Wednesday, June 6, 2007

KUPU – KUPU PAHLAWANKU

AVIDA
KUPU – KUPU PAHLAWANKU
Be My Hero

Ada seorang anak yang bernama Lani. Dia sangat membenci kupu-kupu coklat. Dia benci kupu-kupu coklat karena dia tak senang dengan warna-warna coklat. Menurutnya kupu-kupu warna coklat itu sangat menjijikkan. Jadi bila ada kupu coklat yang masuk ke sekitar rumahnya dia akan langsung mengusirnya. Maklum dirumah Lani banyak sekali bunga, jadi kupu-kupu beraneka warna selalu datang mencari madu. Tapi selalu hganya kupu coklat saja yang diusirnya.
Semua anggota keluarganya memang tahu kebencian Lani terhadap kupu-kupu coklat sepertinya agak kelewatan. ”Kapankah Lani akan menyukai kupu-kupu coklat?” pikir ibunya. Padahal setiap hari ibunya selkalu memberikan pengertian padanya kalau kupu-kupu itu tidak akan mengganggunya. Tapi lani tak pernah merubah sikapnya. Pernah suatu hari teman Lani mengajak main ke taman. Tapi Lani tidak mau ”Pasti ditaman banyak kupu-kupu coklat” pikirnya. ”Aduh Lani, pasti karena kupui-kupu coklat lagi ya? Kenapa sih? Padahal kita semua suka kupu-kupu coklat”. Kata teman Lani. Akhirnya mereka pergi tanpa Lani.
Di dalam kamarnya ia merenung sendiri. Lani membayangkan temannya yang sedang gembira bermain di taman bunga. ”Wah pasti menyenangkan” bisiknya. Tapi gara-gara kupu-kupu coklat aku jadi nggak bisa main ke taman bunga. Saat itu juga seekor kupu-kupu coklat kecil masuk mnenerobos jendela kamarnya. Lani langsung bangkit, segera mengusirnya. Tapi kupu-kupu itu malah masuk ke ruang tengah. Lani berputar-putar ruangan-ruangan hingga akhirnya sampai keluar melewati teras rumah. Tiba-tiba ”Gruuu..duuuk, gruuu..duuk..... GedubraaaakkKK....BUMMM...”. ”Aaaaaaaaa.......” Lani teriak sekuat tenaga.
Beberapa saat kemudian dia sudah duduk diatas teras tetangganya yang masih tersisa. Rupanya tadi ada gempa. Dia lihat rumahnya yang sebagian sudah runtuh. ”Alhamdulillah, aku selamat” ucapnya sambil memperhatikan sekujur tubuhnya. ”Ah kalau tadi tak ada kupu-kupu coklat itu pasti aku masih di kamar, dan......Subhanallah kupu-kupu coklat menyelamatkanku”.Sangat menyesal ia sudah membenci kupu-kupu coklat.
Sejak peristiwa itu ia jadi sangat suka pada kupu-kupu coklat. ”Kupu-kupu coklat yang mungil, you are my hero”.

No comments: