Sunday, August 12, 2007

RAHASIA RARA

By Lavi


Namaku Leon. Aku memiliki teman yang bernama Rara. Rara anak periang, baik, cantik, lucu dan lincah. Jangan salah kalau teman-teman banyak yang suka. ”Rara, pulang yuk” ajakku. ”Ayo” kata Rara senang. Seperti biasa aku, Rara, Priska, Dewi dan Matharia selalu pulang bersama. Dan siang ini pun begitu, tapi tanpa Dewi. Oh ya, Dewi adalah temanku yang paling pendiam, tapi anaknya baik. Hari ini Dewi tak bersama kami karena harus menjaga neneknya yang sedang sakit. Nek Tinah namanya. Dan siang ini kami mau mampir dulu ke rumah Nek Tinah.
”Priska! Rara! Martha! Leon!” jerit Dewi gembira. ”Leon?...Wii..ada anak laki-laki ya? Tanya nek Tinah dari dalam kamar. ”Bukan nek..bukan. Namanya memang begitu. Tapi Leon anak perempuan..yang tomboy..” jawab Dewi menjelaskan. ”Assalamu’alaikum Nek” sapa kami. ”Ini Leon, martha, Priska dan Rara...”
”Raraa.....?’ Nek Tinah agak berteriak. Tapi Rara jadi pucat sekali ketika melihat nek Tinah. Rara seperti tak sadar, di lemparnya tas sekolah ke arah nek Tinah, dan langsung berlari pulang. ”Raraaa..” jerit Priska panik. ”Rara.. kembalii...!” nek Tinahpun ikut menjerit. ”sini kamu anak durhaka!” teriak nek Tinah lagi. Siang itu benar-benar aneh. Ada apa sih!!

Pagi ini Rara bersikap aneh lagi. Dia memakai kalung seperti anjing. Rambutnya berantakan. Diam menyeramkan. ”Ra, kamu kenapa? Tapi kamu cantik loh hari ini”. ”Plaakkk..” bukannya ucapan terima kasih yang diterima Priska, tapi malah tamparan. Rara pun tanpa rasa bersalah langsung pergi. ”sebaiknya kita buat rencana untuk menyelidiki ada masalah apa?” usul Martha. ”Nggak usah” jawabku sambil berlari menyusul Rara.

”.......bagus, begitu baru namanya anak jahat. Nenek senang melihatmu begitu. Semakin banyak teman yang jadi jahat seperti kamu, nenek semakin senang” kata seseorang sambil tertawa. ”Ah, ternyata Nek Tinah? Kenapa dia bilang begitu?” tanyaku dalam hati. Pasti ada yang nggak beres. Aku harus telpon pak polisi.
Ternyata Nek Tinah adalah manusia iblis yang suka mempengaruhi anak jadi jahat. Tapi kenapa Dewi nggak tahu? Ah, sudah lah. Sekarang aku lega karena semua kembali normal.

No comments: