya masing-masing. Diperjalanan saya membuka kotak makan saya dan memakan bekalnya. Saya makannya tidak habis karena nasinya udah dingin dan chicken golden blue nya sudah dingin. Oh, iya saya duduk disebelahnya bu' Maryam. Saya jadi malu duduk dekat bu' maryam( Guru math-ku tapi kalau lagi marah wawwww....... serem abiz) Sorry, ya bu'? hehehe...........
Ditengah perjalan saya bertanya pada Tya, " Ty, Zavira naik truk yang mana?" " Kayaknya sih, naik bis terakhir, yang gabung sama cowok." Jawab Tya. " Kalau miskinnya?" Tanya saya bercanda. Kan, tadi Tya jawab kayaknya, ya saya balas Tanya miskinnya, donkz! Tibatiba Tari memberi sebuah pertanyaan yang seperti sulap (harus memakai trik). Saya sudah tau triknya. Triknya begini: Sorry, saya bingung nulisnya. Jadi, kalau mu triknya Tanya aja sama Tari dan Asvi. Saya saja diajarin sama Asvi. Eh, kok kita jadi ngomongin sulap, ya?yuk, lanjutin. Sorry, ya? Hihihi........
Sampai disana, saya kaget. Hayooo, kaget kenapa? Tebak, dong! Saya tuh kaget kok Zavira sudah ada di Gn. Binjai, padahalkan dia di truk paling belakang. Saya Tanya sama Zavira, " Zav, kamu naik apa kok sudah sampai?" Tanya saya. " Aku naik mobilnya qolid." Jawab Zavira. Saat sampai disana kelompok saya langsung beres-beres. Baru itu ada bunyi peluit. Bunyi peluit itu tandanya harus berkumpul. Salah satu seorang anggota kelompok yang telat bisa dihukum, Iho! Waktu itu saya belum tau hukumannya apa?
Saat peluit berbunyi kami semua berkumpul di lapangan didepan tenda kami semua. Yang kami lakukan adalah upacara pembukaan. Waktu selesai berkumpul kami semua disuruh duduk melingkara dengan kelompoknya dan guru pendamping juga ikut bersama ( duduk melingkar). Oh, iya saya bawa kamera tapi, waktu sampai di Gn. Binjai kamera saya di titipkan pada bu' lda. Bu' Novi dan bu' Ruli menyuruh kami semua membungkus sembako. Ketua kelompok disuruh mengambi! isi-isi sembako isinya adalah:
-1 gula
-1 kecap
-1 Minyak goreng
-2 kIg SUSU
-10 Bungkus indomie & mie Sedaap
Setelah selesai membungkus sembako saya dan yang lainnya makan siang. Saya makannya sendiri ( karena disuruh ). Saya nggak habis makannya karena sudah kenyang. Begitu juga pada lulu, Lavi dan juga mbak fina. Kami semua Tanya pada bu' maryam boleh apa tida makannya tak habis? Kata bu' maryam sih boleh ya sudah, saya langsung buang makanannya bersama lulu, mbak fina, dan lavi.
Setelah selesai makan siang kami kami ke mushola. Di mushola saya dan yang lainnya sholat Dzuhur dan juga sholat ashar. Setelah selesai sholat kami bazaar sembako. Sembako kelompokkulah yang pertama habis. Setelah bazaar sembako semuanya kembali. Di tengah perjalanan saya, tari, dan Asvi dibilangin " Cewek....... cewek..." kata anak Gn. Binjai. Kami bertiga lari ketenda dengan secepat-cepat mungkin. Sampai ditenda kami semua disuruh mengisi LKS 1. Kami semua dari isitrahat makan sampai selesai bazaar pada pukul 12.00 - 14.30, Iho! Oh iya teman-teman, kami semua kalau selesai mengisi LKS berapapun kami di suruh untuk meminta paraf pendamping maing-masing.
Prriiiiiiiit......... peluit berbunyi lagi. Kami semua kembali b®rkumpul. " Setelah ini cross country. Ayo siap-siap ambil exercise book. Lihat LKS 4!" Pinta bu' Ruli. Anak-anak pun menurutinya. " Itulah tugas kalian sekarang." Lanjut bu' Ruli. Kami bersiap-siap. Kelompok saya mendapat 3 keluarga. Salah satunya adalah keluarga ibu Junaida ( bu' Junaida kalau salah tulisannya maaf, ya? Saya kan kagak tau, bu'. ) iu junaida berumur 37 tahun dan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bernama bapak Nurdiansyah. Suaminya berumur 40 tahun dan bekerja sebagai seorang petani. Anaknya bernama Fitri.
Pada saat keluarga ketiga selesai, kami sekelompok kembali ketenda. Tiba-tiba vira datang clan memberitahu mbak fina bahwa semuanya dihukum karena makannya nggak habis. Hukumannya adalah harus lari sampai atas gunung dekat tenda tanpa memakai sandal. Kami semua kaget clan langsung berlari. Tapi, paling jengkelnya kata pak RT anak-anak Gn. Binjai pendiam taunya pengolokan. Masa, waktu ditengah perjalanaan kami semua dioloknya. Kaki kami semua sakit sampai-sampai kakinya mbak Fina memar. Gara-gara di tanjakan banyak batu kerikil). Kakiku berbekas juga.
Setelah itu kami beristirahat sebentar dan yang lainnya berkumpul lagi. Katanya kita akan pergi ke lapangan SDN 008. Disana kami semua akan melakukan permainan tradisional bersama anak Gn. Binjai. Teman bermain saya dari Gn. Binjai ada 3 orang. Kami sekelompok bermain tuan putri. Yang jadi tuan putrinya adalah Lulu. Tapi, saat main Lulu salah. Ternyata, Lulu belum ngerti cara mainnya. Tapi, setelah diajarin lagi Lulu mengerti. Kami semua pun bermain dengan akrab.
Hhhhh........ ternyata main seperti itu saja capek, ya? Saya dan teman bermain kelompok saya beristirahat sebentar. Saat beristirahat kami di suruh berbaris sebentar. Lalu, bu' Ruli berkata, "Nama kelompok yang dipanggil langsung berbaris mengambil sirup dan donat !" pinta bu' Ruli. Saat kelompok saya dipanggil, kami sekelompok berbaris dengan tertib. Tapi, saya makan donatnya berdua Tari.
Setelah itu, kami anak SDIT istiqamah kembali ke tenda. Di tenda kami langsung mengerjakan perintah Bu Ida. Kami sekelompok disuruh mengerjakan LKS kedua tentang game tradisional. Setelah itu kami pun mandi. Tapi saat mandi, tas mandi beserta isinya hilang kecuali sikat gigi. Sikat giginya masih ada tapi, pasta giginya tak ada.
Hari sudah petang saya buru-buru memakai mukena bersama Lavi dan Lulu. Setelah itu kami duduk di terpal yang telah disediakan oleh guru. Kami sholat bersama anak Gn. Binjai. Setelah selesai sholat maghrib kami pun melanjutkan sholat isya. Namun, anak Gn. Binjai tidak ikut sholat isya karena mereka bukan pendatang jauh. Setelah kami semua selesai sholat isya anak Gn. Binjai berkumpul lagi dengan kami. Anak Gn. Binjai ikut berkumpul bersama kami karena malam ini adalah malam keakraban.
Acara malam keakraban segera dimulai, kami semua, anak SDIT istiqamah, mengambil alat perkelompok yang sudah ditentukan panitia. Kami, kelompok 8, segera mangambil barang-barang kelompok yang ada di dalam tenda. Malam ini, sesuai jadwal, kami semua akan berkreasi, nonton dan makan jagung rebus. Itu semua adalah kegiatan kami di malam keakraban. Oh, iya saat berkreasi saya dan kelompoksayamembuat burung-burungan ( bukan burung beneran, Iho!), topi, kipas, bingkai foto kotak dan bingkai segitiga hiasan pita. Kami semua, anak kelompok 8, juga anak Gn. Binjai, membuat 5 karya yang tadi sudah saya tuiiskan tadi.
Setelah waktu habis kami sekelompok dan yang lainnya nontoon film `Richie Rich'. Ceritanya Richie rich ini anak orang paling kaya di amerika. (Wah, enak banget, ya. Jadi orang terkaya di Balikpapan aja sudah alhamdulih. Nah apalagi kalau di amerika, ya?) Ditengah-tengah kami semua nonton, bu Novi mengumumkan yang mau jagung ambil dibelakang yang kenyang boleh makan berdua. Ya.... Saya milih berdua.
"Hhhoooammmmmm......." Saya menguap karena mengantuk. Yang sudah lelah boleh langsung tidur di tenda. Saya sekelompok masuk tenda karena mengantuk dan lelah "zzzzzzz........ Kami semua pun terlelap.
"Ta, ta bangun sudah jam dua." kata Lulu dan Lavi membangunkan saya. Ternyata benar sudah jam 02.00. Saya buru-buru gosok gigi sekalian mangambil air wudhu. Karena pasta gigi saya hilang ya.... Saya pinjam sama teman. Saya mengambil mukena yang saya bawa dan bersiap sholat tahajud.
Setelah sholat tahajud kami muhasabah. Pertamanya saja sudah mengharukan padahal baru mendengar lagu bunda. Lalu, pak Denny menceritakan sebuah cerita. "Bayangkanlah wajah bunda kalian yang sedang tersenyum. Pak Denny punya cerita. Begini ceritanya...." Kata pak Denny. "Pada suatu hari ada seorang anak. Saat istirahat siang di sekolah, pamannya datang dan meminta izin kepada guru anak tersebut untuk pulang lebih awal. “Paman ada apa paman membawaku pulang lebih awal?” tanya sang anak tersebut. “Lihat saja nanti” jawab pamannya polos. Sesampainya di rumah, anak tersebut melihat banyak orang ada dirumahnya. Namun, wajah orang yang datang tak ada satu pun yang bahagia. Semuanya sedih. Lalu, sang anak pergi bertanya pada ayahnya. “Yah, mengapa banyak orang yang sedih ?” tanya anak itu. Namun, ayahnya tak menjawab melainkan mengajaknya ke kamar bundanya. Anak itu pun mulai menangis melihat ibunya terbujur kaku dan dilapisi kain kafan...." Begitu cerita pak Denny.
Yang pertama kali saya lihat nangis paling kencang adalah Ira. ( sorry ya, ra!) ".....Bayangkan jika anak tersebut adalah kalian semua. Bayangkan juga saat kalian pulang nanti sore ibu atau bapak kalian semua sudah terbujur kaku!" kata pak Denny melanjutkan. Lalu terdengar beberapa suara tangisan. Saya pun juga ikut menangis. Yang nangisnya terisak-isak antara lain adalah Lulu. Di belakang Lulu diusap-usap oleh bu Rully. Saya melihat bu Rully juga menangis. (sepertinya bu' Rully juga membayangkan. )
Selesai muhasabah kami disuruh tidur lagi. Namun, saya tak tidur lagi. Nanggung, kan Cuma 2 jam, nanti nggak bisa bangun lagi. Saya dan yang lain (yang nggak tidur) pun main.
"Ayo, yang lain wudhu!" kata bu Rully. Kami semua pun mulai mengambil air wudhu dan segera mengambil mukena masing- masing. Semuanya cepat-cepat menuju lapangan untuk sholat subuh. Sholat subuh pun selesai.
Sesuai jadwal, sehabis sholat subuh kita pergi ke kebun karet. Di kebun karet kami akan mengamati penorehan pohon karet. Saat sampai disana pak Rt menerangkan bagaimana cara menoreh karet. Isi laporan saya begini........ para pekerja pohon karet datang pukul 05.30 dan pulang jam 21.00 malam. Pohon karet tidak boleh ditoreh dengan pisau sembararangan. Kalau mau menoreh karet harus pakai pisaunya sendiri. Nama pisaunya adalah pahat. Getah karet berwarna putih, tapi bau, Iho. Ciri pohon yang banyak getahnya (paling tidak ada getahnya) adalah:
1. daunnya lebar
2. ujung daun Runcing
Kalau pohon yang ada getahnya tapi sedikit cirinya adalah kulit batangnya tebal. Kata pak RT biasanya karyawan dari pabrik ban datang ke kebun karet ini dan membelinya untuk dijadikan ban. (Ya, iyalah masa pabrik ban buat minuman, sih). Selain ban karet juga dapat dibuat :
- mainan anak, karet gelang, dll.
Oh, iya jarak tanam pohon karetnya adalah 2 x 7 meter.
Selesai mengamti penorehan pohon karet, lalu kami pergi kembali ke tenda. Sampainya ditenda saya langsung mengisi LKS 4 lanjutan kemarin. Setelah mengisi LKS kami semua sarapan pagi. Tadi saya dengar ada seorang anak yang bertanya kapan mandinya. Kata panitia mandinya habis dari sawah. Saat selesai sarapan kami semua bersiap-siap pergi ke sawah dan kami tak lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa.
Kami kelompok 8 dipanggil duluan dan kamipun pergi duluan. Namun, saat perjalanan bu Noor menelpon guru yang ada di tenda. (saya tak tahu siapa yang ditelepon) saya tidak tahu apa yang dibicarakan Bu Noor. Kami melanjutkan perjalanan ke sawah lagi. Di tengah perjalanan saya sekelompok melihat Qalid di bonceng seorang guru laki-laki. (saya tak tahu namanya )
Akhirnya, kami semua sampai di sawah. Namun, jengkelnya di tengah perjalanan menuju sawah senda saya putus. Jadi, saya datang ke sawah tanpa memakai sandal. Kaki saya penuh Lumpur. Sesampainya di sawah, saya pergi menuju ke tengah sawah. Di tengah sawah saya belajar memanen padi. Saya di ajari oleh ibu tani. Ternyata, nggak mudah, Iho memanen padi. Setelah semuanya selesai beiajar memanen padi kami kembali ketenda. Namun, saat pulang saya kesel karena bukan lewat jalan datang tadi. Masalahnya jalan saat pulang lebih jauh. Ditengah perjalanan rasanya kami mau pingsan.
Saat sampai ditenda kami langsung mau mandi. Tapi kata Fira (4-b) nggak boleh mandi dulu sebelum keringatnya hilang. Kata bu Ida kalau mandi berkeringat bisa panuan. Jadi, saya hilangkan keringat saya dulu baru mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju saya istirahat sebentar.
Setelah istirahat kami makan siang. Setelah selesai makan siang kami bersiap-siap untuk sholat dzuhur di mushola. Selesai sholat dzuhur kami balik ke tenda. Ditenda kami disuruh beres-beres untuk pulang. Saat selesai beres-beres kami semua menaruh tas kami masing-masing dilapangan yang sudah di pasang terpal.
Setelah beres-beres kami mengadakan upacara penutupan. Tiba-tiba orang tua ghazan datang. Ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ghazan. Setelah membagi bingkisan kami pulang ke sekolah sampai disekolah saya dijemput adik lala, mama, dan papa. Saat menuju pulang saya makan di Texas dan menceritakan kejadian yang baru saya alami disaat saya Social camp 2007. saya senang mengikuti camping ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)