By Tiara
Menepati janji adalah sesuatu yang terpuji,seperti Afah,dia duduk di kelas 5 SD,dia sekarang memiliki janji dengan sahabatnya,Nofah juga orang yang suka menepati janji,hingga suatu hari Nofah terkena musibah tapi,dia tetap menepati janjinya dengan Afah,begini ceritanya…
Agak siangan Afah bangun,jam 10.15 dia bangun,dia langsung mandi,pakai baju,sarapan lalu langsung ke rumah Nofah. Disana,mereka bermain,karena tidak puas, Nofah dan Afah membuat janji bermain besok, “Besok libur kan Fah? Wah kita bisa main di hutan sana ya?” tanya Nofah. “Oke Nof..”, jawab Afah dengan mantap. “Tapi ijin dulu lho, nanti dimarahi sama papa mama lagi!,” “Iya,aku nggak lupa kok!” “besok yah?Janji”kata Nofah”janji juga!”balas Afah. Besoknya,Nofah bangun dan dia kaget karena rumahnya kebanjiran, “Ayah..banjir, ayo kita bersihkan dan rapikan rumah ini,” kata Nofah. “ Tapi, aku punya janji sama Afah,wah gimana nih?,” tanya Nofah dalam hati. “Nofah, ayo cepat kita harus beres-beres!,” kata Ayah. “Yah, maaf ya Yah? Aku punya janji dengan Afah dan harus ditepati, aku minta maaf ya Yah,” kata Nofah dengan sedikit ketakutan. “Tidak bisa, ayo Bantu!”, kata ayah Nofah. “Ya Allah, tolong bantu saya untuk bisa menepati janji dengan Afah,” doa Nofah. Doa Nofah didengar oleh Allah, tiba-tiba sepupu Nofah berdatangan dan membantu Nofah membereskan rumahnya. “Alhamdulillah,” kata Nofah dengan penuh rasa syukur. Akhirnya Nofah bisa menepati janjinya kepada Afah. “ Maaf ya Fah, aku terlambat. Rumahku kebanjiran,” kata Nofah. “ya, rumahku juga kebanjiran, tapi airnya sedikit,” kata Afah. Akhirnya mereka bermain dengan gembira.
HikmahnyaKalau ada janji tepatilah, dan bila terkena musibah seperti Nofah berdoalah kepada Allah. TAMAT
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment