Halo, Nama saya Thita. Hari jum'at ini saya sangat senang karena Sabtu depan, kata Bu' Andini mau Camping. Saat Bu' Andini memberitahukan ada Camping, teman-teman saya bilang, " Horee..... Sabtu depan Camping" Saya pun juga bilang begitu. Tapi teman-teman, saya sebenamya takut, lho Maklum belum pernah ikutan Camping. Hehehe.........
Hari sebelum Camping, Jum'at tanggal 27, Pelajaran Bahasa Indonesia hanya satu jam. Kata Bu' Uchie Hanya satu jam karena Bu' Novi akan membagikan `Exercise book' sekaligus menjelaskan tentang isi Exercise book. Salah satunya adalah tata tertib. Didalam Exercise book terdapat 15 tata tertib. Jadwal acara juga sudah tertulis di dalam Exercise book. Di dalam Exercise book juga terdapat 4 LKS. LKS pertama tentang: - Bazaar Di Mushola. LKS kedua tentang: Game tradisional. LKS ketiga tentang: - Berkreasi (Malam keakraban). LKS keempat tentang: - Cross country. Kami semua pun mengerti isi Exercise book.
Malam harinya saya menyiapkan barang-barang yang perlu di bawa. Sepulang dari makro mama saya memberikan silver queen 1 kotak dan 6 botol C1000. Waktu beres-beres barang mbak Fifi tolongin aku. Saat selesai saya pun langsung tertidur karena capek. Karena kecapekan saya sampai lupa ganti baju tidur. Padahal kan, saya masih pakai baju jalan (habis beli jas hujan). Keesokkan harinya, pagi-pagi saya sudah bangun. Sesudah bangun saya buru-buru mandi. Pagi-pagi saya makan Chicken Golden Blue pakai saos tomat. Saya makannya agak lama karena chicken golden blue cukup besar. Saat saya makan potongan terakhir saya melihat kearah jam. Ternyata saya sudah terlambat. Padahal kata bu' Novi kan harus datang pukul 07.00, tidak boleh terlambat. Namun, saya sampai disekolah pukul 07.12. Saya takut telat, saya pun mempercepat jalan saya.
Saat masuk kesekolah saya bertemu Ira, Eka, dan Athaya. Saya pun bertanya kepada Ira, " Ir, tasnya ditaruh dimana? Disini atau dimana?" Tanya saya. Ira menjawab, " Terserah kamu mau ditaruh diatas atau dibawah." Kata Ira. Kalau kalian milih yang mana? Kalau saya milih dibawah daripada diatas. Apalagi saya bawa 1 tas ransel,1 tas kecil untuk kamera dan 1 tas deret Barbie. Bayangin dsh, beratnya!
Saat itu saya menaruh tas saya di depan pusat sumber belajar (PSB). " Ira tolong jagain tasku ya?" Tanyaku kepada Ira. Ira pun menjawab, " Boleh-bo1eh saja. Tapi, kamu mau kemana?" Tanya ira. " Aku mau ngumpuiin peta. Kata bu' Uchie hari Sabtu ini paling lambat." Jawabku. Aku pun lafi menuju kelas bu' Uchie dilantai tiga. Saat saya masuk kelasnya bu' Uchie, Bu' Uchienya nggak ada. Ya sudah, saya menaruh PR saya diatas meja bu' Uchie. Setelah itu saya turun. Dibawah saya langsung mengambil tas saya.
"Anak-anak semuanya kumpul didalam ruang guru!" Kata bu' Andini di megaphone. Saya, tari, dan Lavi sudah berkumpul. Katabu' Andini harus duduk bersama kelompoknya. Namun, kami belum berkumpul satu kelompok. Acara pembukaan segera di mulai. Kami bertiga duduk di pojok kami kira Mbak Fina, Asvi dan lulu tak ada bersama kami bertiga. Ternyata, lulu ada dibelakang kami bertiga. Mbak Fina dan Asvi ternyata ada di depan kami bertiga. Alhamdulillah kami sudah berkumpul.
Didalam ruang guru kepala sekolah menyampaikan sebuah nasihat untuk kami semua. Setelah kepala sekolah sekesai menyampaikan nasihat kami semua berdo'a. Lalu, kami disuruh baris perkelompok. Bu' Andini membagikan Nametack. Kelompok saya yang ke- 4 dibagikannya. Setelah itu kami keluar untuk naik mobil truk tentara. Saya dan kelompok saya masuk ke truk yang pertama diperjalanan kata bu' Maryam boleh makan bekalnya masing-masing. Diperjalanan saya membuka kotak makan saya dan memakan bekalnya. Saya makannya tidak habis karena nasinya udah dingin dan chicken golden blue nya sudah dingin. Oh, iya saya duduk disebelahnya bu' Maryam. Saya jadi malu duduk dekat bu' maryam( Guru math-ku tapi kalau lagi marah wawwww....... serem abiz) Sorry, ya bu'? hehehe...........
Ditengah perjalan saya bertanya pada Tya, " Ty, Zavira naik truk yang mana?" " Kayaknya sih, naik bis terakhir, yang gabung sama cowok." Jawab Tya. " Kalau miskinnya?" Tanya saya bercanda. Kan, tadi Tya jawab kayaknya, ya saya balas Tanya miskinnya, donkz! Tibatiba Tari memberi sebuah pertanyaan yang seperti sulap (harus memakai trik). Saya sudah tau triknya. Triknya begini: Sorry, saya bingung nulisnya. Jadi, kalau mu triknya Tanya aja sama Tari dan Asvi. Saya saja diajarin sama Asvi. Eh, kok kita jadi ngomongin sulap, ya?yuk, lanjutin. Sorry, ya? Hihihi........
Sampai disana, saya kaget. Hayooo, kaget kenapa? Tebak, dong! Saya tuh kaget kok Zavira sudah ada di Gn. Binjai, padahalkan dia di truk paling belakang. Saya Tanya sama Zavira, " Zav, kamu naik apa kok sudah sampai?" Tanya saya. " Aku naik mobilnya qolid." Jawab Zavira. Saat sampai disana kelompok saya langsung beres-beres. Baru itu ada bunyi peluit. Bunyi peluit itu tandanya harus berkumpul. Salah satu seorang anggota kelompok yang telat bisa dihukum, Iho! Waktu itu saya belum tau hukumannya apa?
Saat peluit berbunyi kami semua berkumpul di lapangan didepan tenda kami semua. Yang kami lakukan adalah upacara pembukaan. Waktu selesai berkumpul kami semua disuruh duduk melingkara dengan kelompoknya dan guru pendamping juga ikut bersama ( duduk melingkar). Oh, iya saya bawa kamera tapi, waktu sampai di Gn. Binjai kamera saya di titipkan pada bu' lda. Bu' Novi dan bu' Ruli menyuruh kami semua membungkus sembako. Ketua kelompok disuruh mengambi! isi-isi sembako isinya adalah:
-1 gula
-1 kecap
-1 Minyak goreng
-2 kIg SUSU
-10 Bungkus indomie & mie Sedaap
Setelah selesai membungkus sembako saya dan yang lainnya makan siang. Saya makannya sendiri ( karena disuruh ). Saya nggak habis makannya karena sudah kenyang. Begitu juga pada lulu, Lavi dan juga mbak fina. Kami semua Tanya pada bu' maryam boleh apa tida makannya tak habis? Kata bu' maryam sih boleh ya sudah, saya langsung buang makanannya bersama lulu, mbak fina, dan lavi.
Setelah selesai makan siang kami kami ke mushola. Di mushola saya dan yang lainnya sholat Dzuhur dan juga sholat ashar. Setelah selesai sholat kami bazaar sembako. Sembako kelompokkulah yang pertama habis. Setelah bazaar sembako semuanya kembali. Di tengah perjalanan saya, tari, dan Asvi dibilangin " Cewek....... cewek..." kata anak Gn. Binjai. Kami bertiga lari ketenda dengan secepat-cepat mungkin. Sampai ditenda kami semua disuruh mengisi LKS 1. Kami semua dari isitrahat makan sampai selesai bazaar pada pukul 12.00 - 14.30, Iho! Oh iya teman-teman, kami semua kalau selesai mengisi LKS berapapun kami di suruh untuk meminta paraf pendamping maing-masing.
Prriiiiiiiit......... peluit berbunyi lagi. Kami semua kembali b®rkumpul. " Setelah ini cross country. Ayo siap-siap ambil exercise book. Lihat LKS 4!" Pinta bu' Ruli. Anak-anak pun menurutinya. " Itulah tugas kalian sekarang." Lanjut bu' Ruli. Kami bersiap-siap. Kelompok saya mendapat 3 keluarga. Salah satunya adalah keluarga ibu Junaida ( bu' Junaida kalau salah tulisannya maaf, ya? Saya kan kagak tau, bu'. ) iu junaida berumur 37 tahun dan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bernama bapak Nurdiansyah. Suaminya berumur 40 tahun dan bekerja sebagai seorang petani. Anaknya bernama Fitri.
Pada saat keluarga ketiga selesai, kami sekelompok kembali ketenda. Tiba-tiba vira datang clan memberitahu mbak fina bahwa semuanya dihukum karena makannya nggak habis. Hukumannya adalah harus lari sampai atas gunung dekat tenda tanpa memakai sandal. Kami semua kaget clan langsung berlari. Tapi, paling jengkelnya kata pak RT anak-anak Gn. Binjai pendiam taunya pengolokan. Masa, waktu ditengah perjalanaan kami semua dioloknya. Kaki kami semua sakit sampai-sampai kakinya mbak Fina memar. Gara-gara di tanjakan banyak batu kerikil). Kakiku berbekas juga.
Setelah itu kami beristirahat sebentar dan yang lainnya berkumpul lagi. Katanya kita akan pergi ke lapangan SDN 008. Disana kami semua akan melakukan permainan tradisional bersama anak Gn. Binjai. Teman bermain saya dari Gn. Binjai ada 3 orang. Kami sekelompok bermain tuan putri. Yang jadi tuan putrinya adalah Lulu. Tapi, saat main Lulu salah. Ternyata, Lulu belum ngerti cara mainnya. Tapi, setelah diajarin lagi Lulu mengerti. Kami semua pun bermain dengan akrab.
Hhhhh........ ternyata main seperti itu saja capek, ya? Saya dan teman bermain kelompok saya beristirahat sebentar. Saat beristirahat kami di suruh berbaris sebentar. Lalu, bu' Ruli berkata, "Nama kelompok yang dipanggil langsung berbaris mengambil sirup dan donat !" pinta bu' Ruli. Saat kelompok saya dipanggil, kami sekelompok berbaris dengan tertib. Tapi, saya makan donatnya berdua Tari.
Setelah itu, kami anak SDIT istiqamah kembali ke tenda. Di tenda kami langsung mengerjakan perintah Bu Ida. Kami sekelompok disuruh mengerjakan LKS kedua tentang game tradisional. Setelah itu kami pun mandi. Tapi saat mandi, tas mandi beserta isinya hilang kecuali sikat gigi. Sikat giginya masih ada tapi, pasta giginya tak ada.
Hari sudah petang saya buru-buru memakai mukena bersama Lavi dan Lulu. Setelah itu kami duduk di terpal yang telah disediakan oleh guru. Kami sholat bersama anak Gn. Binjai. Setelah selesai sholat maghrib kami pun melanjutkan sholat isya. Namun, anak Gn. Binjai tidak ikut sholat isya karena mereka bukan pendatang jauh. Setelah kami semua selesai sholat isya anak Gn. Binjai berkumpul lagi dengan kami. Anak Gn. Binjai ikut berkumpul bersama kami karena malam ini adalah malam keakraban.
Acara malam keakraban segera dimulai, kami semua, anak SDIT istiqamah, mengambil alat perkelompok yang sudah ditentukan panitia. Kami, kelompok 8, segera mangambil barang-barang kelompok yang ada di dalam tenda. Malam ini, sesuai jadwal, kami semua akan berkreasi, nonton dan makan jagung rebus. Itu semua adalah kegiatan kami di malam keakraban. Oh, iya saat berkreasi saya dan kelompoksayamembuat burung-burungan ( bukan burung beneran, Iho!), topi, kipas, bingkai foto kotak dan bingkai segitiga hiasan pita. Kami semua, anak kelompok 8, juga anak Gn. Binjai, membuat 5 karya yang tadi sudah saya tuiiskan tadi.
Setelah waktu habis kami sekelompok dan yang lainnya nontoon film `Richie Rich'. Ceritanya Richie rich ini anak orang paling kaya di amerika. (Wah, enak banget, ya. Jadi orang terkaya di Balikpapan aja sudah alhamdulih. Nah apalagi kalau di amerika, ya?) Ditengah-tengah kami semua nonton, bu Novi mengumumkan yang mau jagung ambil dibelakang yang kenyang boleh makan berdua. Ya.... Saya milih berdua.
"Hhhoooammmmmm......." Saya menguap karena mengantuk. Yang sudah lelah boleh langsung tidur di tenda. Saya sekelompok masuk tenda karena mengantuk dan lelah "zzzzzzz........ Kami semua pun terlelap.
"Ta, ta bangun sudah jam dua." kata Lulu dan Lavi membangunkan saya. Ternyata benar sudah jam 02.00. Saya buru-buru gosok gigi sekalian mangambil air wudhu. Karena pasta gigi saya hilang ya.... Saya pinjam sama teman. Saya mengambil mukena yang saya bawa dan bersiap sholat tahajud.
Setelah sholat tahajud kami muhasabah. Pertamanya saja sudah mengharukan padahal baru mendengar lagu bunda. Lalu, pak Denny menceritakan sebuah cerita. "Bayangkanlah wajah bunda kalian yang sedang tersenyum. Pak Denny punya cerita. Begini ceritanya...." Kata pak Denny. "Pada suatu hari ada seorang anak. Saat istirahat siang di sekolah, pamannya datang dan meminta izin kepada guru anak tersebut untuk pulang lebih awal. “Paman ada apa paman membawaku pulang lebih awal?” tanya sang anak tersebut. “Lihat saja nanti” jawab pamannya polos. Sesampainya di rumah, anak tersebut melihat banyak orang ada dirumahnya. Namun, wajah orang yang datang tak ada satu pun yang bahagia. Semuanya sedih. Lalu, sang anak pergi bertanya pada ayahnya. “Yah, mengapa banyak orang yang sedih ?” tanya anak itu. Namun, ayahnya tak menjawab melainkan mengajaknya ke kamar bundanya. Anak itu pun mulai menangis melihat ibunya terbujur kaku dan dilapisi kain kafan...." Begitu cerita pak Denny.
Yang pertama kali saya lihat nangis paling kencang adalah Ira. ( sorry ya, ra!) ".....Bayangkan jika anak tersebut adalah kalian semua. Bayangkan juga saat kalian pulang nanti sore ibu atau bapak kalian semua sudah terbujur kaku!" kata pak Denny melanjutkan. Lalu terdengar beberapa suara tangisan. Saya pun juga ikut menangis. Yang nangisnya terisak-isak antara lain adalah Lulu. Di belakang Lulu diusap-usap oleh bu Rully. Saya melihat bu Rully juga menangis. (sepertinya bu' Rully juga membayangkan. )
Selesai muhasabah kami disuruh tidur lagi. Namun, saya tak tidur lagi. Nanggung, kan Cuma 2 jam, nanti nggak bisa bangun lagi. Saya dan yang lain (yang nggak tidur) pun main.
"Ayo, yang lain wudhu!" kata bu Rully. Kami semua pun mulai mengambil air wudhu dan segera mengambil mukena masing- masing. Semuanya cepat-cepat menuju lapangan untuk sholat subuh. Sholat subuh pun selesai.
Sesuai jadwal, sehabis sholat subuh kita pergi ke kebun karet. Di kebun karet kami akan mengamati penorehan pohon karet. Saat sampai disana pak Rt menerangkan bagaimana cara menoreh karet. Isi laporan saya begini........ para pekerja pohon karet datang pukul 05.30 dan pulang jam 21.00 malam. Pohon karet tidak boleh ditoreh dengan pisau sembararangan. Kalau mau menoreh karet harus pakai pisaunya sendiri. Nama pisaunya adalah pahat. Getah karet berwarna putih, tapi bau, Iho. Ciri pohon yang banyak getahnya (paling tidak ada getahnya) adalah:
1. daunnya lebar
2. ujung daun Runcing
Kalau pohon yang ada getahnya tapi sedikit cirinya adalah kulit batangnya tebal. Kata pak RT biasanya karyawan dari pabrik ban datang ke kebun karet ini dan membelinya untuk dijadikan ban. (Ya, iyalah masa pabrik ban buat minuman, sih). Selain ban karet juga dapat dibuat :
- mainan anak, karet gelang, dll.
Oh, iya jarak tanam pohon karetnya adalah 2 x 7 meter.
Selesai mengamti penorehan pohon karet, lalu kami pergi kembali ke tenda. Sampainya ditenda saya langsung mengisi LKS 4 lanjutan kemarin. Setelah mengisi LKS kami semua sarapan pagi. Tadi saya dengar ada seorang anak yang bertanya kapan mandinya. Kata panitia mandinya habis dari sawah. Saat selesai sarapan kami semua bersiap-siap pergi ke sawah dan kami tak lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa.
Kami kelompok 8 dipanggil duluan dan kamipun pergi duluan. Namun, saat perjalanan bu Noor menelpon guru yang ada di tenda. (saya tak tahu siapa yang ditelepon) saya tidak tahu apa yang dibicarakan Bu Noor. Kami melanjutkan perjalanan ke sawah lagi. Di tengah perjalanan saya sekelompok melihat Qalid di bonceng seorang guru laki-laki. (saya tak tahu namanya )
Akhirnya, kami semua sampai di sawah. Namun, jengkelnya di tengah perjalanan menuju sawah senda saya putus. Jadi, saya datang ke sawah tanpa memakai sandal. Kaki saya penuh Lumpur. Sesampainya di sawah, saya pergi menuju ke tengah sawah. Di tengah sawah saya belajar memanen padi. Saya di ajari oleh ibu tani. Ternyata, nggak mudah, Iho memanen padi. Setelah semuanya selesai beiajar memanen padi kami kembali ketenda. Namun, saat pulang saya kesel karena bukan lewat jalan datang tadi. Masalahnya jalan saat pulang lebih jauh. Ditengah perjalanan rasanya kami mau pingsan.
Saat sampai ditenda kami langsung mau mandi. Tapi kata Fira (4-b) nggak boleh mandi dulu sebelum keringatnya hilang. Kata bu Ida kalau mandi berkeringat bisa panuan. Jadi, saya hilangkan keringat saya dulu baru mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju saya istirahat sebentar.
Setelah istirahat kami makan siang. Setelah selesai makan siang kami bersiap-siap untuk sholat dzuhur di mushola. Selesai sholat dzuhur kami balik ke tenda. Ditenda kami disuruh beres-beres untuk pulang. Saat selesai beres-beres kami semua menaruh tas kami masing-masing dilapangan yang sudah di pasang terpal.
Setelah beres-beres kami mengadakan upacara penutupan. Tiba-tiba orang tua ghazan datang. Ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Ghazan. Setelah membagi bingkisan kami pulang ke sekolah sampai disekolah saya dijemput adik lala, mama, dan papa. Saat menuju pulang saya makan di Texas dan menceritakan kejadian yang baru saya alami disaat saya Social camp 2007. saya senang mengikuti camping ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment