By Kama
Aanak sombong itu bernama Beni. Dia adalah anak terkaya di SD Kartini. Dia suka sekali memamerkan dirinya pada temannya.
Suatu hari.......
”Kemana sih supirku... lama banget!” Beni menggerutu karena terlambat dijemput. .....”Maaf mas Beni saya terlambat” kata supirnya begitu sampai di sekolah. ”Maaf, maaf, memangnya bisa diselesaikan dengan maaf?” kata Beni ketus.
Di rumah...
”Ayah..ibu, uang jajanku di tambah dong!” pinta Beni. ”Iya.. tapi kamu harus rajin belajar ya!” Kata ibu. ”Iyaaa” jawab Beni ringan. Tapi malam itu Beni tak belajar. Ia malah nonton TV. Aduuh kenapa sih Beni begitu.
Benar saja ia lupa mengerjakan Prnya. Bu Gurupun marah. Beni juga tak pernah bersikap baik pada temannya. Ia suka membentak bahkan menghardik. Ia selalu pilih-pilih teman. Temannya hanya orang kaya saja.
Sesampai di rumah biasanya ia selalu ada permintaan yang diajukan pada ayah dan ibunya. Tapi tidak seperti biasanya. Siang ini ayah tak menjawab permintaan Beni. ”Maaf Beni, ayah tak bisa memenuhi permintaanmu lagi. Ayah sekarang sudah bangkrut. Kita tak lagi punya perusahaan, rumah bahkan mobil juga. Ayah tak tahu lagi harus tinggal di mana” kata ayah lesu. Berita itu benar-benar mengejutkan Beni. Jadi aku tinggal di mana? Beni mencoba meminta pertolongan pada teman-temannya tapi mereka tak mau membantu. Hanya ada seorang temannya, ia adalah teman Beni yang paling miskin dan paling di sakiti. ”Terima kasih teman, aku janji aku tak akan sombong lagi. Maaf kalau selama ini aku tak pernah bersikap baik padamu” kata Beni. Merekapun berpelukan terharu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment