By Viant
Pada suatu hari, lahirlah sekor siput yang manis. Dia tumbuh dengan cepat, sehat, cerdas dan sempurna. Namanya Puti. Di sekolahnya, ia selalu menjadi juara kelas. Dia sangat disenangi banyak teman. Namun diantara temannya itu ada seekor kucing yang iri dengan kepandaian Puti. Namanya Kuci. Kuci selalu berusaha berbagai cara agar bisa sepintar puti, tapi nggak bisa. Akhirnya dengan malu-malu ia memberanikan diri bertanya pada Puti. ”Puti, bagaimana sih caranya biar bisa sepintar kamu?”. ”Caranya ya harus banyak baca buku. Katanya, buku itu adalah jendela dunia” jawab Puti. ”Jendela dunia apaan tuh?” tanya Kuci lagi. ”Maksudnya, kita tuh butuuuh banget buku untuk memperluas ilmu pengetahuan kita. Jadi apapun dan dimanapun ada informasi kita nggak pernah ketinggalan!” Jelas Puti. ”Oh, gitu ya... Pantesan waktu di kelas, aku sempat ditanyai sama Bu Zizi apa arti ”Buku adalah jendela dunia”, ternyata ini jawabannya. Sekarang aku sudah tahu” jawab Kuci senang. ”Jadi sekarang kamu tidak akan main boneka terus kan?” tanya Puti. ””Ya...iya lah.. akukan mau jadi pintar seperti kamu. Terima kasih ya suda memberi tahu!”. ”Sama-sama”.
.....2 minggu kemudian
”Juara ke 3 adalah..... Epan..... selamat ya Epan! Nah.... juara ke dua adalah... Kuciii.....Selamat ya atas kerja kerasnya! Dan inilah yang kita tunggu-tunggu, juara pertama adalah Putiii....! Pertahantan ya sayang!”. ”Baik bu!”.
Nah itulah akhir dari cerita saya. Kalau teman-teman ingin pintar seperti Puti, makanya rajin belajar dan banyak baca buku. Oke!
Thursday, July 26, 2007
SEMOGA JADI ANAK YANG BAIK
By Vito
Seorang anak tinggal di jalan Cipete No.13. Namanya Roni. Dia terkenal jahat pada setiap orang yang dia temui.Contohnya, bangku pak guru di beri minyak dan mencuri mangga di halamannya Pak Ali. Dia pernah juga memasukkan cicak ke dalam tas temannya. Berkali-kali dia dimarahi dan dihukum oleh guru, tapi nggak jera juga.
Di rumah ia juga pernah membuat bola-bola lumpur, lalu melemparkannya pada setiap orang yang melintas di depan rumahnya. Tak ada yang bisa menegurnya, kecuali ibunya. Roni paling takut sama ibunya. Tapi biar yang marah ibunya dia selalu mengulangi perbuatannya. Jadi kapan dia jadi baik. Semoga doa ibu akan di dengar Allah, dan suatu saat jadi anak baik.
Seorang anak tinggal di jalan Cipete No.13. Namanya Roni. Dia terkenal jahat pada setiap orang yang dia temui.Contohnya, bangku pak guru di beri minyak dan mencuri mangga di halamannya Pak Ali. Dia pernah juga memasukkan cicak ke dalam tas temannya. Berkali-kali dia dimarahi dan dihukum oleh guru, tapi nggak jera juga.
Di rumah ia juga pernah membuat bola-bola lumpur, lalu melemparkannya pada setiap orang yang melintas di depan rumahnya. Tak ada yang bisa menegurnya, kecuali ibunya. Roni paling takut sama ibunya. Tapi biar yang marah ibunya dia selalu mengulangi perbuatannya. Jadi kapan dia jadi baik. Semoga doa ibu akan di dengar Allah, dan suatu saat jadi anak baik.
BERKATALAH YANG SEBENARNYA
By Vira
Hai, namaku Nelis. Pagi ini aku tidak sekolah karena hari ini hari Minggu. Tapi hari Minggu jadi hari paling tidak ku suka karena kakakku pasti akan menyuruhku ini dan itu. Padahal hari Minggu kan waktunya nonton kartun.
”Neliiss....Nelisss..Liiss..” kakakku mulai berteriak memanggilku. Nggak sabar sekali. ”Apaan sih kak, aku lagi nonton nih” jawabku agak kesal. ”Ayo bantuin kakak bersih-bersih rumah” kata kakakku. ”Aduuh.. kamu ini ya, Cuma disuruh bantuin bersih-bersih rumah aja malesnya segunung. Gimana kalo nanti ternyata jadi pembantu” Kakak mulai ngomel. ”Iiih.. amit-amit, siapa juga yang mau jadi pembantu” jawabku kesal. ”Siapa tahu kamu mau jadi pembantu, jadi kakak tinggal nyuruh-nyuruh kamu ha....ha....ha....” kata kakak sambil terbahak-bahak. ”Iih kakak ini nyebelin banget sih, mau nyuruh atau menghina sih!” aku jadi jengkel. ”Biarin wee...” Hah kakak ngolok. Aku pun berlari mengejar kakak. Aku ingin membalas, tapi....”Praangg...” aku nyenggol vas bunga mama.
”Aduuuh kak bagaimana ini? Vas bunga kesayangan mama pecah nih” kataku ketakutan. Aku takut mama marah. Pasti mama marah. ” Ya udah, kamu masih punya waktu untuk membereskannya” kakak pun membantuku membersihkan kepingan-kepingan vas, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa saat kemudian....
”Nelis....nih mama bawain oleh-oleh buat kamu” kata mama sambil melepas sepatu yang dipakainya, lalu berjalan masuk melalui ruang tamu. ”Nelis, vas bunga mama yang disini mana ya?” tanya mama keheranan. Aduuh mama curiga. ”Ee..enggak tahu ma” jawabku bohong. Sambil keheranan, mama menyiapkan makan di dapur.
.....makan malam pun tiba
”Nelis, kamu nggak makan?” tanya mama. ”Lagi nggak laper ma” aku grogi banget kalau harus makan bareng mama. Biar, malam ini aku nggak makan yang penting aman. Ah.. tapi sampai larutpun aku masih tak bisa tidur. Aduuh gimana ya. Kalau aku ngaku pasti nanti dimarahi, tapi kalau nggak ngaku berarti aku sudah berdosa. Sampai selarut ini pun akumasih belum bisa tidur.
....Hah.. sudah pagi. Aku segera sholat subuh. Selesai sholat aku yakinkan diri bahwa aku harus mengakui kesalahanku. Apapun yang terjadi.
”Ma.. sebetulnya Nelis yang mecahin vas bunga itu, tapi Nelis mau ganti kok ma” kataku penuh rasa takut. Aku tak berani menatap mata mama. Mama pasti sedang menahan marah. ”Sayaang.. tak usah diganti, yang penting kamu sudah berkata jujur. Mama banggga padamu. Sudah lupakan peristiwa ini ya. Ah sudah terlambat, ayo berangkat sekolah sana” kalimat mama sejuuk sekali. ” Ya ma, maafka Nelis ya ma..” Senangnya hatiku, ternyata mama sangat baik.
Hai, namaku Nelis. Pagi ini aku tidak sekolah karena hari ini hari Minggu. Tapi hari Minggu jadi hari paling tidak ku suka karena kakakku pasti akan menyuruhku ini dan itu. Padahal hari Minggu kan waktunya nonton kartun.
”Neliiss....Nelisss..Liiss..” kakakku mulai berteriak memanggilku. Nggak sabar sekali. ”Apaan sih kak, aku lagi nonton nih” jawabku agak kesal. ”Ayo bantuin kakak bersih-bersih rumah” kata kakakku. ”Aduuh.. kamu ini ya, Cuma disuruh bantuin bersih-bersih rumah aja malesnya segunung. Gimana kalo nanti ternyata jadi pembantu” Kakak mulai ngomel. ”Iiih.. amit-amit, siapa juga yang mau jadi pembantu” jawabku kesal. ”Siapa tahu kamu mau jadi pembantu, jadi kakak tinggal nyuruh-nyuruh kamu ha....ha....ha....” kata kakak sambil terbahak-bahak. ”Iih kakak ini nyebelin banget sih, mau nyuruh atau menghina sih!” aku jadi jengkel. ”Biarin wee...” Hah kakak ngolok. Aku pun berlari mengejar kakak. Aku ingin membalas, tapi....”Praangg...” aku nyenggol vas bunga mama.
”Aduuuh kak bagaimana ini? Vas bunga kesayangan mama pecah nih” kataku ketakutan. Aku takut mama marah. Pasti mama marah. ” Ya udah, kamu masih punya waktu untuk membereskannya” kakak pun membantuku membersihkan kepingan-kepingan vas, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa saat kemudian....
”Nelis....nih mama bawain oleh-oleh buat kamu” kata mama sambil melepas sepatu yang dipakainya, lalu berjalan masuk melalui ruang tamu. ”Nelis, vas bunga mama yang disini mana ya?” tanya mama keheranan. Aduuh mama curiga. ”Ee..enggak tahu ma” jawabku bohong. Sambil keheranan, mama menyiapkan makan di dapur.
.....makan malam pun tiba
”Nelis, kamu nggak makan?” tanya mama. ”Lagi nggak laper ma” aku grogi banget kalau harus makan bareng mama. Biar, malam ini aku nggak makan yang penting aman. Ah.. tapi sampai larutpun aku masih tak bisa tidur. Aduuh gimana ya. Kalau aku ngaku pasti nanti dimarahi, tapi kalau nggak ngaku berarti aku sudah berdosa. Sampai selarut ini pun akumasih belum bisa tidur.
....Hah.. sudah pagi. Aku segera sholat subuh. Selesai sholat aku yakinkan diri bahwa aku harus mengakui kesalahanku. Apapun yang terjadi.
”Ma.. sebetulnya Nelis yang mecahin vas bunga itu, tapi Nelis mau ganti kok ma” kataku penuh rasa takut. Aku tak berani menatap mata mama. Mama pasti sedang menahan marah. ”Sayaang.. tak usah diganti, yang penting kamu sudah berkata jujur. Mama banggga padamu. Sudah lupakan peristiwa ini ya. Ah sudah terlambat, ayo berangkat sekolah sana” kalimat mama sejuuk sekali. ” Ya ma, maafka Nelis ya ma..” Senangnya hatiku, ternyata mama sangat baik.
JATUH DARI MOTOR KECIL
By Wiwin
Hari itu saya keliling naik motor kecil dengan adik sepupu. Katanya ”Kak, ayo jamping kak....” kata adik sepupu. ”Kakak nggak bisa, kamu gendut banget” saya takut kalau nanti nggak seimbang.
Selama beberapa hari ini akhirnya saya habiskan waktu untuk latihan motor kecil lagi. Pokoknya setiap hari harus latihan. ”Yes, akhirnya saya bisa”. Adik sepupu saya, saya ajak lagi keliling naik motor kecil. Saya gonceng dia, dan akhirnya saya jamping tinggi sekali. Adik sepupu saya sampai hampir jatuh. Untung ada kakak saya di belakang yang jagain. Ahhh sudah capek. Pulang yoo...
Hari itu saya keliling naik motor kecil dengan adik sepupu. Katanya ”Kak, ayo jamping kak....” kata adik sepupu. ”Kakak nggak bisa, kamu gendut banget” saya takut kalau nanti nggak seimbang.
Selama beberapa hari ini akhirnya saya habiskan waktu untuk latihan motor kecil lagi. Pokoknya setiap hari harus latihan. ”Yes, akhirnya saya bisa”. Adik sepupu saya, saya ajak lagi keliling naik motor kecil. Saya gonceng dia, dan akhirnya saya jamping tinggi sekali. Adik sepupu saya sampai hampir jatuh. Untung ada kakak saya di belakang yang jagain. Ahhh sudah capek. Pulang yoo...
SENJATA MAKAN TUAN
By Yufi
Suatu hari, ada tiga orang anak yang sedang bermain bola. Mereka adalah Rudi, Roni dan Regi. Regi adalah anak yang paling usil dan suka mengganggu orang lain. Kalau dia ikut bermain dengan teman pasti karena dia selalu memaksa ikut.
Hari itu Rudi dan Roni punya rencana untuk mengajak Regi keliling komplek naik sepeda. ”Regi main sepeda yuk” ajak Rudi. ”Ayoo, siapa takut!Jawab Regi semangat.
Mereka saling berlomba, tapi Rudi dan Roni kalah. Mereka sengaja berputar arah meninggalkan Regi di jalan yang agak jauh keluar dari komplek. ”Huh, kapok luh. Ngak tahu jalan pulang” Ucap Rudi senang.
Rudi dan Roni menunggu di sudut jalan menuju rumah Regi. Memastikan Regi pulang dengan kelelahan dan menangis. Tapi kenapa sampai lama begini nggak muncul juga. ”Rudi, sebaiknya kita susul. Jangan-jangan dia benar-benar nggak bisa pulang” kata Roni. ”Ayo” jawab Rudi.
Mereka mengayuh sepedanya sekencang mungkin menuju jalan di mana mereka meninggalkan Regi. Tiba-tiba DUUAAR......Rudi dan Roni jatuh terguling. ”Hua ha ha ha ha...” Regi muncul dari balik semak-semak sambil memegang perutnya. Yaah senjata makan tuan deh !
Suatu hari, ada tiga orang anak yang sedang bermain bola. Mereka adalah Rudi, Roni dan Regi. Regi adalah anak yang paling usil dan suka mengganggu orang lain. Kalau dia ikut bermain dengan teman pasti karena dia selalu memaksa ikut.
Hari itu Rudi dan Roni punya rencana untuk mengajak Regi keliling komplek naik sepeda. ”Regi main sepeda yuk” ajak Rudi. ”Ayoo, siapa takut!Jawab Regi semangat.
Mereka saling berlomba, tapi Rudi dan Roni kalah. Mereka sengaja berputar arah meninggalkan Regi di jalan yang agak jauh keluar dari komplek. ”Huh, kapok luh. Ngak tahu jalan pulang” Ucap Rudi senang.
Rudi dan Roni menunggu di sudut jalan menuju rumah Regi. Memastikan Regi pulang dengan kelelahan dan menangis. Tapi kenapa sampai lama begini nggak muncul juga. ”Rudi, sebaiknya kita susul. Jangan-jangan dia benar-benar nggak bisa pulang” kata Roni. ”Ayo” jawab Rudi.
Mereka mengayuh sepedanya sekencang mungkin menuju jalan di mana mereka meninggalkan Regi. Tiba-tiba DUUAAR......Rudi dan Roni jatuh terguling. ”Hua ha ha ha ha...” Regi muncul dari balik semak-semak sambil memegang perutnya. Yaah senjata makan tuan deh !
Tuesday, July 24, 2007
BURUNG YANG TERBANG
Nama saya Aldy, nama panjangnya Aldy wijaya. Hari ini saya melihat Burung terbang dengan bebasnya diatas langit, lalu saya berharap bahwa saya bisa terbang dan mempunyai sayap. Tapi hal itu tak mungkin terjadi karena tak ada satu orang pun yang bisa memiliki sayap dan terbang melayang.
Hari ini saya melihat seperti anak burung yang jatuh. Burung itu jatuh tepat di atas genteng rumah saya. Lalu saya mengambil burung itu. Saya melihat burung itu mempunyai luka di bagian sayapnya. Saya merasa kasihan padanya. Lalu saya membalut luka itu dengan handyplast. Bagi saya luka itu tidak terlalu berat, tapi mungkin bagi burung itu sangat berat.
Kini saya memberinya nama. Bagai-mana kalau pi-chan?, yaa! Itu nama yang bagus. Saya mencoba melemparkan si pi-chan ke atas agar ia bisa terbang. Tetapi hasilnya pi-chan jatuh kembali. Lalu saya tangkap lagi si pi-chan.
Keesokan harinya saya mencoba me-lempar pi-chan ke atas lagi, tapi hasilnya sama saja. Hari berikutnya Saya mencoba lagi melemparkan si pi-chan. Dia berhasil mengepakkan sayapnya, tapi pi-chan jatuh kembali. Dalam hati saya berbicara “Wah ternyata kalau diusahakan bisa ya!!!”
Pi-chan saya beri makan, “makan yang lahap ya chan biar tambah besar" kata saya.
Pagi hari saya bangun karena ada suatu benda yang mematuk saya, “uuh..emmm apa ini, oooo si pi-chan”. Saya mengelus-ngelus si pi-chan. Saya kaget ketika saya melihat sayap pi-chan sudah membaik, “Yeeee!! Alhamdulillah ternyata sudah sembuh ya pi-chan!!!” Oh iya saya mau mengetes ah apa si pi-chan bisa terbang… saya mencoba untuk menerbangkan si pi-chan “..1..2..3!!” Pi-chan mulai mengepakkan sayap daaaan.... ia terbang melewatiku dan berbalik kearah tanganku “tep..”. Pi-chan hinggap di tangan ku. “Wah..Wah..Wah sekarang bisa terbang ya pi-chan”. Saya berpikir sejenak oh iya pi-chan kan burung liar jadi saya bebaskan saja dia. Semoga pi-chan baik-baik saja. Amiiiin yaa rabbal alamiiin. “Dada pi-chaaaaaan”
Hari ini saya melihat seperti anak burung yang jatuh. Burung itu jatuh tepat di atas genteng rumah saya. Lalu saya mengambil burung itu. Saya melihat burung itu mempunyai luka di bagian sayapnya. Saya merasa kasihan padanya. Lalu saya membalut luka itu dengan handyplast. Bagi saya luka itu tidak terlalu berat, tapi mungkin bagi burung itu sangat berat.
Kini saya memberinya nama. Bagai-mana kalau pi-chan?, yaa! Itu nama yang bagus. Saya mencoba melemparkan si pi-chan ke atas agar ia bisa terbang. Tetapi hasilnya pi-chan jatuh kembali. Lalu saya tangkap lagi si pi-chan.
Keesokan harinya saya mencoba me-lempar pi-chan ke atas lagi, tapi hasilnya sama saja. Hari berikutnya Saya mencoba lagi melemparkan si pi-chan. Dia berhasil mengepakkan sayapnya, tapi pi-chan jatuh kembali. Dalam hati saya berbicara “Wah ternyata kalau diusahakan bisa ya!!!”
Pi-chan saya beri makan, “makan yang lahap ya chan biar tambah besar" kata saya.
Pagi hari saya bangun karena ada suatu benda yang mematuk saya, “uuh..emmm apa ini, oooo si pi-chan”. Saya mengelus-ngelus si pi-chan. Saya kaget ketika saya melihat sayap pi-chan sudah membaik, “Yeeee!! Alhamdulillah ternyata sudah sembuh ya pi-chan!!!” Oh iya saya mau mengetes ah apa si pi-chan bisa terbang… saya mencoba untuk menerbangkan si pi-chan “..1..2..3!!” Pi-chan mulai mengepakkan sayap daaaan.... ia terbang melewatiku dan berbalik kearah tanganku “tep..”. Pi-chan hinggap di tangan ku. “Wah..Wah..Wah sekarang bisa terbang ya pi-chan”. Saya berpikir sejenak oh iya pi-chan kan burung liar jadi saya bebaskan saja dia. Semoga pi-chan baik-baik saja. Amiiiin yaa rabbal alamiiin. “Dada pi-chaaaaaan”
MEMANCING DI LAUT
By: Zavira
Pagi hari ini Dina ingin pergi ke laut bersama kakek. Mereka sudah siap untuk memancing di laut. “Kek, perahunya di keluarin ya? Tanya Dina yang sedari tadi sibuk membantu kakek. “Jangan dulu! Perahunya harus dibuka dulu talinya” jawab kakek. “Iya kek, jangan khawatir” jawab Dina lagi. Dina memang sudah sering ikut kakek memancing, jadi dia sudah pandai menyiapkan perahu. “Ayo naik” ajak kakek . “Oke..” jawab Dina semangat.
Sampailah di tengah laut. Kakek tahu bagian laut yang mana yang banyak ikannya. “Kita harus melempar umpannya ke dalam laut. Ayo lempar, satuu..duaa..tigaaa…..” kakek melempar kail sekuat tenaga. “Kek, apakah nanti kita dapat ikan?” tanya Dina. ”Mudah-mudahan saja kita dapat banyak” Jawab kakek.
......”Kakek dapat berapa?” tanya Dina sedikit berteriak. Maklum anginnya agak kencang. ”Kakek dapat 2 ekor” jawab kakek ”Ikannya besar-besar ya kek?” tanya Dina lagi. ”Iya, kamu sudah dapat berapa?” tanya kakek lagi. ”Dina baru dapat satu” jawab Dina. Tanpa terasa hari semakin terik, ikan hasil memancingpun lumayan banyak. ”Waaah, ibuu Dina bawa ikan banyaaak?” Dalam perjalanan pulang Dina berteriak girang.
Pagi hari ini Dina ingin pergi ke laut bersama kakek. Mereka sudah siap untuk memancing di laut. “Kek, perahunya di keluarin ya? Tanya Dina yang sedari tadi sibuk membantu kakek. “Jangan dulu! Perahunya harus dibuka dulu talinya” jawab kakek. “Iya kek, jangan khawatir” jawab Dina lagi. Dina memang sudah sering ikut kakek memancing, jadi dia sudah pandai menyiapkan perahu. “Ayo naik” ajak kakek . “Oke..” jawab Dina semangat.
Sampailah di tengah laut. Kakek tahu bagian laut yang mana yang banyak ikannya. “Kita harus melempar umpannya ke dalam laut. Ayo lempar, satuu..duaa..tigaaa…..” kakek melempar kail sekuat tenaga. “Kek, apakah nanti kita dapat ikan?” tanya Dina. ”Mudah-mudahan saja kita dapat banyak” Jawab kakek.
......”Kakek dapat berapa?” tanya Dina sedikit berteriak. Maklum anginnya agak kencang. ”Kakek dapat 2 ekor” jawab kakek ”Ikannya besar-besar ya kek?” tanya Dina lagi. ”Iya, kamu sudah dapat berapa?” tanya kakek lagi. ”Dina baru dapat satu” jawab Dina. Tanpa terasa hari semakin terik, ikan hasil memancingpun lumayan banyak. ”Waaah, ibuu Dina bawa ikan banyaaak?” Dalam perjalanan pulang Dina berteriak girang.
Pengamen Cilik di Bus Kota
Didit memperhatikan si Belang. Alangkah enaknya hidup jadi kucing. Kerjanya tibur melulu.hampir setiap hari Cuma main – main tidak perlu bersusah payah belajar di sekolah. Kalau rapar, tinggal meooongg ….. ! maka ibu akan menyediakan sepotong ikan atau sisa nasi di hadapanya. Kalau sudah kenyang dan mengantuk, tidur – tiduran lagi. Bahkan si belang bisa tidur bi mana saja : teras, di halaman dan di kebun. Dan malamnya, asyik main kejar – kejaran dengan sang betina. Alang kah enaknya jadi kucing…. guman Didit. Lebih dari itu, kucing tidak perlu mandi tiap hari.
Social Camp 2007
Halo, Nama saya Thita. Hari jum'at ini saya sangat senang karena Sabtu depan, kata Bu' Andini mau Camping. Saat Bu' Andini memberitahukan ada Camping, teman-teman saya bilang, " Horee..... Sabtu depan Camping" Saya pun juga bilang begitu. Tapi teman-teman, saya sebenamya takut, lho Maklum belum pernah ikutan Camping. Hehehe.........
Hari sebelum Camping, Jum'at tanggal 27, Pelajaran Bahasa Indonesia hanya satu jam. Kata Bu' Uchie Hanya satu jam karena Bu' Novi akan membagikan `Exercise book' sekaligus menjelaskan tentang isi Exercise book. Salah satunya adalah tata tertib. Didalam Exercise book terdapat 15 tata tertib. Jadwal acara juga sudah tertulis di dalam Exercise book. Di dalam Exercise book juga terdapat 4 LKS. LKS pertama tentang: - Bazaar Di Mushola. LKS kedua tentang: Game tradisional. LKS ketiga tentang: - Berkreasi (Malam keakraban). LKS keempat tentang: - Cross country. Kami semua pun mengerti isi Exercise book.
Malam harinya saya menyiapkan barang-barang yang perlu di bawa. Sepulang dari makro mama saya memberikan silver queen 1 kotak dan 6 botol C1000. Waktu beres-beres barang mbak Fifi tolongin aku. Saat selesai saya pun langsung tertidur karena capek. Karena kecapekan saya sampai lupa ganti baju tidur. Padahal kan, saya masih pakai baju jalan (habis beli jas hujan). Keesokkan harinya, pagi-pagi saya sudah bangun. Sesudah bangun saya buru-buru mandi. Pagi-pagi saya makan Chicken Golden Blue pakai saos tomat. Saya makannya agak lama karena chicken golden blue cukup besar. Saat saya makan potongan terakhir saya melihat kearah jam. Ternyata saya sudah terlambat. Padahal kata bu' Novi kan harus datang pukul 07.00, tidak boleh terlambat. Namun, saya sampai disekolah pukul 07.12. Saya takut telat, saya pun mempercepat jalan saya.
Saat masuk kesekolah saya bertemu Ira, Eka, dan Athaya. Saya pun bertanya kepada Ira, " Ir, tasnya ditaruh dimana? Disini atau dimana?" Tanya saya. Ira menjawab, " Terserah kamu mau ditaruh diatas atau dibawah." Kata Ira. Kalau kalian milih yang mana? Kalau saya milih dibawah daripada diatas. Apalagi saya bawa 1 tas ransel,1 tas kecil untuk kamera dan 1 tas deret Barbie. Bayangin dsh, beratnya!
Saat itu saya menaruh tas saya di depan pusat sumber belajar (PSB). " Ira tolong jagain tasku ya?" Tanyaku kepada Ira. Ira pun menjawab, " Boleh-bo1eh saja. Tapi, kamu mau kemana?" Tanya ira. " Aku mau ngumpuiin peta. Kata bu' Uchie hari Sabtu ini paling lambat." Jawabku. Aku pun lafi menuju kelas bu' Uchie dilantai tiga. Saat saya masuk kelasnya bu' Uchie, Bu' Uchienya nggak ada. Ya sudah, saya menaruh PR saya diatas meja bu' Uchie. Setelah itu saya turun. Dibawah saya langsung mengambil tas saya.
"Anak-anak semuanya kumpul didalam ruang guru!" Kata bu' Andini di megaphone. Saya, tari, dan Lavi sudah berkumpul. Katabu' Andini harus duduk bersama kelompoknya. Namun, kami belum berkumpul satu kelompok. Acara pembukaan segera di mulai. Kami bertiga duduk di pojok kami kira Mbak Fina, Asvi dan lulu tak ada bersama kami bertiga. Ternyata, lulu ada dibelakang kami bertiga. Mbak Fina dan Asvi ternyata ada di depan kami bertiga. Alhamdulillah kami sudah berkumpul.
Didalam ruang guru kepala sekolah menyampaikan sebuah nasihat untuk kami semua. Setelah kepala sekolah sekesai menyampaikan nasihat kami semua berdo'a. Lalu, kami disuruh baris perkelompok. Bu' Andini membagikan Nametack. Kelompok saya yang ke- 4 dibagikannya. Setelah itu kami keluar untuk naik mobil truk tentara. Saya dan kelompok saya masuk ke truk yang pertama diperjalanan kata bu' Maryam boleh makan bekalnya masing-masing. Diperjalanan saya membuka kotak makan saya dan memakan bekalnya. Saya makannya tidak habis karena nasinya udah dingin dan chicken golden blue nya sudah dingin. Oh, iya saya duduk disebelahnya bu' Maryam. Saya jadi malu duduk dekat bu' maryam( Guru math-ku tapi kalau lagi marah wawwww....... serem abiz) Sorry, ya bu'? hehehe...........
Ditengah perjalan saya bertanya pada Tya, " Ty, Zavira naik truk yang mana?" " Kayaknya sih, naik bis terakhir, yang gabung sama cowok." Jawab Tya. " Kalau miskinnya?" Tanya saya bercanda. Kan, tadi Tya jawab kayaknya, ya saya balas Tanya miskinnya, donkz! Tibatiba Tari memberi sebuah pertanyaan yang seperti sulap (harus memakai trik). Saya sudah tau triknya. Triknya begini: Sorry, saya bingung nulisnya. Jadi, kalau mu triknya Tanya aja sama Tari dan Asvi. Saya saja diajarin sama Asvi. Eh, kok kita jadi ngomongin sulap, ya?yuk, lanjutin. Sorry, ya? Hihihi........
Sampai disana, saya kaget. Hayooo, kaget kenapa? Tebak, dong! Saya tuh kaget kok Zavira sudah ada di Gn. Binjai, padahalkan dia di truk paling belakang. Saya Tanya sama Zavira, " Zav, kamu naik apa kok sudah sampai?" Tanya saya. " Aku naik mobilnya qolid." Jawab Zavira. Saat sampai disana kelompok saya langsung beres-beres. Baru itu ada bunyi peluit. Bunyi peluit itu tandanya harus berkumpul. Salah satu seorang anggota kelompok yang telat bisa dihukum, Iho! Waktu itu saya belum tau hukumannya apa?
Saat peluit berbunyi kami semua berkumpul di lapangan didepan tenda kami semua. Yang kami lakukan adalah upacara pembukaan. Waktu selesai berkumpul kami semua disuruh duduk melingkara dengan kelompoknya dan guru pendamping juga ikut bersama ( duduk melingkar). Oh, iya saya bawa kamera tapi, waktu sampai di Gn. Binjai kamera saya di titipkan pada bu' lda. Bu' Novi dan bu' Ruli menyuruh kami semua membungkus sembako. Ketua kelompok disuruh mengambi! isi-isi sembako isinya adalah:
-1 gula
-1 kecap
-1 Minyak goreng
-2 kIg SUSU
-10 Bungkus indomie & mie Sedaap
Setelah selesai membungkus sembako saya dan yang lainnya makan siang. Saya makannya sendiri ( karena disuruh ). Saya nggak habis makannya karena sudah kenyang. Begitu juga pada lulu, Lavi dan juga mbak fina. Kami semua Tanya pada bu' maryam boleh apa tida makannya tak habis? Kata bu' maryam sih boleh ya sudah, saya langsung buang makanannya bersama lulu, mbak fina, dan lavi.
Setelah selesai makan siang kami kami ke mushola. Di mushola saya dan yang lainnya sholat Dzuhur dan juga sholat ashar. Setelah selesai sholat kami bazaar sembako. Sembako kelompokkulah yang pertama habis. Setelah bazaar sembako semuanya kembali. Di tengah perjalanan saya, tari, dan Asvi dibilangin " Cewek....... cewek..." kata anak Gn. Binjai. Kami bertiga lari ketenda dengan secepat-cepat mungkin. Sampai ditenda kami semua disuruh mengisi LKS 1. Kami semua dari isitrahat makan sampai selesai bazaar pada pukul 12.00 - 14.30, Iho! Oh iya teman-teman, kami semua kalau selesai mengisi LKS berapapun kami di suruh untuk meminta paraf pendamping maing-masing.
Prriiiiiiiit......... peluit berbunyi lagi. Kami semua kembali b®rkumpul. " Setelah ini cross country. Ayo siap-siap ambil exercise book. Lihat LKS 4!" Pinta bu' Ruli. Anak-anak pun menurutinya. " Itulah tugas kalian sekarang." Lanjut bu' Ruli. Kami bersiap-siap. Kelompok saya mendapat 3 keluarga. Salah satunya adalah keluarga ibu Junaida ( bu' Junaida kalau salah tulisannya maaf, ya? Saya kan kagak tau, bu'. ) iu junaida berumur 37 tahun dan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bernama bapak Nurdiansyah. Suaminya berumur 40 tahun dan bekerja sebagai seorang petani. Anaknya bernama Fitri.
Pada saat keluarga ketiga selesai, kami sekelompok kembali ketenda. Tiba-tiba vira datang clan memberitahu mbak fina bahwa semuanya dihukum karena makannya nggak habis. Hukumannya adalah harus lari sampai atas gunung dekat tenda tanpa memakai sandal. Kami semua kaget clan langsung berlari. Tapi, paling jengkelnya kata pak RT anak-anak Gn. Binjai pendiam taunya pengolokan. Masa, waktu ditengah perjalanaan kami semua dioloknya. Kaki kami semua sakit sampai-sampai kakinya mbak Fina memar. Gara-gara di tanjakan banyak batu kerikil). Kakiku berbekas juga.
Setelah itu kami beristirahat sebentar dan yang lainnya berkumpul lagi. Katanya kita akan pergi ke lapangan SDN 008. Disana kami semua akan melakukan permainan tradisional bersama anak Gn. Binjai. Teman bermain saya dari Gn. Binjai ada 3 orang. Kami sekelompok bermain tuan putri. Yang jadi tuan putrinya adalah Lulu. Tapi, saat main Lulu salah. Ternyata, Lulu belum ngerti cara mainnya. Tapi, setelah diajarin lagi Lulu mengerti. Kami semua pun bermain dengan akrab.
Hhhhh........ ternyata main seperti itu saja capek, ya? Saya dan teman bermain kelompok saya beristirahat sebentar. Saat beristirahat kami di suruh berbaris sebentar. Lalu, bu' Ruli berkata, "Nama kelompok yang dipanggil langsung berbaris mengambil sirup dan donat !" pinta bu' Ruli. Saat kelompok saya dipanggil, kami sekelompok berbaris dengan tertib. Tapi, saya makan donatnya berdua Tari.
Setelah itu, kami anak SDIT istiqamah kembali ke tenda. Di tenda kami langsung mengerjakan perintah Bu Ida. Kami sekelompok disuruh mengerjakan LKS kedua tentang game tradisional. Setelah itu kami pun mandi. Tapi saat mandi, tas mandi beserta isinya hilang kecuali sikat gigi. Sikat giginya masih ada tapi, pasta giginya tak ada.
Hari sudah petang saya buru-buru memakai mukena bersama Lavi dan Lulu. Setelah itu kami duduk di terpal yang telah disediakan oleh guru. Kami sholat bersama anak Gn. Binjai. Setelah selesai sholat maghrib kami pun melanjutkan sholat isya. Namun, anak Gn. Binjai tidak ikut sholat isya karena mereka bukan pendatang jauh. Setelah kami semua selesai sholat isya anak Gn. Binjai berkumpul lagi dengan kami. Anak Gn. Binjai ikut berkumpul bersama kami karena malam ini adalah malam keakraban.
Acara malam keakraban segera dimulai, kami semua, anak SDIT istiqamah, mengambil alat perkelompok yang sudah ditentukan panitia. Kami, kelompok 8, segera mangambil barang-barang kelompok yang ada di dalam tenda. Malam ini, sesuai jadwal, kami semua akan berkreasi, nonton dan makan jagung rebus. Itu semua adalah kegiatan kami di malam keakraban. Oh, iya saat berkreasi saya dan kelompoksayamembuat burung-burungan ( bukan burung beneran, Iho!), topi, kipas, bingkai foto kotak dan bingkai segitiga hiasan pita. Kami semua, anak kelompok 8, juga anak Gn. Binjai, membuat 5 karya yang tadi sudah saya tuiiskan tadi.
Setelah waktu habis kami sekelompok dan yang lainnya nontoon film `Richie Rich'. Ceritanya Richie rich ini anak orang paling kaya di amerika. (Wah, enak banget, ya. Jadi orang terkaya di Balikpapan aja sudah alhamdulih. Nah apalagi kalau di amerika, ya?) Ditengah-tengah kami semua nonton, bu Novi mengumumkan yang mau jagung ambil dibelakang yang kenyang boleh makan berdua. Ya.... Saya milih berdua.
"Hhhoooammmmmm......." Saya menguap karena mengantuk. Yang sudah lelah boleh langsung tidur di tenda. Saya sekelompok masuk tenda karena mengantuk dan lelah "zzzzzzz........ Kami semua pun terlelap.
"Ta, ta bangun sudah jam dua." kata Lulu dan Lavi membangunkan saya. Ternyata benar sudah jam 02.00. Saya buru-buru gosok gigi sekalian mangambil air wudhu. Karena pasta gigi saya hilang ya.... Saya pinjam sama teman. Saya mengambil mukena yang saya bawa dan bersiap sholat tahajud.
Setelah sholat tahajud kami muhasabah. Pertamanya saja sudah mengharukan padahal baru mendengar lagu bunda. Lalu, pak Denny menceritakan sebuah cerita. "Bayangkanlah wajah bunda kalian yang sedang tersenyum. Pak Denny punya cerita. Begini ceritanya...." Kata pak Denny. "Pada suatu hari ada seorang anak. Saat istirahat siang di sekolah, pamannya datang dan meminta izin kepada guru anak tersebut untuk pulang lebih awal. “Paman ada apa paman membawaku pulang lebih awal?” tanya sang anak tersebut. “Lihat saja nanti” jawab pamannya polos. Sesampainya di rumah, anak tersebut melihat banyak orang ada dirumahnya. Namun, wajah orang yang datang tak ada satu pun yang bahagia. Semuanya sedih. Lalu, sang anak pergi bertanya pada ayahnya. “Yah, mengapa banyak orang yang sedih ?” tanya anak itu. Namun, ayahnya tak menjawab melainkan mengajaknya ke kamar bundanya. Anak itu pun mulai menangis melihat ibunya terbujur kaku dan dilapisi kain kafan...." Begitu cerita pak Denny.
Yang pertama kali saya lihat nangis paling kencang adalah Ira. ( sorry ya, ra!) ".....Bayangkan jika anak tersebut adalah kalian semua. Bayangkan juga saat kalian pulang nanti sore ibu atau bapak kalian semua sudah terbujur kaku!" kata pak Denny melanjutkan. Lalu terdengar beberapa suara tangisan. Saya pun juga ikut menangis. Yang nangisnya terisak-isak antara lain adalah Lulu. Di belakang Lulu diusap-usap oleh bu Rully. Saya melihat bu Rully juga menangis. (sepertinya bu' Rully juga membayangkan. )
Selesai muhasabah kami disuruh tidur lagi. Namun, saya tak tidur lagi. Nanggung, kan Cuma 2 jam, nanti nggak bisa bangun lagi. Saya dan yang lain (yang nggak tidur) pun main.
"Ayo, yang lain wudhu!" kata bu Rully. Kami semua pun mulai mengambil air wudhu dan segera mengambil mukena masing- masing. Semuanya cepat-cepat menuju lapangan untuk sholat subuh. Sholat subuh pun selesai.
Sesuai jadwal, sehabis sholat subuh kita pergi ke kebun karet. Di kebun karet kami akan mengamati penorehan pohon karet. Saat sampai disana pak Rt menerangkan bagaimana cara menoreh karet. Isi laporan saya begini........ para pekerja pohon karet datang pukul 05.30 dan pulang jam 21.00 malam. Pohon karet tidak boleh ditoreh dengan pisau sembararangan. Kalau mau menoreh karet harus pakai pisaunya sendiri. Nama pisaunya adalah pahat. Getah karet berwarna putih, tapi bau, Iho. Ciri pohon yang banyak getahnya (paling tidak ada getahnya) adalah:
1. daunnya lebar
2. ujung daun Runcing
Kalau pohon yang ada getahnya tapi sedikit cirinya adalah kulit batangnya tebal. Kata pak RT biasanya karyawan dari pabrik ban datang ke kebun karet ini dan membelinya untuk dijadikan ban. (Ya, iyalah masa pabrik ban buat minuman, sih). Selain ban karet juga dapat dibuat :
- mainan anak, karet gelang, dll.
Oh, iya jarak tanam pohon karetnya adalah 2 x 7 meter.
Selesai mengamti penorehan pohon karet, lalu kami pergi kembali ke tenda. Sampainya ditenda saya langsung mengisi LKS 4 lanjutan kemarin. Setelah mengisi LKS kami semua sarapan pagi. Tadi saya dengar ada seorang anak yang bertanya kapan mandinya. Kata panitia mandinya habis dari sawah. Saat selesai sarapan kami semua bersiap-siap pergi ke sawah dan kami tak lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa.
Kami kelompok 8 dipanggil duluan dan kamipun pergi duluan. Namun, saat perjalanan bu Noor menelpon guru yang ada di tenda. (saya tak tahu siapa yang ditelepon) saya tidak tahu apa yang dibicarakan Bu Noor. Kami melanjutkan perjalanan ke sawah lagi. Di tengah perjalanan saya sekelompok melihat Qalid di bonceng seorang guru laki-laki. (saya tak tahu namanya )
Akhirnya, kami semua sampai di sawah. Namun, jengkelnya di tengah perjalanan menuju sawah senda saya putus. Jadi, saya datang ke sawah tanpa memakai sandal. Kaki saya penuh Lumpur. Sesampainya di sawah, saya pergi menuju ke tengah sawah. Di tengah sawah saya belajar memanen padi. Saya di ajari oleh ibu tani. Ternyata, nggak mudah, Iho memanen padi. Setelah semuanya selesai beiajar memanen padi kami kembali ketenda. Namun, saat pulang saya kesel karena bukan lewat jalan datang tadi. Masalahnya jalan saat pulang lebih jauh. Ditengah perjalanan rasanya kami mau pingsan.
Saat sampai ditenda kami langsung mau mandi. Tapi kata Fira (4-b) nggak boleh mandi dulu sebelum keringatnya hilang. Kata bu Ida kalau mandi berkeringat bisa panuan. Jadi, saya hilangkan keringat saya dulu baru mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju saya istirahat sebentar.
Setelah istirahat kami makan siang. Setelah selesai makan siang kami bersiap-siap untuk sholat dzuhur di mushola. Selesai sholat dzuhur kami balik ke tenda. Ditenda kami disuruh beres-beres untuk pulang. Saat selesai beres-beres kami semua menaruh tas kami masing-masing dilapangan yang sudah di pasang terpal.
Setelah beres-beres kami mengadakan upacara penutupan. Tiba-tiba orang tua ghazan datang. Ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ghazan. Setelah membagi bingkisan kami pulang ke sekolah sampai disekolah saya dijemput adik lala, mama, dan papa. Saat menuju pulang saya makan di Texas dan menceritakan kejadian yang baru saya alami disaat saya Social camp 2007. saya senang mengikuti camping ini.
Hari sebelum Camping, Jum'at tanggal 27, Pelajaran Bahasa Indonesia hanya satu jam. Kata Bu' Uchie Hanya satu jam karena Bu' Novi akan membagikan `Exercise book' sekaligus menjelaskan tentang isi Exercise book. Salah satunya adalah tata tertib. Didalam Exercise book terdapat 15 tata tertib. Jadwal acara juga sudah tertulis di dalam Exercise book. Di dalam Exercise book juga terdapat 4 LKS. LKS pertama tentang: - Bazaar Di Mushola. LKS kedua tentang: Game tradisional. LKS ketiga tentang: - Berkreasi (Malam keakraban). LKS keempat tentang: - Cross country. Kami semua pun mengerti isi Exercise book.
Malam harinya saya menyiapkan barang-barang yang perlu di bawa. Sepulang dari makro mama saya memberikan silver queen 1 kotak dan 6 botol C1000. Waktu beres-beres barang mbak Fifi tolongin aku. Saat selesai saya pun langsung tertidur karena capek. Karena kecapekan saya sampai lupa ganti baju tidur. Padahal kan, saya masih pakai baju jalan (habis beli jas hujan). Keesokkan harinya, pagi-pagi saya sudah bangun. Sesudah bangun saya buru-buru mandi. Pagi-pagi saya makan Chicken Golden Blue pakai saos tomat. Saya makannya agak lama karena chicken golden blue cukup besar. Saat saya makan potongan terakhir saya melihat kearah jam. Ternyata saya sudah terlambat. Padahal kata bu' Novi kan harus datang pukul 07.00, tidak boleh terlambat. Namun, saya sampai disekolah pukul 07.12. Saya takut telat, saya pun mempercepat jalan saya.
Saat masuk kesekolah saya bertemu Ira, Eka, dan Athaya. Saya pun bertanya kepada Ira, " Ir, tasnya ditaruh dimana? Disini atau dimana?" Tanya saya. Ira menjawab, " Terserah kamu mau ditaruh diatas atau dibawah." Kata Ira. Kalau kalian milih yang mana? Kalau saya milih dibawah daripada diatas. Apalagi saya bawa 1 tas ransel,1 tas kecil untuk kamera dan 1 tas deret Barbie. Bayangin dsh, beratnya!
Saat itu saya menaruh tas saya di depan pusat sumber belajar (PSB). " Ira tolong jagain tasku ya?" Tanyaku kepada Ira. Ira pun menjawab, " Boleh-bo1eh saja. Tapi, kamu mau kemana?" Tanya ira. " Aku mau ngumpuiin peta. Kata bu' Uchie hari Sabtu ini paling lambat." Jawabku. Aku pun lafi menuju kelas bu' Uchie dilantai tiga. Saat saya masuk kelasnya bu' Uchie, Bu' Uchienya nggak ada. Ya sudah, saya menaruh PR saya diatas meja bu' Uchie. Setelah itu saya turun. Dibawah saya langsung mengambil tas saya.
"Anak-anak semuanya kumpul didalam ruang guru!" Kata bu' Andini di megaphone. Saya, tari, dan Lavi sudah berkumpul. Katabu' Andini harus duduk bersama kelompoknya. Namun, kami belum berkumpul satu kelompok. Acara pembukaan segera di mulai. Kami bertiga duduk di pojok kami kira Mbak Fina, Asvi dan lulu tak ada bersama kami bertiga. Ternyata, lulu ada dibelakang kami bertiga. Mbak Fina dan Asvi ternyata ada di depan kami bertiga. Alhamdulillah kami sudah berkumpul.
Didalam ruang guru kepala sekolah menyampaikan sebuah nasihat untuk kami semua. Setelah kepala sekolah sekesai menyampaikan nasihat kami semua berdo'a. Lalu, kami disuruh baris perkelompok. Bu' Andini membagikan Nametack. Kelompok saya yang ke- 4 dibagikannya. Setelah itu kami keluar untuk naik mobil truk tentara. Saya dan kelompok saya masuk ke truk yang pertama diperjalanan kata bu' Maryam boleh makan bekalnya masing-masing. Diperjalanan saya membuka kotak makan saya dan memakan bekalnya. Saya makannya tidak habis karena nasinya udah dingin dan chicken golden blue nya sudah dingin. Oh, iya saya duduk disebelahnya bu' Maryam. Saya jadi malu duduk dekat bu' maryam( Guru math-ku tapi kalau lagi marah wawwww....... serem abiz) Sorry, ya bu'? hehehe...........
Ditengah perjalan saya bertanya pada Tya, " Ty, Zavira naik truk yang mana?" " Kayaknya sih, naik bis terakhir, yang gabung sama cowok." Jawab Tya. " Kalau miskinnya?" Tanya saya bercanda. Kan, tadi Tya jawab kayaknya, ya saya balas Tanya miskinnya, donkz! Tibatiba Tari memberi sebuah pertanyaan yang seperti sulap (harus memakai trik). Saya sudah tau triknya. Triknya begini: Sorry, saya bingung nulisnya. Jadi, kalau mu triknya Tanya aja sama Tari dan Asvi. Saya saja diajarin sama Asvi. Eh, kok kita jadi ngomongin sulap, ya?yuk, lanjutin. Sorry, ya? Hihihi........
Sampai disana, saya kaget. Hayooo, kaget kenapa? Tebak, dong! Saya tuh kaget kok Zavira sudah ada di Gn. Binjai, padahalkan dia di truk paling belakang. Saya Tanya sama Zavira, " Zav, kamu naik apa kok sudah sampai?" Tanya saya. " Aku naik mobilnya qolid." Jawab Zavira. Saat sampai disana kelompok saya langsung beres-beres. Baru itu ada bunyi peluit. Bunyi peluit itu tandanya harus berkumpul. Salah satu seorang anggota kelompok yang telat bisa dihukum, Iho! Waktu itu saya belum tau hukumannya apa?
Saat peluit berbunyi kami semua berkumpul di lapangan didepan tenda kami semua. Yang kami lakukan adalah upacara pembukaan. Waktu selesai berkumpul kami semua disuruh duduk melingkara dengan kelompoknya dan guru pendamping juga ikut bersama ( duduk melingkar). Oh, iya saya bawa kamera tapi, waktu sampai di Gn. Binjai kamera saya di titipkan pada bu' lda. Bu' Novi dan bu' Ruli menyuruh kami semua membungkus sembako. Ketua kelompok disuruh mengambi! isi-isi sembako isinya adalah:
-1 gula
-1 kecap
-1 Minyak goreng
-2 kIg SUSU
-10 Bungkus indomie & mie Sedaap
Setelah selesai membungkus sembako saya dan yang lainnya makan siang. Saya makannya sendiri ( karena disuruh ). Saya nggak habis makannya karena sudah kenyang. Begitu juga pada lulu, Lavi dan juga mbak fina. Kami semua Tanya pada bu' maryam boleh apa tida makannya tak habis? Kata bu' maryam sih boleh ya sudah, saya langsung buang makanannya bersama lulu, mbak fina, dan lavi.
Setelah selesai makan siang kami kami ke mushola. Di mushola saya dan yang lainnya sholat Dzuhur dan juga sholat ashar. Setelah selesai sholat kami bazaar sembako. Sembako kelompokkulah yang pertama habis. Setelah bazaar sembako semuanya kembali. Di tengah perjalanan saya, tari, dan Asvi dibilangin " Cewek....... cewek..." kata anak Gn. Binjai. Kami bertiga lari ketenda dengan secepat-cepat mungkin. Sampai ditenda kami semua disuruh mengisi LKS 1. Kami semua dari isitrahat makan sampai selesai bazaar pada pukul 12.00 - 14.30, Iho! Oh iya teman-teman, kami semua kalau selesai mengisi LKS berapapun kami di suruh untuk meminta paraf pendamping maing-masing.
Prriiiiiiiit......... peluit berbunyi lagi. Kami semua kembali b®rkumpul. " Setelah ini cross country. Ayo siap-siap ambil exercise book. Lihat LKS 4!" Pinta bu' Ruli. Anak-anak pun menurutinya. " Itulah tugas kalian sekarang." Lanjut bu' Ruli. Kami bersiap-siap. Kelompok saya mendapat 3 keluarga. Salah satunya adalah keluarga ibu Junaida ( bu' Junaida kalau salah tulisannya maaf, ya? Saya kan kagak tau, bu'. ) iu junaida berumur 37 tahun dan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bernama bapak Nurdiansyah. Suaminya berumur 40 tahun dan bekerja sebagai seorang petani. Anaknya bernama Fitri.
Pada saat keluarga ketiga selesai, kami sekelompok kembali ketenda. Tiba-tiba vira datang clan memberitahu mbak fina bahwa semuanya dihukum karena makannya nggak habis. Hukumannya adalah harus lari sampai atas gunung dekat tenda tanpa memakai sandal. Kami semua kaget clan langsung berlari. Tapi, paling jengkelnya kata pak RT anak-anak Gn. Binjai pendiam taunya pengolokan. Masa, waktu ditengah perjalanaan kami semua dioloknya. Kaki kami semua sakit sampai-sampai kakinya mbak Fina memar. Gara-gara di tanjakan banyak batu kerikil). Kakiku berbekas juga.
Setelah itu kami beristirahat sebentar dan yang lainnya berkumpul lagi. Katanya kita akan pergi ke lapangan SDN 008. Disana kami semua akan melakukan permainan tradisional bersama anak Gn. Binjai. Teman bermain saya dari Gn. Binjai ada 3 orang. Kami sekelompok bermain tuan putri. Yang jadi tuan putrinya adalah Lulu. Tapi, saat main Lulu salah. Ternyata, Lulu belum ngerti cara mainnya. Tapi, setelah diajarin lagi Lulu mengerti. Kami semua pun bermain dengan akrab.
Hhhhh........ ternyata main seperti itu saja capek, ya? Saya dan teman bermain kelompok saya beristirahat sebentar. Saat beristirahat kami di suruh berbaris sebentar. Lalu, bu' Ruli berkata, "Nama kelompok yang dipanggil langsung berbaris mengambil sirup dan donat !" pinta bu' Ruli. Saat kelompok saya dipanggil, kami sekelompok berbaris dengan tertib. Tapi, saya makan donatnya berdua Tari.
Setelah itu, kami anak SDIT istiqamah kembali ke tenda. Di tenda kami langsung mengerjakan perintah Bu Ida. Kami sekelompok disuruh mengerjakan LKS kedua tentang game tradisional. Setelah itu kami pun mandi. Tapi saat mandi, tas mandi beserta isinya hilang kecuali sikat gigi. Sikat giginya masih ada tapi, pasta giginya tak ada.
Hari sudah petang saya buru-buru memakai mukena bersama Lavi dan Lulu. Setelah itu kami duduk di terpal yang telah disediakan oleh guru. Kami sholat bersama anak Gn. Binjai. Setelah selesai sholat maghrib kami pun melanjutkan sholat isya. Namun, anak Gn. Binjai tidak ikut sholat isya karena mereka bukan pendatang jauh. Setelah kami semua selesai sholat isya anak Gn. Binjai berkumpul lagi dengan kami. Anak Gn. Binjai ikut berkumpul bersama kami karena malam ini adalah malam keakraban.
Acara malam keakraban segera dimulai, kami semua, anak SDIT istiqamah, mengambil alat perkelompok yang sudah ditentukan panitia. Kami, kelompok 8, segera mangambil barang-barang kelompok yang ada di dalam tenda. Malam ini, sesuai jadwal, kami semua akan berkreasi, nonton dan makan jagung rebus. Itu semua adalah kegiatan kami di malam keakraban. Oh, iya saat berkreasi saya dan kelompoksayamembuat burung-burungan ( bukan burung beneran, Iho!), topi, kipas, bingkai foto kotak dan bingkai segitiga hiasan pita. Kami semua, anak kelompok 8, juga anak Gn. Binjai, membuat 5 karya yang tadi sudah saya tuiiskan tadi.
Setelah waktu habis kami sekelompok dan yang lainnya nontoon film `Richie Rich'. Ceritanya Richie rich ini anak orang paling kaya di amerika. (Wah, enak banget, ya. Jadi orang terkaya di Balikpapan aja sudah alhamdulih. Nah apalagi kalau di amerika, ya?) Ditengah-tengah kami semua nonton, bu Novi mengumumkan yang mau jagung ambil dibelakang yang kenyang boleh makan berdua. Ya.... Saya milih berdua.
"Hhhoooammmmmm......." Saya menguap karena mengantuk. Yang sudah lelah boleh langsung tidur di tenda. Saya sekelompok masuk tenda karena mengantuk dan lelah "zzzzzzz........ Kami semua pun terlelap.
"Ta, ta bangun sudah jam dua." kata Lulu dan Lavi membangunkan saya. Ternyata benar sudah jam 02.00. Saya buru-buru gosok gigi sekalian mangambil air wudhu. Karena pasta gigi saya hilang ya.... Saya pinjam sama teman. Saya mengambil mukena yang saya bawa dan bersiap sholat tahajud.
Setelah sholat tahajud kami muhasabah. Pertamanya saja sudah mengharukan padahal baru mendengar lagu bunda. Lalu, pak Denny menceritakan sebuah cerita. "Bayangkanlah wajah bunda kalian yang sedang tersenyum. Pak Denny punya cerita. Begini ceritanya...." Kata pak Denny. "Pada suatu hari ada seorang anak. Saat istirahat siang di sekolah, pamannya datang dan meminta izin kepada guru anak tersebut untuk pulang lebih awal. “Paman ada apa paman membawaku pulang lebih awal?” tanya sang anak tersebut. “Lihat saja nanti” jawab pamannya polos. Sesampainya di rumah, anak tersebut melihat banyak orang ada dirumahnya. Namun, wajah orang yang datang tak ada satu pun yang bahagia. Semuanya sedih. Lalu, sang anak pergi bertanya pada ayahnya. “Yah, mengapa banyak orang yang sedih ?” tanya anak itu. Namun, ayahnya tak menjawab melainkan mengajaknya ke kamar bundanya. Anak itu pun mulai menangis melihat ibunya terbujur kaku dan dilapisi kain kafan...." Begitu cerita pak Denny.
Yang pertama kali saya lihat nangis paling kencang adalah Ira. ( sorry ya, ra!) ".....Bayangkan jika anak tersebut adalah kalian semua. Bayangkan juga saat kalian pulang nanti sore ibu atau bapak kalian semua sudah terbujur kaku!" kata pak Denny melanjutkan. Lalu terdengar beberapa suara tangisan. Saya pun juga ikut menangis. Yang nangisnya terisak-isak antara lain adalah Lulu. Di belakang Lulu diusap-usap oleh bu Rully. Saya melihat bu Rully juga menangis. (sepertinya bu' Rully juga membayangkan. )
Selesai muhasabah kami disuruh tidur lagi. Namun, saya tak tidur lagi. Nanggung, kan Cuma 2 jam, nanti nggak bisa bangun lagi. Saya dan yang lain (yang nggak tidur) pun main.
"Ayo, yang lain wudhu!" kata bu Rully. Kami semua pun mulai mengambil air wudhu dan segera mengambil mukena masing- masing. Semuanya cepat-cepat menuju lapangan untuk sholat subuh. Sholat subuh pun selesai.
Sesuai jadwal, sehabis sholat subuh kita pergi ke kebun karet. Di kebun karet kami akan mengamati penorehan pohon karet. Saat sampai disana pak Rt menerangkan bagaimana cara menoreh karet. Isi laporan saya begini........ para pekerja pohon karet datang pukul 05.30 dan pulang jam 21.00 malam. Pohon karet tidak boleh ditoreh dengan pisau sembararangan. Kalau mau menoreh karet harus pakai pisaunya sendiri. Nama pisaunya adalah pahat. Getah karet berwarna putih, tapi bau, Iho. Ciri pohon yang banyak getahnya (paling tidak ada getahnya) adalah:
1. daunnya lebar
2. ujung daun Runcing
Kalau pohon yang ada getahnya tapi sedikit cirinya adalah kulit batangnya tebal. Kata pak RT biasanya karyawan dari pabrik ban datang ke kebun karet ini dan membelinya untuk dijadikan ban. (Ya, iyalah masa pabrik ban buat minuman, sih). Selain ban karet juga dapat dibuat :
- mainan anak, karet gelang, dll.
Oh, iya jarak tanam pohon karetnya adalah 2 x 7 meter.
Selesai mengamti penorehan pohon karet, lalu kami pergi kembali ke tenda. Sampainya ditenda saya langsung mengisi LKS 4 lanjutan kemarin. Setelah mengisi LKS kami semua sarapan pagi. Tadi saya dengar ada seorang anak yang bertanya kapan mandinya. Kata panitia mandinya habis dari sawah. Saat selesai sarapan kami semua bersiap-siap pergi ke sawah dan kami tak lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa.
Kami kelompok 8 dipanggil duluan dan kamipun pergi duluan. Namun, saat perjalanan bu Noor menelpon guru yang ada di tenda. (saya tak tahu siapa yang ditelepon) saya tidak tahu apa yang dibicarakan Bu Noor. Kami melanjutkan perjalanan ke sawah lagi. Di tengah perjalanan saya sekelompok melihat Qalid di bonceng seorang guru laki-laki. (saya tak tahu namanya )
Akhirnya, kami semua sampai di sawah. Namun, jengkelnya di tengah perjalanan menuju sawah senda saya putus. Jadi, saya datang ke sawah tanpa memakai sandal. Kaki saya penuh Lumpur. Sesampainya di sawah, saya pergi menuju ke tengah sawah. Di tengah sawah saya belajar memanen padi. Saya di ajari oleh ibu tani. Ternyata, nggak mudah, Iho memanen padi. Setelah semuanya selesai beiajar memanen padi kami kembali ketenda. Namun, saat pulang saya kesel karena bukan lewat jalan datang tadi. Masalahnya jalan saat pulang lebih jauh. Ditengah perjalanan rasanya kami mau pingsan.
Saat sampai ditenda kami langsung mau mandi. Tapi kata Fira (4-b) nggak boleh mandi dulu sebelum keringatnya hilang. Kata bu Ida kalau mandi berkeringat bisa panuan. Jadi, saya hilangkan keringat saya dulu baru mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju saya istirahat sebentar.
Setelah istirahat kami makan siang. Setelah selesai makan siang kami bersiap-siap untuk sholat dzuhur di mushola. Selesai sholat dzuhur kami balik ke tenda. Ditenda kami disuruh beres-beres untuk pulang. Saat selesai beres-beres kami semua menaruh tas kami masing-masing dilapangan yang sudah di pasang terpal.
Setelah beres-beres kami mengadakan upacara penutupan. Tiba-tiba orang tua ghazan datang. Ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ghazan. Setelah membagi bingkisan kami pulang ke sekolah sampai disekolah saya dijemput adik lala, mama, dan papa. Saat menuju pulang saya makan di Texas dan menceritakan kejadian yang baru saya alami disaat saya Social camp 2007. saya senang mengikuti camping ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)