Sepulang sekolah, seperti biasa Frisca, anak satu-satunya ini yg selalu dimanja tak pernah lepas dengan pembantu yang selalu mengurusinya. Tapi, kali ini Frisca tidak lagi bertemu dengan pembantunya. Kali ini ia harus membantu mama & papanya, karena ia akan pindah ke Jakarta.
Setelah selesai membantu, Frisca baru bertanya “ma,pa bi Siti (pembantunya) ke mana?” dengan enteng mama menjawab “bi Siti pulang tap…..” belum selesai mama menjawab Frisca sudah menyahut. “Hah… pulang?” Friska kaget dan tidak mendengarkan lanjutan cerita mamanya yang belum selesai “Friska sayang jangan memotong jika orangtua sedang bicara ya sayang, lagi pula nanti bi Siti juga ikut ke Jakarta kok” jelas mama panjang lebar. “yes untung aja ikut. “Eee, soal yang tadi maaf ya ma! Habis, Friska takut kalo nanti di rumah Jakarta yang ada banyak hantunya, soalnya temen Friska banyak yang bilang kalo disana ada banyak hantu. Bahkan ada hantu kepala bunting, iii……”sambung Friska. Lalu mama tertawa “ha….ha…ha… itu kan Cuma cerita belum tentu beneran, ya sudah kalau begitu kita berangkat yuk!”
Setelah sampai di Jakarta, Friska langsung saja ambruk dikasur karena ia lelah. Tidak lama kemudian bi siti membangunkan Friska “non…..bangun non… nanti mau tidur sama siapa?” sambil mengucek mata Friska lalu menjawab “sama bibi aja deh!” jawab Friska. “Ya udah kalau begitu kita makan yuk!” ajak bi Siti. “Gak bi” tolak Friska.
Kemudian, detik demi menit demi jam Friska hanya melamun memikirkan “apakah ada hantu?” tanyanya dalam hati. Setelah lama memikirkan masalah itu lalu friska melihat jam ternyata sudah jam 22.30 friska langsung kaget, Ia memanggil bi Siti dan mengajaknya tidur. Tapi, sebelum tidur Friska melihat pemandangan yang ada diluar, seperti ada bayangan yang bergerak-gerak. Setelah lama friska memandang , Friska baru sadar kalau ada ayunan yang bergerak sendiri dan ada cahaya dari sebuah senter lalu friska menunjukan ke bi Siti “Bi i..i..itu bi ada ayunan gerak sendiri trus ada cahaya senter bi” kata Friska agak takut. “Ah ,masak sih non? Eh benar juga” jawab bibi kaget.
Sambil membawa rasa takutnya, tak lama kemudian mereka pun tertidur. Setelah jam 02.39, Friska lalu terbangun, ia langsung membangunkan bi Siti “Bibi bangun bi, aku haus nih” kata Friska. “iya non” jawab bi Siti sambil langsung mengantarkan Friska ke dapur. Setelah sampai di dapur, Friska mendengar suara “tok tok tok. Apa ada orang?” ada suara dari luar sana. “Hah siapa itu?” Tanya bi siti. “Mungkin se…se..setan bi!” jawab friska ketakutan. “Coba kita bukain aja”, jawab bi Sitimemberanikan diri. “Setuju bi”.
Sambil berbicara dengan mata tertutup karena takut “krek” suara pintu dibuka “Hah bapak siapa ya?” Friska sambil membuka mata dan langsung bertanya. “Saya bukan hantu kok non!, saya bapak penjaga disini!” jawab pak penjaga. “Oh…..dari tadi yang naik ayunan trus ada cahaya senter itu ternyata pak penjaga?” tanya Friska balik, “iya non, bahkan setiap malam kalau saya lagi tugas jaga.” Jawab pak penjaga. “Sekarang tidur lagi yuk!” ajak Friska. “Lho….tadi katanya mau minum?” tanya bi Siti bingung. “Nggak jadi bi…jawabnya sambil berjalan menuju kamar lagi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment